Rapimnas LDII 2014 – Abraham Samad: “KPK Butuh Dukungan LDII Cegah Korupsi”

Ketua KPK Abraham Samad pada Rapimnas DPP LDII (15/5) menegaskan Indonesia adalah sebuah negeri paradoksal. “Negeri ini kaya tapi kemiskinan masih di mana-mana. Kaya dari sisi Sumber Daya Alam tapi miskin dari produk dan penghasilan,” ujar Abraham Samad.

Menurut Abraham Samad secara geografi, Indonesia adalah negeri yang besar tapi kerdil dari segi produktif dan daya saing. Indonesia negara merdeka tapi juga negara yang terjajah. Dari segi politik merdeka tapi juga terjajah dari segi ekonomi oleh kapitalisme. Repotnya lagi, korupsi kian hari kian canggih.

“Sifat korupsi sangat masif, luas dan memprihatinkan serta mengalami evolusi. Menjadi kejahatan yang canggih atau white collar crime. Salah satu evolusi itu adalah tindak pidana pencucian uang. Juga mengalami regenerasi karena hampir sebagian pelaku korup saat ini adalah para generasi muda,” ujar Abraham Samad. Menurut Abraham Samad, KPK tidak dapat bekerja sendiri. Butuh dukungan berbagai lapisan masyarakat termasuk LDII. Korupsi mengakibatkan tingginya kemiskinan, pengangguran, utang luar negeri.

Menurut Abraham Samad korupsi adalah bentuk penyimpangan moral yang didorong oleh ketamakan. Seseorang melakukan korupsi ketikan tak bisa memenuhi kebutuhan, disebut sebagai Corruption By Need (kebutuhan), perasaan tak bisa berpuas diri mendorong orang untuk berprilaku korup, atau disebut Corruption By Greed (ketamakan). “Ironisnya korupsi banyak dilakukan oleh penyelenggara negara, yang kebutuhan mereka sudah diasilitasi negara dan telah diberikan gaji terbaik. Saya mendukung koruptor harus dihukum mati,” papar Abraham Samad.

Prestasi KPK

Menurut Abraham Samad, KPK telah menyelamatkan Rp 212,84 triliun dari sektor migas dan Rp 1,193 triliun dari sektor lain. Padahal infrastruktur KPK tidak begitu besar dibanding yang lain seperti Polri ataupun lembaga penegak hokum yang lain. Tidak akan mungkin KPK memberantas korupsi dengan penyidik yang hanya berjumlah sekitar 70-80 orang.

“Dengan keterbatasannya, KPK menggunakan skala prioritas dalam pemberantasan korupsi. Setiap harinya, unit pengaduan menerima laporan hampir 30 kasus. Selain itu, KPK menangani kasus-kasus tertentu yang dikategorikan sebagai grand korupsi, yaitu indikator pelaku seperti pejabat negara dan aparat penegak hukum dan yang kedua indikator kerugian negara yang cukup signifikan,” papar Abraham Samad.

KPK menyerahkan korupsi yang nominalnya kecil kepada kepolisian atau kejaksaan, namun terus diawasi  oleh KPK, sehinga pemberantasan korupsi bisa berjalan dengan baik. Menurut Abraham Samad ada area-area tertentu yang dilakukan pemberantasan, yang pertama konsentrasi melakukan pemberantasan menyangkut hajat hidup orang banyak seperti ketahanan pangan, karena hampir sebagian besar mengandalkan pertanian, perkebunan dan perikanan. Kedua, ketahanan energi karena Indonesia punya sumber daya alam yang kaya. Ketiga, sektor revenue (pajak) yaitu dari pendapatan negara. Inilah konsentrasi yang ditangani KPK.

“Pertanyaannya, kenapa kita harus mengimpor beras, daging dari negara lain? Setelah dilakukan observasi, ada regulasi yang dibuat sedemikian rupa, sehingga seolah-olah produksi dalam negeri tidak bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri sendiri. Ada permainan antara penyelenggara negara dengan mafia yang menguasai sektor-sektor ini. Bila tidak diproteksi, maka petani-petani akan rugi. Pemerintah harus mempunyai keinginan yang penuh agar sektor penting negara tidak boleh diliberalisasi”, paparnya dalam Rapimnas LDII 2014 hari ketiga di Balai Kartini, Jakarta (15/05).

KPK juga membuat kurikulum pendidikan anti korupsi di berbagai lembaga pendidikan. Sebab generasi muda sudah terjangkit korupsi. Jika para orangtua tidak mendidik anaknya anti korupsi, maka di masa depan akan menjadi generasi hedonis, konsumeristik, pragmatis. Padahal bangsa Indonesia bukan seperti itu. Yang menjadi nilai-nilai moral Indonesia, haruslah ditumbuh kembangkan dan dipertahankan. “Kejujuran, Kepedulian, Kemandirian, Disiplin, Tanggung Jawab, Kerja Keras, Sederhana, Keberanian, Keadilan. Inilah nilai-nilai anti korupsi yang juga disebut nilai-nilai integritas,” tutupnya mengakhiri presentasi. (Noni/LINES)

http://www.ldii.or.id/news/organisasi/1476-rapimnas-ldii-2014-abraham-samad-kpk-butuh-dukungan-ldii-cegah-korupsi.html
BERITA TERKAIT:
rmol.co
Samad Ajak Ribuan Kader LDII Cegah Budaya Korupsi
Kamis, 15 Mei 2014 , 17:52:00 WIB

Laporan: Samrut Lellolsima
ABRAHAM SAMAD

RMOL. Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) harus ikut aktif mencegah tindak pidana korupsi (Tipikor) yang saat ini sudah menjadi budaya di Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua KPK Abraham Samad dihadapan 1.500 peserta Rapat Pimpinan Nasional LDII di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (15/5).

“Mari LDII bersama dengan KPK ikut memberikan pendidikan antikorupsi kepada anak-anak sebagai bentuk pencegahan sejak usia dini,” kata Samad.

Samad mengatakan itu karena memang sekarang korupsi marak dilakukan anak muda. Rata-rata, pelaku kejahatan korupsi yang sudah divonis usianya masih 35 tahun ke bawah.

“Nazaruddin dan Angelina Sondakh, juga pegawai pajak yang baru-baru ini ditangkap usianya sekitar 25 tahun,” jelasnya.

Makanya, Samad menekankan bahwa pencegahan budaya korupsi harus dilakukan sejak usia dini. Seperti membuat kurikulum sekolah dan komik mengenai bahaya korupsi. Termasuk menjalin kerjasama dengan ormas keagamaan.

“Ormas seperti LDII ini kita harapkan bisa membantu KPK dalam memberikan pendidikan anak usia dini terhadap bahaya korupsi, sehingga mental korupsi bisa dicegah,” tandas dia.

Ketua Umum LDII Prof Abdullah Syam siap mengemban amanah dari Ketua KPK tadi. Dimulai dengan menyisipkan materi antikorupsi di seluruh pendidikan usia dini (PAUD),sekolah, dan pondok pesantren yang dikelola LDII.

“Kurikulum pendidikan LDII yang mengajarkan pendidikan karakter antikorupsi telah dimasukkan menjadi pelajaran wajib. Dan kita juga akan terus menjalin hubungan dengan KPK untuk mendapatkan masukan perbaikan pendidikan pencegahan korupsi,” kata Abdullah.

Dukungan dari LDII, menurutnya, meski terlihat sederhana tapi sangat mendasar dalam upaya pencegahan. Salah satu simbol komitmen dukungan tadi diwujudkan dengan melakukan tandatangan di atas kain putih berlatar belakang peta NKRI bersama ketua KPK dan seluruh jajaran pengurus LDII se-Indonesia.

“Korupsi ini bisa menyebabkan generasi mendatang semakin rusak, maka sudah menjadi kewajiban kita bersama mencegahnya,” tambah Abdullah. [zul]

http://www.rmol.co/read/2014/05/15/155367/1/Samad-Ajak-Ribuan-Kader-LDII-Cegah-Budaya-Korupsi?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

About DPW LDII Jawa Barat

Author dari jabar.ldii.or.id. Silahkan ikuti penjelasan LDII yang sebenarnya di website kami, sekaligus tabayyun dari kami.

View all posts by DPW LDII Jawa Barat →

3 Comments on “Rapimnas LDII 2014 – Abraham Samad: “KPK Butuh Dukungan LDII Cegah Korupsi””

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.