Rapimnas LDII Manifestasi Karya, Kontribusi & Komunikasi

rapimnas-ldii-2014

3K (Karya, Kontribusi & Komunikasi) LDII

Seraya memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Alloh SWT, Alhamdulillahi robbil aalamiin atas segala pemberian-Nya berupa karunia, hidayah dan inayah-Nya serta berbagai kenikmatan yang tak terhitung tiada taranya, termasuk puji syukur kepada Alloh alhamdulillah kegiatan Rapimnas LDII 13-15 Mei 2014, bertempat di Balai Kartini Jakarta berjalan aman, selamat, lancar dan barokah.

Rapimnas dihadiri kurang lebih 1200 peserta yang terdiri dari para ulama, dewan penasehat, Pengurus DPP, DPW dari 34 Provinsi dan 350 DPD di seluruh Indonesia.

Pada Hari Pertama Rapimnas, dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia Suryadharma Ali dan didoakan oleh salah satu Ketua MUI Pusat Prof.KH. Umar Syihab.  Lanjut pemaparan materi Panglima TNI Jendral TNI Dr. Moeldoko, Sri Tantri Arundhati, M.Sc Asisten Deputi Perubahan Iklim Kementrian Lingkungan Hidup RI, dan Presentasi Capres dari PDIP Jokowi.

Di hari kedua Rapimnas beberapa tokoh dan pakar Nasional berkenan hadir di Rapimnas LDII, yakni: Irjen Putut Eko Bayu Seno (Kabaharkam Mabes Polri), Dr. Johannes A. A. Rumesser, M.Psi (Ketua Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah Jakarta),Bapak Dr.Adhyaksa Dault (KaKwarnas Pramuka), Dr Nungky Munir, MBA. Staf Pengajar Senior PPM Managemen, Dr. Mohamad Hidayat, MBA. MH (Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI)), dan Capres dari Gerindra Bapak Prabowo Subianto. Di hari kedua ini juga telah dilaunching Buku Pedoman Ibadah LDII dari Majelis Taujih Wal Irsyad DPP LDII. 

Hari ketiga diawali dengan rapat komisi, Presentasi Ketua KPK Abraham Samad.  Di hari ketiga juga digelar soft launching Sejarah LDII untuk mendudukkan yang sebenarnya dan soft launching Produk FGD (Focus Group Discussion). Di hari ketiga juga menghadirkan para praktisi media massa dari Kompas J.Osdar (Redaktur Senior Harian Kompas) dan Tempo Idrus F. Shahab (Redaktur Senior Majalah Tempo) bertajuk Harmonisasi Media dan Ormas dalam merajut NKRI.

karya-kontribusi-komunikasi

Sebenarnya ada hal penting dari perhelatan Rapimnas ini, latar belakang semua diniati Karena-Allah yakni “yarjuuna rohmatahu wayakhofuuna adzabahu” (hanya berharap rohmat Allah yaitu Surga-Nya dan hawatir/takut adzabnya yaitu Neraka-Nya). Adapun latar depannya, tentu selain berharap ridha Allah, juga LDII ingin turut berkontribusi “karya, kontribusi & Komunikasi” memberikan sumbangsih terhadap bangsa dan negara ini baik dalam hal pemikiran maupun karya nyata dalam eksistensinya di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Meminjam istilah Panglima TNI Jenderal Moeldoko bahwa sebagai ormas jangan hanya pintar mengkritik saja tanpa kontribusi terhadap bangsa dan negara ini. Singkatnya perhelatan Rapimnas LDII ini ada dalam rangka perwujudan Beriman dan Beramal Shaleh.

Rapimnas LDII 2014 ini juga secara langsung membuktikan organisasi LDII adalah ormas Islam yang legal dan eksis. Kehadiran beberapa tokoh nasional dan para pakar dalam rapimnas LDII, tidak menjadikan LDII besar kepala. Tentu, hal ini patut disyukuri Alhamdulillahi Robbil Aalamiin, Alhamdulillah jazaakumullaahu khaira atas kerja keras para panitia dan warga LDII yang turut mendoakan kelancaran acara ini. Kehadiran para tokoh dan pakar juga membuktikan eksistensi/keberadaan LDII sebagai bagian dari komponen bangsa ini diakui keberadaannya secara resmi dan legal. 

Sebagai kontribusi LDII terhadap NKRI Kepada para Capres yang bertukar pikiran menyampaikan visi misinya di Acara Rapimnas ini, LDII menitipkan 16 butir pokok pikiran Rapimnas yakni diantaranya LDII mengamati ciri bangsa besar tidak pernah melupakan sejarah. “Pertama, Rakyat harus menjadi sisi sentral manfaat pendirian negara ini. Legitimasi etis harus diwujudkan di samping legitimasi kuantitatif. Realisasi legitimasi etis perlu menjadi agenda besar bangsa Indonesia. Harus dipahami bahwa demokrasi merupakan sebuah amanat. LDII mencermati praktik demokrasi harus serius diperbaiki agar praktek demokrasi memenuhi legitimasi etis. Butir-butir tersebut telah melalui proses panjang melalui Focus Group Discussion sejak lima bulan yang lalu. 

Berikut 16 Pokok Pemikiran LDII:

1. LDII mencermati, bahwa perkembangan praktek politik demokrasi bangsa sampai dengan saat ini, mengharapkan agar berbagai tingkatan kekuasaan yang melekat pada seseorang harus dianggap sebagai sebuah amanah yang dititipkan oleh Allah SWT kepada hambaNya yang akan diminta pertanggungjawabannya, baik di dunia maupun di akhirat nanti

2. LDII mencermati, bahwa praktek demokrasi di Indonesia perlu diperbaiki kualitasnya secara serius dan sungguh-sungguh serta secara terus menerus, bila dikehendaki agar praktek demokrasi pada akhirnya bisa dianggap sebagai solusi strategis bagi perbaikan kinerja bangsa. Untuk itu LDII mengusulkan agar paket UU Politik harus diperbaiki, agar setiap produk tahapan praktek demokrasi harus memenuhi kaidah legitimasi etis dan tidak hanya sekedar legitimasi kuantitatif

3. LDII mengharapkan selepas berbagai kegiatan politik 2014 agar terus dilaksanakan pendidikan politik demokrasi yang baik bagi rakyat, agar demokrasi dapat dimengerti dan dirasakan, bahwa sebuah kehidupan politik demokrasi memerlukan basis moral dan rasionalitas, agar makna demokrasi dapat mewujud dalam kehidupan nyata sehari-hari. Ketika di era reformasi P4 ditiadakan, rakyat belum sepenuhnya mendapat penjelasan tentang apa itu demokrasi, maka ketika rakyat menganggap bahwa pemilu dianggap hanya sebagai “pasar suara”, maka keadaan ini cukup menjelaskan betapa pentingnya pendidikan politik. Dengan pertimbangan tersebut, LDII menganggap perlu bahwa Lembaga seperti KPU juga harus mendapat tugas tambahan untuk melakukan tugas pendidikan politik demokrasi bagi seluruh lapisan rakyat, agar konsolidasi demokrasi secara substansial dapat segera terwujud

4. LDII mengharapkan agar praktek demokrasi dapat menuju terjadinya konsolidasi demokrasi, yang mengakibatkan rakyat semakin percaya pada demokrasi, agar demokrasi dapat mencerminkan kedaulatan rakyat yang sesungguhnya sehingga dapat mencapai tujuan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yaitu mensejahterakan rakyat sekaligus berdaulat

5. LDII mengingatkan kepada para elite politik dalam berbagai fungsinya, ketika melaksanakan pemilu sebagai salah satu praktek demokrasi, agar sanggup menerapkan kaidah-kaidah demokrasi yang substansial dan mendasarkan pada kaidah-kaidah akhlaq yang mulia serta tetap mengindahkan Pancasila sebagai dasar dari kehidupan bernegara bagi bangsa Indonesia sebagaimana tertera pada pembukaan UUD 45

6. LDII mengharapkan agar Pilpres 2014 dapat menjamin terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden yang mempunyai legitimasi politik yang kuat, serta mampu menghasilkan Pimpinan Nasional yang berfungsi sebagai Khalifah fil ard’ yang rahmatan lil ‘alamin agar dapat mewujudkan kedaulatan teritorial NKRI, kedaulatan pangan, energi, pertahanan-keamanan, ilmu pengetahuan dan teknologi serta kedaulatan finansial menuju terwujudnya baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur

7. LDII mengusulkan agar format ekonomi nasional dan tata cara pengelolaan kekayaan negara dapat dirumuskan dalam bentuk UU Sistim Perekonomian Nasional dan UU Pengelolaan Kekayaan Negara terlebih dahulu sebagai amanat pasal 33 UUD 45 ayat 5, yang nantinya berfungsi sebagai payung hukum dan integrator dari berbagai UU Sektoral yang telah lahir terlebih dahulu

8. LDII mengingatkan, kepada semua pihak yang diberi amanat mengelola Perekonomian Indonesia dan Sumberdaya Alam Indonesia, agar memahami, bahwa hakekatnya hak pengelolaan ekonomi dan kekayaan negara tersebut merupakan amanat/titipan yang diberikan oleh segenap rakyat Indonesia dan untuk itu agar digunakan semaksimum mungkin guna meningkatkan kesejahteraan dan martabat rakyat dan bangsa Indonesia

9. LDII mengusulkan agar dapat terwujud kedaulatan pangan yang simultan dengan peningkatan kesejahteraaan petani dan nelayan, perlu disediakan secara khusus lembaga keuangan yang merupakan pendukung sektor pertanian dalam arti luas dan juga dukungan lembaga pemasaran bagi berbagai produk pertanian Indonesia

10. LDII mengusulkan, guna meminimumkan biaya energi bagi bangsa Indonesia, maka LDII mendesak agar penggunaan dan pemanfaatan panas bumi dan energy terbarukan lainnya dapat dimaksimalkan penyelenggaraannnya, berbagai peraturan-perundangan dan kebijakan yang dianggap tidak kondusif bagi percepatan pemanfaatan energy terbarukan, hendaknya dapat ditinjau ulang. Demikian pula untuk sektor energi kelistrikan, agar PLN diberi alokasi khusus pada cadangan batubara yang masih tersedia, karena PLN tidak selayaknya harus membeli batubara pada harga pasar biasa, mengingat bahwa batubara merupakan bagian kekayaan negara yang terkandung dalam bumi Indonesia

11. LDII mengusulkan, perlunya ditingkatkan penguasaan sektor maritim, mengingat kondisi geografis Indonesia serta mengingat kebesaran sejarah ekonomi Indonesia yang mampu memanfaatkan sektor maritim untuk perluasaan wilayah komunikasi politik dan perdagangannnya

12. LDII menyerukan agar bagi berbagai pihak yang mengelola program pendidikan dan pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM Indonesia juga memahami, bahwa itu juga merupakan amanat untuk menjaga kelangsungan dan peningkatan kualitas profesional perorangan yang akan menaikkan tingkat profesionalitas generasi penerus bangsa yang sekaligus religius, sehingga pada gilirannya akan menaikkan kinerja bangsa Indonesia kini dan esok

13. LDII mengharapkan agar upaya peningkatan kapasitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IpTek) perlu menjadi agenda nasional bangsa Indonesia di tengah persaingan yang ketat, untuk mendukung daya saing ekonomi, baik di tingkat lokal, regional dan global

14. LDII menyerukan, agar kepada segenap penyedia dan pengguna Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK/ICT) di Indonesia dan dimanapun berada, agar memproduksi, mengelola dan menggunakannya secara etis, sehat, cerdas dan produktif dengan tetap mempertimbangkan nilai-nilai moralitas untuk kelangsungan bangsa dan tidak hanya mementingkan faktor keuntungan dan ekonomi semata serta hanya difungsikan sebagai bentuk hiburan

15. LDII menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia agar menggunakan hak pilihnya secara bertanggungjawab, karena menyangkut masa depan dan kualitas bangsa Indonesia. Kepada para pimpinan dan elite politik, LDII menyerukan agar membangun budaya demokrasi yang bermakna serta lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan subyektifnya

16. LDII sebagai organisasi kemasyarakatan yang bersikap netral-aktif menyerukan kepada seluruh anggotanya untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan presiden mendatang, dan secara aktif mengawal pelaksanaan pilpres 2014 agar dapat sungguh-sungguh berjalan sesuai kaidah-kaidah yang terkandung dalam makna demokratis

Ada yang salah sangka, LDII mengundang para Capres karena ingin masuk berpolitik praktis. Kami tegaskan, bahwa kami tidak dalam posisi memasuki ranah politik, namun hanya memberi ruang kepada para Capres untuk menyampaikan visi misinya, dan ingin menitipkan PR, amanat bagi para capres hasil dari proses panjang pemikiran-pemikiran melalui Focus Group Discussion selama lima bulan. 

Beragam komentar baik positif dan negatif dilontarkan dalam berbagai media yang memberitakan Rapimnas LDII ini.  Komentar negatif dijadikan masukan untuk terus memperbaiki diri dan komentar positif menambah energi baru untuk terus beriman dan beramal shaleh. Tidak mundur karena cacian, tidak besar kepala karena pujian. (ldiijbr)

Bantu Share Artikel ini Ya... 🙂

About DPW LDII Jawa Barat

Author dari jabar.ldii.or.id. Silahkan ikuti penjelasan LDII yang sebenarnya di website kami, sekaligus tabayyun dari kami.

View all posts by DPW LDII Jawa Barat →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.