Mudi-mudi LDII Menuju Wanita Shalihah Berbekal Skill

Mudi-mudi LDII Menuju Wanita Shalihah Berbekal Skill

Video di atas merupakan dokumentasi generasi wanita yang merupakan komponen muda/i DPD LDII Kota Bandung di wilayah Bandung sebelah Timur.

Wanita Shalihah merupakan Salah Satu Kebahagiaan Seorang Suami.

Dalam tulisan di blog : http://bdg-timur.blogspot.com/2013/04/mamih-menantumu-nggak-bisa-memasak.html berjudul ” Mamih, Menantumu Nggak Bisa Memasak!silakan di klik di sini !..,  melukiskan kadang begitu besar ekspektasi sang mertua terhadap sang menantu dan betapa pentingnya keterampilan bagi mudi-mudi / para generasi wanita dalam mempersiapkan dirinya menyongsong kehidupan selanjutnya. Untuk menjadi wanita shalihah tentu selain bekal kefahaman agama, akan lebih sip lagi bila para generasi wanita membekali dirinya dengan berbagai keterampilan.

Bagi seorang muslimah, menjadi seorang wanita shalihah adalah tugas suci. Bukan sebuah pilihan tapi adalah keharusan. Seorang istri surganya ditentukan oleh ridhanya suaminya. Suaminya merupakan jembatan emas bagi seorang muslimah untuk masuk surga.

Pembaca yang budiman, tentu pernah mendengar kisah seorang wanita di zaman Rasulullah yang bernama Muthiah. Ia begitu takdzimnya kepada suaminya sehingga ia menyiapkan sebuah cambuk di meja makan suaminya. Ia sudah berusaha sebaik mungkin melayani suaminya, tapi bila suaminya belum ridha, ia rela di cambuk. masyaAllah! Dan, wanita inilah yang membuat Ibu Aisyah istri Rasulullah penasaran saat diceritakan ada seorang wanita yang derajat surganya begitu tinggi. Sehingga Ibu Aisyah sengaja datang ke rumah Muthiah untuk membuktikan ucapan Rasulullah dan apakah gerangan yang telah dilakukan Muthiah sehingga surga begitu tinggi. Ketika masuk ke Rumah Muthiah, ia tidak begitu saja mempersilahkan masuk Ibu Aisyah sampai dapat izin suaminya dulu. Di Lain kesempatan Ibu Aisyah datang dengan cucunya Hasan, tapi ditolak masuk karena untuk Hasan, Muthiah belum izin kepada suaminya untuk memperbolehkan masuk rumah. Sampai akhirnya Ibu Aisyah melihat sebuah cambuk di meja makan Muthiah.

Di zaman modern ini, terkadang karena tidak dibekali skill memadai atau mungkin karena tidak ada medianya sehingga kadang-kadang para remaja putri belum siap saat dewasa untuk mandiri, apalagi bila diqodar ke jenjang pernikahan. Tentu, insyaAllah wanita yang “siap dalam segala hal” akan lebih disayang suami dan mertua.

Menjadi muslimah berkepribadian wanita shalihah dengan bekal keterampilan, tentu menjadi dambaan semua pihak.

Let’s Prepare Yourself to be a Lovable Wife..

Girls, Persiapkan diri kalian agar menjadi istri yang dicintai. Menjadi Wanita Shalihah PluS!

About DPW LDII Jawa Barat

Author dari jabar.ldii.or.id. Silahkan ikuti penjelasan LDII yang sebenarnya di website kami, sekaligus tabayyun dari kami.

View all posts by DPW LDII Jawa Barat →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.