Ustadz Jefry Al – Buchori (Uje) Meninggal Dunia

Ustadz jefry Al Buchori (Uje)“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un..telah berpulang ke rahmatullah ustadz JEFRY AL – BUCHORI pagi ini jam 02.30wib, almarhum terkena musibah kecelakaan, semoga apa yang telah beliau perbuat didunia ini mendapatkan berkah dri allah S.W.T & beliau ditempatkan di surga Allah S.W.T,” tulis istri Uje, Pipik Dian Irawati melalui BBM kepada KapanLagi.com®, Jumat (26/04).

Ya, Ustaz Jeffry Al-Buchory (Uje) ustad muda yang cukup ternama ini meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal di Jl. Gedong Hijau 7 Pdk Indah, Jakarta Selatan. Seperti dituturkan Briptu Bagus saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (26/4), Ustad kondang ini meninggal akibat kecelakaan ketika tengah mengendarai sepeda moge (motor gede) jenis Kawasaki Ninja warna hijau berpelat nomor B 3590 SGQ, sendirian. Kejadiannya jam 01.00 WIB,” seperti ditulis di akun twitter TMC Polda Metro Jaya.

Seperti diberitakan detik.com,  Uje pada Kamis, (25/4) kemarin beberapa kali menyampaikan pesan seolah sudah ada firasat sehingga berpamitan kepada sahabat-sahabatnya melalui BBM.

“Saya sudah 40 tahun belum ada bekal apa-apa,” ujar Uje kepada salah seorang sahabatnya, Mustofa Nahrawardaya pada Kamis (25/4).

Tak lama kemudian, Uje kembali mengirimkan BBM yang berisi permintaan maaf. “Assalamualaikum..Mulai hari ini saya gaak lagi pake nomor Hp dan bbm ini.. Sekali lagi maaf lahir batin.. Pasti byk salah_nya…Wslm,” tulis Uje.

Tidak hanya melalui BBM, tweet terakhir Uje juga seolah menyampaikan pesan yang mendalam.

“Pada akhirnya.. Semua akan menemukan yg namanya titik jenuh.. Dan pada saat itu.. Kembali adalah yg terbaik.. Kembali pada siapa..??? Kpd “DIA” pastinya.. Bismi_KA Allohumma ahya wa amuut..,” ujar Uje dalam akun twitternya @jefri_buchori yang meneruskan akunnya di Path pada Rabu (13/3) pukul 9.35 WIB.

Bahkan pada malam sebelum kecelakaan terjadi, Uje berkeras untuk tetap pergi menggunakan motor meski sedang sakit dan dilarang keluarga.

“Salah seorang kerabatnya sempat bilang ‘jangan berangkat, kamu sedang tidak enak badan’, namun Uje menjawab ‘nggak apa-apa, mau saya tuntaskan malam ini’,” ujar adik Uje, Fajar Sidiq, kepada detikcom, Jumat (26/4/2013).

Ustaz Jeffry sempat dilarikan ke RS Pondok Indah namun Allah SWT berkehendak lain. “Iya (dibawa ke RS Pondok Indah), info jelasnya tidak bisa kita kasih tahu bukan wewenang kita, tanya keluarga saja,” kata petugas informasi RS Pondok Indah yang enggan menyebutkan namanya saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (26/4).

Sebelum meninggal, Uje sempat memberikan amanah pada sang sahabat, ustad Solmed. Pada hari Minggu (20/04) lalu, ia sempat bertemu dengan almarhum.  Almarhum sempat menitipkan cincin kesayangannya dan berpesan pada Ustad Solmed untuk melanjutkan dakwahnya.

 “ini cincin buat lo, lo terusin dakwah gue, ini peci buat lo, lo terusin dakwah gue. Saya nangis,  saya peluk, engg ak boleh berhenti dakwah,” tutur ustad Solmed. Ternyata Ustad Solmed pun baru merasakan bahwa pelukan pada hari Minggu itu adalah pertanda dari almarhum.

 “Beliau orang tegar, jarang nangis dan kemarin itu pelukan sambil nangis. Feeling, ternyata itu bagian dari tanda beliau akan pergi tinggalkan kita semua,” tutupnya.

Jika ada yang ingin melawat, silahkan datang ke rumah duka di daerah Rempoa, Ciputat, Jakarta Selatan.

Keluarga besar LDII Jawa Barat  menyampaikan belangsungkawa yang sedalam-dalamnya…Selamat Jalan ustadz…

(***dari berbagai sumber)

About DPW LDII Jawa Barat

Author dari jabar.ldii.or.id. Silahkan ikuti penjelasan LDII yang sebenarnya di website kami, sekaligus tabayyun dari kami.

View all posts by DPW LDII Jawa Barat →

2 Comments on “Ustadz Jefry Al – Buchori (Uje) Meninggal Dunia”

  1. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun……….. Kita ikut berdukacita atas kehilangan seorang muballigh yang karismatik, simpatik dan dakwahnya menarik dan tidak menggurui, dengan suaranya yang merdu. Maklum almarhum beberapa kali pernah menjuarai musabaqoh tilawatil Qur’an…

    Tugas Uje sudah berakhir, untung kita masih punya Ujo di masjid Sabiilul Muttaqiin, Jl. Sarijati II No. 3. Ujo kita ini adalah Ustadz Johny Rahman…………..

  2. Innalillahi wa innailaihi roji’un, turut berduka cita atas meninggalnya Ketua Umum LDII Kota Banjar, Bapak H. Ahmad Satriana pada tanggal 11 Juni 2013 di Kota Banjar. Mohon berita duka ini disebarkan kepada saudara2 yang lain..

    Alhamdulillahi jaza khumullohu khoiro

    # IT Desa Ciamis Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.