SAMBUTAN KETUA UMUM DPP LDII DALAM RANGKA IDUL ADHA 1435 H

Ketua umum dpp ldii abdullah syam
Advertisements

 SAMBUTAN KETUA UMUM DPP LDII

IDUL ADHA 1435 H

 

Allahu akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illalloohu walloohu akbar, Allohu akbar walillaahil-hamd.

Hadirin, jamaah iedul-adha yang dimuliakan Allah.

Pertama-tama, dalam kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan nikmat dan karunia-Nya yang diberikan kepada kita,  dengan kalimat syukur Alhamdulillahi robbil-‘alamin. Termasuk dengan seizin Allah, pada pagi yang barokah ini, kita bisa melaksanakan sholat Idul Adha dan sama-sama merayakan Hari Raya Idul Adha 1435 Hijriah bersama jutaan atau milyaran umat Islam di dunia ini, yang sejak tadi malam telah mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil.

Telah kita pahami bersama, keharusan kita adalah memanfaatkan segala kenikmatan dari Allah SWT untuk beribadah kepada-Nya sebagai manifestasi dari syukur itu. Dan kita memang wajib bersyukur sebagaimana firman Allah dalam surat Ibrahim ayat 7:

(لَٮِٕن شَڪَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡ‌ۖ وَلَٮِٕن ڪَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ۬ (٧

Jika kalian bersyukur niscaya Aku akan menambahi pada kalian, tetapi jika kalian kufur, ingatlah sesungguhnya siksa-Ku sangat berat.

Dalam surat Az-Zumar ayat 7 Allah berfirman: “  وَإِن تَشۡكُرُواْ يَرۡضَهُ لَكُمۡ‌ۗ “. Jika kalian bersyukur maka Allah akan ridho pada kalian.

Salah satu bentuk kesyukuran kita adalah dengan menepati sungguh-sungguh ibadah kepada Allah termasuk memerlukan qurban sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Kautsar ayat 1-3:

(إِنَّآ أَعۡطَيۡنَـٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ (١) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ (٢) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ (٣  

Innaa a’thoinaakal-kautsar. Fasholli lirobbika wanhar. Inna syaani-aka huwal-abtar.

Artinya: Sesungguhnya kami memberi kepadamu (Muhammad) telaga Kautsar. Maka sholatlah karena tuhanmu dan menyembelihlah qurban. Sesungguhnya orang yang benci kepadamu dialah orang yang putus kebaikannya.

Hadirin, jama’ah iedul-adha rohimakumullah.

Dalam merayakan Idhul Adha ini, selalu mengingatkan kita tentang kisah perjalanan hidup Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail, dan keluarganya. Kisah tentang keimanan, ketaatan, perjuangan, dakwah, dan pengorbanan. Allah menguji iman dan taqwa Nabi Ibrahim melalui mimpinya yang haq, agar ia mengorbankan putranya.  Bayangkan saudara-saudara, Ismail adalah anak yang telah lama dinanti dan diidamkan, Ismail adalah anak tercintanya namun demikian semua itu ditundukkan oleh Nabi Ibrahim AS demi memenangkan cintanya kepada Allah SWT. Peristiwa itu dinyatakan dalam Al-Qur’an Surah As-Shoffat ayat 102 :

 قَالَ يَـٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلۡمَنَامِ أَنِّىٓ أَذۡبَحُكَ فَٱنظُرۡ مَاذَا تَرَىٰ‌ۚ قَالَ يَـٰٓأَبَتِ ٱفۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُ‌ۖ

(سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّـٰبِرِينَ (١٠٢

Qoola yaa bunayya innii aroo fil-manaami annii azbahuka fanzhur maadzaa taroo. Qoola yaa abatif’al maa tu’mar, satajidunii in syaa Alloohu minash-shoobiriin.

Artinya: Ibrahim berkata: “Hai anakkku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka fikirkanlah apa pendapatmu? Ismail menjawab: Wahai ayah, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insyaa Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar”.

Ketika keduanya siap untuk melaksanakan perintah Allah, Iblis datang menggoda sang ayah, sang ibu dan sang anak silih berganti. Akan tetapi Nabi Ibrahim, Siti Hajar dan Nabi Ismail tidak tergoyah oleh bujuk rayuan iblis yang menggoda agar membatalkan niatnya.

Mereka  melempar iblis dengan batu, mengusirnya pergi dan Iblis-pun lari tunggang langgang. Dan ini kemudian menjadi salah satu rangkaian ibadah haji yakni melempar jumrah; jumroh uula, wustho, dan aqobah.

Ketika Nabi Ibrahim dengan tekad bulat menyembelih anaknya, pisau sudah ditekankan pada leher anaknya, tiba-tiba  Allah SWT memerintahkan Malaikat Jibril untuk mengambil seekor kibas sebagai gantinya. Allah telah meridhoi ayah dan anak atas kepasrahan ketawakalan mereka. Sebagai imbalan keikhlasan mereka, Allah mencukupkan dengan penyembelihan seekor kambing sebagai korban, sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an surat As-Shaffat ayat 107-110:

 (وَفَدَيۡنَـٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِيمٍ۬ (١٠٧

 “Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”

 

(وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِى ٱلۡأَخِرِينَ (١٠٨

 “Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian.”

 (سَلَـٰمٌ عَلَىٰٓ إِبۡرَٲهِيمَ (١٠٩

“Yaitu kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada Nabi Ibrahim.”

 

(كَذَٲلِكَ نَجۡزِى ٱلۡمُحۡسِنِينَ (١١٠

 “Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Fragmen ketaatan dan keikhlasannya untuk menyembelih Ismail sebagai anak tercinta yang diidam-idamkannya, adalah bukti kepasrahan total kepada Allah SWT.

Beliau menjadi salah satu hamba tersukses di dunia yang mampu menaklukkan nafsu duniawi demi memenangkan kecintaannya kepada Allah Sang Maha Suci.

Karena itu, saya mengajak, menghimbau, agar kita mengikuti jejak keteladanan Nabi Ibrahim ini dengan memerlukan qurban pada Idhul Adha ini, yang memberikan ganjaran dan pahala yang besar di sisi Allah.

Dalam hadist Tirmidzi diriwayatkan bahwa Rasululloh SAW bersabda yang artinya : Tidaklah beramal anak Adam dari suatu amalan pada hari “nahr” yang lebih disenangi oleh Allah daripada mengalirkan darah (menyembelih qurban). Sesungguhnya binatang qurban di hari kiamat akan datang dengan tanduknya, bulunya, dan kuku kakinya, dan sesungguhnya darah (qurban) niscaya jatuh di sisi Allah pada suatu tempat sebelum darah itu jatuh di bumi, maka bersenang hatilah kamu sekalian dengan qurban.

Dalam hadist yang diriwayatkan at-Tabrani disebutkan bahwa Rasululloh bersabda yang artinya: Barang siapa berqurban dengan senang hati lagi mencari pahala pada kurbannya, maka kurbannya menjadi penghalang baginya dari neraka.

Hadirin jama’ah iedul-adha  rahimakumullah.

Ada beberapa hikmah yang dapat kita petik dari kisah Nabi Ibrahim ini. Pertama perintah dan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan oleh Allah SWT, harus dilaksanakan. Harus disambut dengan tekad sami’na wa-atha’na mastatho’na. Giat dan semangat dalam beribadah serta khusyu dalam mengerjakannya. Karena sesungguhnya, ketentuan-ketentuan Allah SWT pastilah manfaatnya kembali kepada kita sendiri.

Keteladanan Nabi Ibrahim itu patut dicontoh dalam kesemangatannya, kesungguhannya, kesabarannya, dan pengorbanannya. Karena itu, kepada  umat Islam, dan khususnya seluruh warga LDII, saya menghimbau agar mengambil hikmah dari kisah beliau sehingga menjadi warga teladan di lingkungannya, sehingga figur dan pribadinya menjadi dambaan lingkungan sekitarnya. Untuk itu, tidak cukup hanya dengan lisan atau ucapan tetapi perlu dengan tindakan nyata dan itu terkadang lebih efektif dan lebih mengena sebagaimana telah banyak dicontohkan olehNabi Ibrohim dan Nabi Muhammad SAW. Orang bijak mengatakan “Lisaanul-haal afsohu min lisan-maqool”, bahasa perbuatan lebih efektif darpada bahasa perkataan.

Ini sejalan dengan zuhud dalam urusan dunia. Hasilnya akan terpancar keindahan pada diri yang mampu melakukannya dan kehidupannya mencerminkan pribadi yang  lebih mementingkan kampung akhirat daripada segala kesenangan dunia, lebih mencintai yang kekal daripada yang fana, lebih memikirkan apa kontribusinya terhadap lingkungannya ketimbang memikirkan dan menginginkan apa yang didapat dari lingkungannya.

Hadirin jama’ah iedul-adha  rahimakumullah.

Hikmah kedua, hendaknya kita sebagai orang tua, mempunyai upaya yang kuat membentuk anak yang sholih dan sholihat, berupaya mewujudkan  pribadi anak yang agamis,   yang kuat kepahaman agamanya, berakhlak mulia, serta memiliki kemandirian seperti telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad SAW, dengan memiliki anak yang berbakti kepada orang tua, lebih-lebih berbakti terhadap Allah dan Rosul-Nya.

Hal ini penting mengingat situasi global saat ini, dimana pengaruh budaya barat yang semakin mewarnai kehidupan kaum muda, di mana nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat jauh menyimpang dari aturan Qur’an dan sunnah. Ahlak manusia semakin rusak mengikuti langkah-langkah setan yang ditandainya dengan hilangnya rasa malu, rasa hormat, tidak adanya sopan santun, anak berani pada orang tua, anak muda tidak lagi menghargai orang yang lebih tua, banyak terjadi perilaku amoral seperti tawuran, pembunuhan, pemerkosaan, penyalahgunaan obat terlarang dan lain sebagainya.

Jangan sampai kita mengalami seperti diriwayatkan dalam hadist Tirmidzi, Kitabul-fitan sebagai berikut: Rasulullah SAW bersabda:

Ketika harta jarahan diambil sebagai putaran (tidak dibagi sesuai peraturan), dan amanat disia-siakan, dan zakat dibayarkan karena terpaksa, dan ilmu dipelajari untuk selain agama, dan seorang suami lebih patuh kepada istrinya, dan seorang anak durhaka pada ibunya, lebih dekat dengan temannya dan menjauhkan diri dari bapaknya, dan terdengarlah suara-suarabising di dalam masjid, dan yang menjadi pemimpin suatu golongan adalah orang yang fasiq diantara mereka, dan yang menjadi pemimpin suatu kaum adalah yang lebih hina akhlaknya diantara mereka, dan dimuliakannya seseorang karena ditakuti kezalimannya, dan maraknya beberapa alat kesia-siaan, dan telah maraknya minuman keras, dan generasi muda mendoakan laknat kepada generasi tua, maka di saat seperti itu mereka tinggal menunggu angin adzab, gempa, longsor, alih rupa dan lemparan batu dari langit, dan tanda-tanda (siksaan) yang berturut-turut seperti untaian permata yang putus benangnya maka bertubi-tubilah siksaan itu.

Oleh karena itu, sebagai hamba Allah, kita harus sadar dan paham bahwa kita adalah manusia yang dipilih Allah, dijadikan sebagai orang yang beriman dan bertaqwa, maka pertahankanlah dengan senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita, memperbanyak syukur dan ibadah kepada Allah serta selalu mencari peluang untuk dapat meningkatkan derajat kita di surga. Kita sebagai orang iman juga  menyadari bahwa kelahiran kita di dunia ini bukan tanpa perantara, ada kedua orang tua yang telah menjadi perantara terlahirnya kita kedunia ini, melalui bakti kepada kedua orang tua dapat meningkatkan derajat kita dihadapan Allah.

Hadirin jama’ah  iedul-adha rahimakumullah.

Hikmah ketiga, adalah kegigihan setan yang terus menerus mengganggu manusia, agar membangkang dari ketentuan Allah SWT. Setan senantiasa terus berusaha menyeret manusia kepada kehancuran dan kegelapan. Maka janganlah mengikuti bujuk rayu setan, karena sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata.

Perjuangan dan pengorbanan Nabi Ibrahim untuk menegakkan agama Allah dan mampu bertahan dari godaan setan dan hawa nafsu menjadi inspirasi bagi kita. Karena kita sekarang ini sudah memasuki zaman akhir yang penuh dengan tantangan, cobaan, dan godaan bagi kita di dalam mengamalkan dan memperjuangkan agama Islam ini. Sebagaimana yang terjadi saat ini, perkembangan keadaan di masyarakat dengan kemajuan teknologi, selain kemudahan-kemudahan yang bisa dimanfaatkan, timbul pula banyak dampak negatif yang mempengaruhi dan merusak keimanan kita.

Diantaranya dengan maraknya pornografi seperti VCD/DVD porno, situs-situs porno dalam internet, gambar-gambar porno yang bisa diakses melalui hand phone (HP), belum lagi meluasnya porno aksi dengan modusnya antara lain makin berkembangnya prostitusi, ditambah derasnya peredaran narkoba dan minuman keras, dan merajalelanya pergaulan bebas yang melanggar batas-batas susila dan agama. Kesemua itu tentu bisa mempengaruhi perilaku dan merusak moral dan keimanan kita terutama pada generasi muda.

Kemajuan teknologi yang salah dalam pemanfaatannya itu bisa mengarahkan kita pada perbuatan maksiat, menjebak kita pada pornografi, kejahatan cyber, kekerasan menggunakan media internet (cyber-bullying) seperti pelecehan melalui tulisan, ancaman, tuduhan, fitnah, dan lain-lain, sampai pencurian identitas (phising/pharming) di mana identitas yang dicuri tersebut dapat dipergunakan untuk melakukan pencurian, penipuan, atau perbuatan illegal lainnya.

Dengan demikian kesempatan iblis yang telah bertekad dan bersumpah untuk menghancurkan keimanan manusia semakin luas dan terbuka sebagaimana telah tertulis dalam Al Qur’an surat Al ‘Araf ayat 16-17 :

(قَالَ فَبِمَآ أَغۡوَيۡتَنِى لَأَقۡعُدَنَّ لَهُمۡ صِرَٲطَكَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ (١٦

(ثُمَّ لَأَتِيَنَّهُم مِّنۢ بَيۡنِ أَيۡدِيہِمۡ وَمِنۡ خَلۡفِهِمۡ وَعَنۡ أَيۡمَـٰنِہِمۡ وَعَن شَمَآٮِٕلِهِمۡ‌ۖ وَلَا تَجِدُ أَكۡثَرَهُمۡ شَـٰكِرِينَ (١٧

Artinya : Iblis berkata : maka sebab Engkau,ya Allah, telah menyesatkan aku, sungguh aku akan menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian akan aku datangi mereka dari depan mereka (meragu-ragukan tentang akhirat) dan dari belakang mereka (menyenangkan urusan dunia) dan dari kanan mereka (melemahkan dari berbuat kebaikan dan merancukan perkara agama sehingga tidak bisa membedakan yang benar dan yang salah) dan Engkau tidak akan menjumpai kebanyakan dari mereka (menjadi) orang yang bersyukur.

Karena itu, saya menginstruksikan kepada semua pengurus mulai dari tingkat DPP, DPW, DPD, PC,  dan PAC untuk mengurus, meramut, dan membina  anggota keluarganya dan warga LDII di lingkungannya agar bisa  senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya sehingga pada akhir hayatnya berada dalam keadaan husnul-khotimah.

Selain itu, saya mengharapkan agar kerukunan, kekompakan, termasuk budi luhurnya terus ditingkatkan, terutama pembinaan terhadap generasi penerus. Sehingga semuanya tidak mudah terpengaruh dengan godaan setan dan hawa nafsu yang tanpa kendali. Harapannya semua bisa menetapi ibadah dengan tertib, lancar, dan aman, bisa terjaga dari pelanggaran-pelanggaran, kemaksiatan, dan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan perintah Allah dan Rasulullah SAW termasuk terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di negara kita ini.

Mari momentum Idhul Adha ini  kita jadikan kesempatan untuk introspeksi. Kita memang tidak dapat mengubah arah angin, tetapi bukankah kita dapat mengatur layar perahu ke arah tujuan kita berlayar ? Karena itu, jadikanlah segala tantangan sebagai saksi atas segala ikhtiar untuk mendapatkan ridho Allah.

Hadirin muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah.

Di hari Iedhul Adha ini, tanggal 10 Dzulhijjah 1435 Hijriah ini, berjuta-juta kaum muslimin dari segala penjuru dunia masih dalam rangkaian menunaikan ibadah haji, rukun Islam yang kelima. Mari kita doakan agar saudara-saudara kita tersebut dapat menjadi haji mabrur dan kembali ke tanah air dengan selamat, lancar, aman fi amanillah.

Bagi yang belum mampu atau belum berkesempatan, kita doakan agar Allah memberikan kelonggaran, keluasan rezeki, kekuatan, kesehatan, sehingga bisa mengunjungi baitullah, menyempurnakan rukun Islam yang kelima.

Sekali lagi, kisah dan keteladanan Nabi Ibrahim AS memberikan pelajaran yang mendalam kepada kita, yaitu bahwa pengorbanan akan melahirkan keberkahan. Nabi Ibrahim AS menjadi orang yang dicintai Allah SWT, khalilullah, Abul-anbiya, hanif, dan banyak sebutan baik lainnya, dan banyak keberkahan lainnya. Marilah kita mengambil pelajaran dari kisah Nabi Ibrahim AS dan keluarganya. Pelajaran yang mengantarkan pada keberkahan hidup dan kesuksesan di dunia dan di akhirat.

Akhirnya, dalam kesempatan ini, sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa insyaa Allah pada tanggal 20 Oktober 2014, Bapak Joko Widodo, yang akrab dipanggil Pak Jokowi, dan Bapak Jusuf Kalla, dengan panggilan akrab Pak JK, akan memimpin Republik Indonesia, sebagai hasil dari pemilihan presiden dan wakil presiden yang lalu. Kita ucapkan selamat datang kepada Pak Jokowi, selamat datang pemimpin baru. Saya menghimbau agar kita semua membantu beliau memimpin bangsa ini dalam menghadapi beragam tantangan dan rintangan di depan. Semoga dalam kepemimpinan beliau dapat mewujudkan Indonesia yang lebih  sejahtera dalam bingkai kemanusiaaan yang adil dan beradab.

Sebagai penutup, mohon disampaikan salam saya kepada seluruh warga LDII yang berada di mana saja di seluruh pelosok tanah air ini. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan hidayah dan rahmat-Nya kepada kita semua.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaaha illallohu walloohu akbar, Allohu akbar walillahil-hamd.

Alhamdulillah Jazakumullohu khoiro.

Wassalamu ‘alaikum wr.wb.

Prof. Dr. Ir. KH Abdullah Syam M.Sc

Ketua Umum DPP LDII

SELAMAT IDUL ADHA 1435 H

Bantu Share Artikel ini Ya... 🙂

About DPW LDII Jawa Barat

Author dari jabar.ldii.or.id. Silahkan ikuti penjelasan LDII yang sebenarnya di website kami, sekaligus tabayyun dari kami.

View all posts by DPW LDII Jawa Barat →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.