Selamat Idul Adha 1433 H


Islamic Greeting Card by Alhabib

 

ISI AMANAT KETUA DPD LDII KOTA BANDUNG (IR.H. HORISWORO ADHI)
PADA KHUTBAH IEDUL ADHA 1433 H
(DIBACAKAN OLEH PC-PC YANG MELAKSANAKAN SHOLAT IEDUL ADHA DI KOTA BANDUNG)

Assalamu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokatuh.
ALLOH Akbar, ALLOH akbar, ALLOH akbar, ALLOH akbar, ALLOH Akbar, ALLOH akbar, ALLOH akbar, Lailaha illaloh ALLOH akbar ALLOH Akbar wa lillahil hamdu.

Saudara muslimin wal muslimat yang berbahagia, Tiada kata yang paling indah yang bisa kita ucapkan selain ucapan puji syukur kita ke hadirat ALLOH Subhanahu wa ta’ala, karena atas limpahan Rohmat, dan Hidayah NYA, kita masih diberi umur panjang dan kesempatan oleh ALLOH SWT Subhana Wata’ala sehingga dapat menghadiri dan melaksanakan sholat Iedul Adha pada tahun 1433 Hijriyah tahun ini di tempat yang aman, selamat, lancar, sukses, manfaat dan barokah dengan ucapan syukur…. Alhamdullillahirrobbil Alamin, kata syukur juga kita sampaikan kepada Nabi Muhammad Rosulluloh Sollalahu Alaihi wa Salam, para sohabat, tabiit tabi’ahum, mubaligh/ mubalighot dan para pejuang agama yang telah mengorbankan diri dan hartanya dalam memperjuangkan dan meneruskan agama Islam Agama yang haq ini sampai sekarang dan InsyaALLOH SWT sampai akhir zaman nanti, dengan ucapan Syukur Alhamduillah Jaza Humullohu Khoiro.

Idul Adha pada hakekatnya adalah napak tilas dari ibadah dan pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan putranya Ismail yang begitu sabar dan patuh pada perintah Sang Khalik, ALLOH SWT, yang kisahnya dilukiskan dalam Al Quran. Pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan putranya Isma’il AS digambarkan ALLOH SWT sebagai ujian keimanan yang nyata sebagai mana Firman-Nya dalam surah Ash-Shafat ayat 106 yang artinya, ‘Sesungguhnya ini merupakan uji coba yang nyata.’Dan dalam lanjutan kisah penyembelihan ini ALLOH Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang menggantikan Nabi Ismail dengan sembelihan dari syurga yakni seekor kibas yang besar yang dahulu dikorbankan oleh Habil, putra Nabi Adam AS sebagaimana Firman ALLOH dalam surah Ash-Shafat 107 yang artinya,’Kami tebus anaknya itu dengan sembelihan besar (seekor domba/kibas).

Ketaatan Nabi Ibrahim AS dalam menjunjung tinggi perintah ALLOH dan keikhlasan serta kesabaran Nabi Ismail mengundang kekaguman para malaikat yang menyerukan kalimat Takbir, ‘ALLOH Akbar ALLOH Akbar’, yang disambut Nabi Ibrahim dengan kalimat Tahlil, Laailaha Ilalloh, yang diikuti pula oleh Nabi Ismail dengan ucapan Tahmid, ‘ALLOHU Akbar WalillahIlhamd ‘yang hingga saat ini, rangkaian kalimat yang mulia ini menghiasi ratusan juta bibir umat Islam saat merayakan Idul Adha.
Idul Adha mengandung banyak hikmah dan pelajaran yang sangat berharga bagi seluruh ummat manusia.

Adapun beberapa hikmah yang dapat kita petik dari peristiwa Idul Qurban antara lain adalah :

Pertama, Hanya kepada ALLOH SWT kita menyembah disertai dengan segenap cinta, kepatuhan dan keta’atan. ALLOH telah memberikan Rahmat dan Nikmat-Nya kepada kita yang diberikan setiap setiap saat yang tiada terhitung banyaknya, Maka jika kita gunakan air laut sebagai tintanya dan seluruh rantai pepohonan sebagai penanya; Maka niscaya akan keringlah seluruh lautan dan habislah semua pepohonan sementara nikmat ALLOH SWT masih banyak yang belum kita tuliskan. Cinta kepada ALLOH SWT akan berimplikasi pada keikhlasan dan kepatuhan kita dalam menjunjung tinggi perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.

Kedua, Hanya kepada ALLOH SWT kita persembahkan segala puja puji sekali pun pada kenyataannya banyak manusia yang suka dipuji bahkan tidak jarang minta dipuji .

Ketiga, Perjuangan Nabi Ibrohim AS beserta Putranya Nabi Ismail AS tersebut, sejak Nabi Muhammad SAW sampai akhir zaman nanti dinapak tilasi oleh saudara Muslimin se jagat, dengan melaksanakan Ibadah Haji ke Mekah, Medinah dan puncaknya di Arofah, kita doakan seluruh jama’ah haji tahun ini dan tahun-tahun yang akan datang diberi kesehatan keamanan keselamatan kelancaran kesukesan dengan predikat hajal mabrur. Aamiin.

Saudara muslimin wal muslimat yang berbahagia, kita sebagai warga negara Negara Kesatuan Republik Indonesia yang saat ini sedang mengalami banyak cobaan, diantaranya banjir, longsor, gunung meletus, ancaman des integrasi, gonjang ganjing ekonomi dunia, maupun kemerosotan akhlak baik pribadi maupun institusi, itu semua itu adalah cobaan dari Alloh SWT, maka saya mengajak marilah kita intropeksi, dan melakukan gerakan aksi PENINGKATAN KEPEKAAN DAN SOLIDARITAS SOSIAL DAN KESALEHAN SOSIAL di tempat berkarya masing-masing, melalui kerja nyata, tidak dengan slogan slogan saja, dengan cara mentrampilan perilaku Akhlakul Karimah/Budi luhur yaitu : Rukun, Kompak, Kerja sama yang baik, Jujur, Amanat, Etos kerja tinggi disertai hidup hemat , punya EMPATI yang tinggi terhadap lingkungan tempat tinggal kita masing-masing. Ini hanya salah satu contoh dari pengorbanan yang bisa kita lakukan untuk negeri kita ini, tidak perlu dengan demo anarkhis dalam menyampaikan pendapat.

Apabila Akhlakul Karimah/Budi luhur dapat di implentasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan diikuti jadi perilaku bangsa Indonesia, INSYAA ALLOH Bangsa Indonesia akan keluar dari kesulitan, dan menjadi bangsa yang kuat, jaya, unggul dan berwibawa baik untuk negerinya sendiri maupun untuk kancah Internasional.
Semoga Alloh selalu memberikan kepada diri kita, keluarga kita, daerah kita, negeri kita dengan pemimpinnya, Hidayah, Pertolongan, Kekuatan, Kebarokahan dan menjadi negeri yang Baldatun Toyibatun wa Robbun Ghofur. Aamiin…

Billahit Taufiq wal Hidayah, Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Bantu Share Artikel ini Ya... 🙂

About admin

Kontributor Website Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Barat, Organisasi Dakwah/Ormas Islam Resmi & Legal, Berbadan hukum.

View all posts by admin →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.