Text Ceramah/Tausiyah/Nasehat IdulAdha 1435H

spanduk-iduladha-1435H
Advertisements

TEKS CERAMAH, TAUSIYAH, NASEHAT IDULADHA

DPD LDII KOTA BANDUNG

10 DZULHIJJAH 1435 HIJRIYAH

5 OKTOBER 2014 MASEHI

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبّ اْلعَالَمِيْنَ

اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ ﷺ. وعلى اله واصحابه اَمَّا بَعْدُ:

اَللهُ اَكْبَرُاَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ، لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَ اللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ اْلحَمْدُ

 

Saudara-saudara, kaum muslimin yang berbahagia,

Hari ini, 10 Dzulhijjah adalah hari raya umat Islam di seluruh dunia, hari yang dimuliakan oleh Allah, Rasul, dan umat Islam. Dalam istilah agama, hari raya ini disebut Iduladha atau Hari Raya Kurban: hari raya yang melambangkan persatuan, persamaan, perikemanusiaan, dan ketakwaan.

Pada pagi hari yang cerah dan berbahagia ini, di mana saja kaum muslimin berada, kita dapat menyaksikan bagaimana khidmatnya kaum muslimin menggemakan takbir, tahlil, dan tahmid. Lafaz-lafaz yang agung itu membahana ke seantero jagat raya. Sungguh suatu gambaran persatuan dan kebersamaan yang tiada bandingan.

Pada pagi hari ini juga, nun di sana, di Padang Pasir Saudi Arabia, sedang berkumpul para tamu Allah, jamaah haji dari seluruh penjuru dunia untuk menunaikan panggilan Ilahi mengerjakan ibadah haji sebagai rukun Islam yang kelima. Mereka rela membelakan sebagian harta bendanya, kesenangan dirinya, dan kemewahan hidupnya demi kecintaan dan keimanan terhadap Allah swt. Dalam sanubari mereka terus bertalu-talu hasrat suci dan cita-cita mulia ingin mencapai surga. Dalam suatu hadis, Rasulullah saw. bersabda:

وَالحَجُّ المَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلا الجَنَّةُ

 Haji yang mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya kecuali surga (H.R. Tirmidzi)

 

Hadirin, kaum muslimin yang dimuliakan Allah,

Marilah kita berniat dengan ikhlas dalam hati sanubari kita masing-masing serta memohon kepada Allah, semoga sebelum kita menutup mata yang terakhir dapat jugalah mengunjungi tanah suci Makkah Almukarramah untuk menunaikan ibadah haji.

Seusai melaksanakan salat Iduladha, kita disunahkan oleh Allah untuk melaksanakan syariat kurban dengan menyembelih hewan kurban berupa kambing, sapi, atau unta. Allah berfirman dalam Alquran:

(إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَر* فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ* إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ  ( سورة الكوثر

Sesungguhnya kami (Allah) memberikan Telaga Kautsar kepadamu (Muhammad), maka salat Iduladhalah karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya, orang yang membencimu (Muhammad) dialah orang yang putus kebaikannya. (Q.S. Alkautsar:1–3)

Perintah berkurban ini mengingatkan kita pada peristiwa historikal yang penting dan menakjubkan, yaitu peristiwa Nabi lbrahim dan Nabi Ismail, yang telah memberikan keteladanan kepada kita dengan tiada bandingan. Peristiwa yang memberi hikmah bagaimana seharusnya manusia berbuat untuk mencapai keselamatan dan kehahagiaan yang hakiki di sisi Allah. Lihatlah, bagaimana kisah kasih ayah dan anak, yaitu lbrahim dan Ismail mengemban amanat Allah tatkala Ibrahim berseru kepada anaknya:

 قَالَ يبُنَيَّ اِنّيْ اَرى فِى الْمَنَامِ اَنّيْ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرى

Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelih engkau. Maka, bagaimana pendapatmu mengenai hal ini?

(Q.S. Ash-Shoffat: 102)

 

Kemudian, dengan penuh ketenangan Ismail menjawab:

 

قَالَ ياَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِيْ اِنْ شَآءَ اللهُ مِنَ الصّبِرِيْنَ

Wahai ayahku! Laksanakanlah apa saja yang dititahkan oLeh Allah akan ayah jumpai bahwa ananda termasuk golongan orang yang sabar. (QS.Ash-Shoffat: 103)

 

Nabi lbrahim pun melaksanakan perintah yang luar biasa berat itu dengan hati tulus ikhlas dan iman yang kuat. Atas keteguhan iman dan ketaatannya, Allah menukar pengorbanan itu dengan seekor kambing besar.

Demikianlah, peristiwa penyembelihan hewan kurban ini menjadi syariat Islam sampai akhir zaman.

Hadirin, jamaah salat Id yang berbahagia,

Marilah kita melatih diri untuk suka dan rela berkorban di jalan Allah, menegakkan agama dan syariat Islam, menegakkan kebenaran dan keadilan, melakukan amal kebajikan di bumi tercinta Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan tenaga, pikiran, harta benda, dan jika perlu dengan darah dan nyawa. Sekiranya, semangat berjihad dan jiwa berkorban ini dapat kita laksanakan di segala bidang menurut jabatan dan kedudukan kita masing-masing di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, insya Allah dalam jangka waktu yang tidak lama lagi negara kita akan menjadi negara yang makmur, aman, sentosa, repeh rapih kertaraharja, gemah ripah loh jinawi, murah sandang, pangan, dan papan, dengan mendapat rahmat dan ampunan Allah swt.

Selanjutnya, marilah kita memanjatkan doa ke hadirat Allah swt.

Puja dan puji hanya Engkau yang memiliki. Engkau Mahakuasa lagi Mahabijaksana, Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang.

Ya Allah, ya Tuhan kami, tumpuan pinta dan doa kami. Kami berlindung dengan kemuliaan-Mu dan keagungan-Mu dari kejahatan makhluk yang telah Engkau jadikan.

Ya Allah, ya Mujibuddua, Engkaulah yang MahaMengabulkan doa hamba-hamba-Nya, limpahkanlah selalu taufik dan hidayah-Mu kepada kami.

Ya Allah, ya Azizulqayyum, bimbinglah kami agar kami selalu berada dalam keimanan dan ketaatan kepada-Mu. Demikian pula keturunan dan generasi penerus kami agar dapat melanjutkan mengisi kemerdekaan negeri kami tercinta ini dengan usaha-usaha yang ikhlas demi kesejahteraan umat.

Ya Allah, ya Wahhab, limpahkanlah kebarokahan-Mu atas hidup dan penghidupan kami. Bimbinglah kami dalam membangun negeri kami tercinta ini. Restuilah maksud-maksud baik kami supaya pembangunan negeri kami memberi manfaat sebesar-besarnya.

Ya Allah, ya Fattahulhuda, bimbinglah semua pemimpin kami, pemimpin bangsa Indonesia ini agar dapat memerintah dan mengatur negeri ini dengan baik sesuai dengan aturan dan keinginan-Mu. Berilah mereka hidayah, kesehatan, keselamatan, kemampuan, dan kejujuran dalam melaksanakan tugas dan kewajiban, serta panjang umur dalam menegakkan kebenaran dan keadilan sehingga segera terlaksana cita-cita luhur kami untuk mencapai negeri yang aman dan damai, makmur dan sejahtera dalam tatanan masyarakat yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Akhirnya, kami menyampaikan Selamat Iduladha 1435 Hijriah, semoga ibadah kurban kita diterima oleh Allah swt.  Aamiin.

spanduk-iduladha

Bantu Share Artikel ini Ya... 🙂

About DPW LDII Jawa Barat

Author dari jabar.ldii.or.id. Silahkan ikuti penjelasan LDII yang sebenarnya di website kami, sekaligus tabayyun dari kami.

View all posts by DPW LDII Jawa Barat →

2 Comments on “Text Ceramah/Tausiyah/Nasehat IdulAdha 1435H”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.