LDII Tak Menutup Diri

Advertisements
Rabu, 05 desember 2012 00:35 WIB
MARGACINTA (GM) – Keberadaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sebagai salah satu ormas Islam lebih membuka diri kepada siapa pun, khususnya dalam menyampaikan dakwah.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Jawa Barat, H. Bahrudin, M.M. saat dikonfirmasi “GM” di Jalan Marga Asri No. 9, Margacinta, Bandung, Selasa (4/12).

Menurut Bahrudin, masih adanya anggapan masyarakat yang menyebutkan LDII umumnya mereka tidak mengetahui keberadaan dakwah LDII sebenarnya. “Sejak 2009 lalu, LDII sudah berubah paradigma khususnya dalam berdakwah, terlebih sebagai ormas Islam yang dapat merangkul semua kalangan,” katanya.

Disisi lain, lanjut Bahrudin, keberadaan LDII sebagai ormas Islam yang telah memiliki paradigma baru dan bukan penerus/kelanjutan maupun menyebarkan ajaran Islam jamaah yang dilarang pemerintah.

“LDII kini tidak menggunakan atau menganut sistem keamiran yang bersifat tertutup,” tandas Bahrudin.

Masih menurut Bahrudin, pihaknya tidak menganggap umat Islam di luar LDII sebagai kafir atau najis sehingga masjid LDII terbuka untuk umum. Selain itu, pihaknya pun bersama ormas Islam lainnya mengikuti landasan Alquran dan hadis. Terlebih lagi, ada istilah masjid LDII karena semua masjid rumah Allah yang harus dimakmurkan.

Menyinggung jumlah anggota pengurus LDII, Bahrudin menyatakan, khusus di pengurusan DPW Jawa Barat ada 50 orang, dan 26 DPD kab/kota dengan pengurus rata-rata 40 orang. Belum lagi, tingkat PC di setiap Kecamatan yang berjumlah 291 PC, serta pengurus 276 PAC tingkat kelurahan.

Meyakinkan MUI

Sementara Sekretaris Umum MUI Jawa Barat, Drs. H.M Rafani Achyar, M.Si. menyatakan, para pengurus dan pimpinan LDII memang aktif bersilaturahmi dengan MUI baik tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota dengan maksud untuk meyakinkan MUI bahwa LDII sekarang berbeda dengan Islam jamaah atau Lemkari.

Di sisi lain, lanjut Rafani, landasan berpikir keagamaan sebagaimana yang telah ditetapkan MUI dalam fatwa Taswiyatuh Al-Manhaj, dan penyamaan metode gerakan dalam fatwa Tansiq Al-harakah. Salah satu amal usaha andalan mereka adalah model pendidikan yang diberi nama model amal saleh (MAS).

(B.46)**
sumber : http://www.klik-galamedia.com/ldii-tak-lagi-menutup-diri
Bantu Share Artikel ini Ya... 🙂

About admin

Kontributor Website Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Barat, Organisasi Dakwah/Ormas Islam Resmi & Legal, Berbadan hukum.

View all posts by admin →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.