Para Pencari Lailatul Qodar (PPL), Itikaf Kejar Pahala Seribu Bulan

Para Pencari Lailatul Qodar (PPL), Itikaf Kejar Pahala Seribu Bulan

Lailatul qodar

Para Pencari Lailatul Qodar (PPL) melakukan itikaf di masjid untuk menggapai pahala seribu bulan. Dengan Beritikaf di masjid rame-rame ada dorongan semangat untuk menggapai pahala 1000 bulan.  Sebenarnya bisa juga dilakukan di rumah, hanya saja godaannya lebih besar.

Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan berpuasa sampai hari ke-21 hari ini.  Tadi Malam (malam ke 21 Ramadhan) kita telah memulai i’tikaf dalam rangka perburuan pahala yang pol yang terjadi hanya satu malam dalam setahun (di Bulan Ramadhan) yaitu “lailatul Qadar/Malam Qodar”.

Yap, Dalam 12 bulan (1 tahun), malam qodar/lailatul qodar hanya turun di satu malam, dan terjadinya hanya di Bulan Ramadhan, lebih tepatnya diantara 10 (sepuluh) malam yang akhir di Bulan Ramadhan. Mungkin pembaca yang budiman, masih terasa ya jejak-jejak rasa kantuk, agak sedikit lemes, atau bahkan agak meriang, apalagi yang dilanjut pagi ini harus beraktifitas lagi untuk bekerja, sekolah, kuliah, ngantar anak sekolah, ibu-ibu lanjut amal sholih ngagesruk nyuci baju, dll. Dan, ini kita persiapkan untuk malam-malam ke depan dalam pencarian mengejar pahala “lailatul qodar”.

Nah, tentunya kita harus punya dasar dong kenapa kita bersusah payah mengejarnya? berani begadang menahan kantuk, mengalahkan hawa nafsu hoream bin malas, dan pembelaan lainnya dalam rangka meraih pahala “lailatul qodar”. Singkatnya kita rela, iklash, ridho, senang, bangga, menyambut dengan suka cita sebagai “Para Pencari Lailatul Qodar (PPL).

NB: fyi (for your information), kalau serial PPT (Para Pencari Tuhan) di layar kaca mah sudah jilid 7,  sedangkan kita entah sudah jilid berapa menjadi PPL, kita tidak pernah menghitungnya, tapi mensyukurinya masih diberi umur dan kesempatan kembali di tahun ini, semoga kita bisa meraih pahala lailatul qodar seperti yang kita harapkan bersama dan tentunya berharap lebih baik, lebih bermakna dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sebetulnya apa sih “Lailatul Qadar/Malam Qadar” itu? Tentu hadirin sudah mahfum… ada yang menyebutnya “Malam-Lailatul Qadar”, padahal “Lail” = malam ya…kalau menyebutnya “malam lailatul qodar berarti mamal-malam qodar dong..hehe) tapi nggak apa-apa lah, tidak prinsip..kata temen saya sih “nggak dadhos pitakon kubur” (tidak jadi pertanyaan dalam kubur)..Gitu aja kok repot! he..he Hlalah kok malah ngelantur ke kubur segala….kita kembali ke lek..lok ya (leklok mah leuleus atuh), maksudnya: ke lap..top..

Lailatul Qodar Malam Seribu bulan

Allah SWT berfirman dalam QS.AlQodr 1-5 : QS.AlQodr ayat 1 : Inna anzalnaahu fii lailatul qodr.. sesungguhnya AKU (ALLOH SWT) menurunkan pada Alquran di malam Qodar (peristiwa nuzulul-quran)…Tah,  ALLOH SWT Tuhan kita, di saat Lailatul Qadar yang pertama kali, saat itu, Alloh SWT menurunkan Kitab Suci Alquran sebanyak 30 juz langsung yang diterima Malaikat Jibril, dari Louhil Mahfudz (tempat Allah menyimpan firman-firman-Nya) ke Baitul Izza (langit Dunia). NB: Adapun diturunkan pada Nabi Muhammad bertahap selama +- 23 tahun. Selanjutnya diterangkan kembali dalam QS.AlQodr ayat 2-3 “Tahukah kamu apakah lailatul qodr itu?Lailatul qodri khoirun min alfi syahrin…Lailatul Qodr, lebih baik dari “alfi syahrin” alias 1000 bulan.

” إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُالْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ”

“Sesungguhnya Aku (Allah) menurunkan berita ini dalam malam Qodr. Apakah yang engkau ketahui tentang Malam Qodr? Lailatul Qodr lebih baik dari seribu bulan”.

Kita bisa menggali kembali asbabul nujul kisah turunnya Surah AlQodar, diceritakan oleh Rasulullah Muhammad SAW bahwa ada kaum Bani Israil yang semasa hidupnya +- 80 tahun belum pernah melakukan kemaksiatan. Saat itu sahabat Rasul tercengang (kok ada ya orang sehebat itu) sehingga para shohabat bertanya apakah bisa kita mengejar pahala orang tersebut yang begitu hebatnya. Rasul menjawab : “Lailatul Qodri khoirun min alfi Syahrin.. artinya amalan yang kita kerjakan di malam Qadar pahalanya lebih baik dari 1000 bulan (kalau dikonversi ke “tahun” selama kurang lebih 83 tahun)..

19426 – أَخْبَرَنَا يُونُسُ، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، حَدَّثَنِي مَسْلَمَةُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ عُرْوَةَ قَالَ: ذَكَرَ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا أَرْبَعَةً مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَبَدُوا اللَّهَ ثَمَانِينَ عَامًا، لَمْ يَعْصَوْهُ طَرْفَةَ عَيْنٍ فَذَكَرَ أَيُّوبَ وَزَكَرِيَّا وَحِزْقِيلَ بْنَ الْعَجُوزِ وَيُوشَعَ بْنَ نُونٍ قَالَ: فَعَجِبَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ ذَلِكَ فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ عَجِبَتْ أُمَّتُكَ مِنْ عِبَادَةِ هَؤُلاءِ النَّفَرِ ثَمَانِينَ سَنَةً لَمْ يَعْصَوْهُ طَرْفَةَ عَيْنٍ، فَقَدْ أَنْزَلَ اللَّهُ خَيْرًا مِنْ ذَلِكَ. فَقَرَأَ عَلَيْهِ إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ هَذَا أَفْضَلُ مِمَّا عَجِبْتَ أَنْتَ وَأُمَّتُكَ: فَسُرَّ بِذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالنَّاسُ مَعَهُ «3» .

… dari Ali bin Urwah mengatakan: Rasulullah SAW bercerita suatu masa ada empat orang Bani Isroil beribadah kepada Allah delapan puluh tahun tidak pernah melanggar pada Allah sekejab matapun (Rasulullah SAW) menyebutkan mereka adalah Ayub, Zakaria, Hizkil bin A’juz dan Yusak bin Nun. Ali mengatakan maka para sahabat Rasululllah SAW takjub terhadap mereka. Maka Jibril datang pada Nabi dan berkata,”Wahai Muhammad umatmu terheran-heran terhadap mereka, beribadah selama delapan puluh tahun tanpa berbuat dosa sekejap matapun. Maka sesungguh Allah menurunkan yang lebih baik daripada demikian itu. Maka Jibril membacakan pada Rasulullah SAW;

Apa nggak MANTABS tuh! semalam kita beramal pahalanya bisa melebihi yang diceritakan Rasulullah tadi..emang jadi umat Nabi Muhammad kita harus bersyukur, amalannya dikit tapi tarikannya maaanngg, kuenceeeng!, pahalanya guwede (saking besarnya) bisa menyamai umat sebelumnya… So, beramal satu malam di malam qodar, dimana saat malam qodar itu turun, amal ibadah kita dihitung oleh Alloh SWT lebih baik dari 1000 bulan/83 tahun tadi.

Dikisahkan dalam Al-hadits bahwa sebenarnya Rasulullah sudah diberi “bocoran”nya kapan tepatnya “lailatul Qadar” terjadi, hanya saja Rasulullah SAW dilupakan oleh Alloh, sehingga saat shohabat tanya kapan sih turunnya lailatul qodar, Rasulullah hanya menjawab : ” Carilah Lailatul Qadar itu di 10 malam yang terakhir (di bulan Ramadhan). “

1770 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ: «يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ، فَسَافَرَ عَامًا، فَلَمَّا كَانَ مِنَ الْعَامِ الْمُقْبِلِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْمًا» __________ [حكم الألباني] صحيح

… dari Abiyin bin Ka’bin sesungguhnya Nabi s.a.w. itikaf sepuluh hari akhir dari bulan Ramadhan. Maka pada tahun perjalanan (10 Hijriyah). Ketika pada tahun beliau (Nabi) diwafatkan, Nabi itikaf dua puluh hari. [Hadist Ibnu Majah no. 1770 Kitabushiam]

Dalam Hadits lain, Rasul bersabda: “Carilah malam Qadar di Malam yang Ganjil : malam 21,23,25,27)… Sehingga tak heran “Para Pencari Lailatul Qadar (PPL)” biasanya di 10 malam terakhir itu ada yang memilih mencarinya di malam-malam ganjil saja…sehingga di malam-malam genap biasanya masjid mendadak corengcang alias agak sepi…padahal kalau kita mau dapet pahala yang besar / pol tersebut ya usahakan (kalau sehat dan kuat) kita geber saja di 10 malam terakhir tanpa ampun…he..insyaAllah kalau kita gribig semua malam di 10 malam terakhir itu, maka pahala pol di malam qodar akan kita raih. Rasulullah SAW hanya diberi tahu ciri-cirinya saat lailatul qodar diantaranya hujan gerimis, siangnya panas, dan khalayak masjid terserang kantuk berat…

Oh, ya ada istilah i’tikaf di Masjid, apa sih maksudnya..? i’tikaf secara harfiah adalah “diam” (beribadah) di dalam Masjid. Seperti dicontohkan Rasulullah SAW karena beliau sudah berniat itikaf maka mempeng ibadah di dalam masjid sampai untuk urusan sisir rambut saja hanya mengeluarkan kepalanya untuk disisiri oleh Ibu Aisyah ummil mu’miniin..jadi Rasulullah tidak keluar masjid kecuali untuk keperluan buang air kecil/besar. ya kalau di 10 malam terakhir kita beribadahnya di masjid, selain dapat pahala lailatul qodar juga dapat pahala itikaf..

Para Pencari Lailatul Qodar (PPL) melakukan itikaf di masjid untuk menggapai pahala seribu bulan. Dengan Beritikaf di masjid rame-rame ada dorongan semangat untuk menggapai pahala 1000 bulan.  Sebenarnya bisa juga dilakukan di rumah, hanya saja godaannya lebih besar.

Memang, walaupun di rumah kalau kita berniat mencari lailatul qodar ya bisa, cuma kalau di rumah kita tidak dapat pahala itikaf..gitu lho..Jadi bagi yang memang ada udzur/halangan, tenang aja masih bisa kok mendapat pahala lailatul qodar di rumah/di bumi Alloh yang lain, asal memang berniat mencarinya yang dibuktikan dengan amal ibadah..khan aneh ya mencari pahala lailatul qodar tapi di depan layar kaca…? atau sambil maen game….ah eta mah teu pegeh atuh namanya..he he becanda Gan..jangan dikasih “bata” atau lapor hansip ya… 🙂

Target Lailatul Qodar

Dalam Bulan Ramadhan kita warga LDII sudah punya 5 target yang disebut 5-SUKSES (Sukses Puasa, Sukses Sholat Tarawih, Sukses Membaca AlQuran, Sukses Lailatul Qodar & Sukses Membayar Zakat Fithrah)..Tentunya Target Sukses lailatul Qodar itu perlu kita persiapkan strategi, dengan perencanaan (lha wong kata orang bisnis aja kalau tidak punya perencanaan berarti merencanakan “kegagalan”). Paling tidak dengan “target” kita punya amunisi yang bernama “motivasi”.

Nah, biar sukses, dalam setiap malam malam 21 s.d terakhir, dari mulai maghrib s.d terbit fajar,” Hiya hatta mathlail fajr” untuk pencarian pahala pol lailatul qodar ini kita tentu harus punya target, mau ngapain nih kita, apa yang harus kita amalkan untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya..kalau sekenanya ya hasilnya juga ingsyaAllah tidak maksimal..Dengan amalan tertarget, ingsyaAllah kita termotivasi/terpacu untuk mengamalkannya sehingga pencarian lailatul qodar bisa kita isi dengan berbagai amalan tertarget, misal istighfar 1000x, sholat tasbih, membaca sholawat 1000x, membaca alquran, dsb…

lihat contoh di bawah : nanti tinggal kita tinggal check list/contreng saja yang kita amalkan, sehingga kalau tahun depan kita diberi umur kita bisa evaluasi untuk lebih baik lagi. Download “Target Sukses Lailatul Qodar” klik tautan berikut : http://bit.ly/13reMPn

Doawnload Petunjuk Urutan Berdoa 1/3 (sepertiga) malam+Asmaul Husna+ PR 1 sd 13+” klik tautan berikut ini, klik!                                    Semoga bermanfaat.

Yakin bahwa sampai saat ini belum terjadi orang yang melek mencari pahala lailatul qodar, besoknya masuk rumah sakit… Nah, lailatul qodar itu hanya terjadi satu malam, dan itu juga hanya terjadi di bulan Ramadhan yang terjadi sekali dalam setahun, yang tahun depan belum tentu kita masih hidup/masih belum ditarik dari peredaran…khan sayang ya kalau kita sia-siakan..? Akhirnya, semoga ALLOH SWT memberi kita kekuatan, kesehatan, keshobaran, keamanan,keselamatan & kebarokahan, rezeqi yang manfaat & barokah hingga dapat meraih pahala lailatul qodar..aamiin Ayo mang, tarik jabrix…lets go to get “lailatul Qadar” reward from Alloh SWT…!

Bantu Share Artikel ini Ya... 🙂

About DPW LDII Jawa Barat

Author dari jabar.ldii.or.id. Silahkan ikuti penjelasan LDII yang sebenarnya di website kami, sekaligus tabayyun dari kami.

View all posts by DPW LDII Jawa Barat →

One Comment on “Para Pencari Lailatul Qodar (PPL), Itikaf Kejar Pahala Seribu Bulan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.