LDII Jabar| Lembaga Dakwah Islam Indonesia Jawa Barat

LDII Sesat, Berbahaya? Wuidih Serem Amat..!

ldii-sesat

LDII Bukan Aliran Sesat

   …sepertinya hanya orang-orang yang ketinggalan informasi/berita, hanya orang-orang yang tidak mengikuti berita, yang masih menganggap & termakan isyu-menyesatkan yang mengatakan LDII Sesat, LDII Berbahaya.

Dalam perjalanan sejarah LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), LDII telah mengalami berbagai macam fase, ada 4 (empat) fase yang dialami LDII, yakni:

1. Fase marginalisasi dimana LDII sebagai ormas dimarginalkan/dipinggirkan bahkan mungkin tidak dipandang sebelah mata pun

2. Fase kontroversi dimana ada yang pro dan kontra terhadap LDII,

3. Fase Konsensus masa dimana LDII sudah merupakan salah satu pilihan diantara berbagai ormas yang ada, ibaratnya misal orang senang sepakbola : ada yang senang memilih Manchester United (MU) ada yang memilih Chelsea, dll. analoginya juga sama dengan orang yang senang minum soft drink ada yang senang coca-cola, pepsi cola, 7 up, sprite, temulawak (yang terakhir disebut mah bukan softdrik, hehe) dll..lah kok jadi promosi nih, hehe.. dan saat ini LDII dalam tahap kontribusi.

4. Fase Kontribusi dimana peran LDII sebagai ormas berperan aktif baik memberikan masukan kepada pemerintah/lembaga terkait, maupun terjun langsung dalam berbagai kancah pembangunan di berbagai bidang baik bidang dakwah/keagamaan sebagai bidang garapan LDII maupun bidang lain seperti dalam bidang kesehatan,penghijauan/ go green, ekonomi & politik. Semua yang dilakukan LDII (warga maupun pengurusnya/institusi) dalam koridor ibadah. Memang kami niatkan untuk ibadah. Kalau ada yang menyangka lain-lain, ya itu hak mereka.

Sebagai contoh LDII melaksanakan gerakan go green dari tingkat pusat (Dewan Pimpinan Pusat/ DPP), Propinsi (Dewan Pimpinan Wilayah/DPW), Kota/Kab (Dewan Pimpinan Daerah/DPD), maupun Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC). Gerakan go green sejatinya adalah ibadah, silakan baca LDII Makna Gerakan Go Green LDII, klik!

LDII dalam 1-2 tahun belakangan ini, tanpa terasa sudah terjadi rekonsiliasi dalam berbagai level, baik level negara, level ulama maupun masyarakat.

Dalam level negara : dalam acara Rakernas LDII di Bogor beberapa waktu yang lalu (11-12 April 2012), Pak Wapress Boediono hadir memberikan sambutan atas nama Presiden RI dan acara dibuka oleh Mentri Agama RI Suryadharma Ali, termasuk hadir memberikan materi Wakapolri Komjen Nanan Sukarna, kepala BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Teroris) dan tokoh-tokoh nasional lainnya seperti Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, dll.

Dalam Level Ulama: Pondok Kediri LDII sebagai basis ilmu yang diajarkan kepada santri-santri / calon mubaligh mubalighoh LDII telah dikunjungi oleh para ulama yang ingin meninjau langsung kegiatan belajar mengajar santri-santri LDII dan melihat langsung ajaran apa yang diajarkan LDII di pondok tersebut. Beberapa tokoh Ulama yang telah mengunjungi pondok LDII misalnya KH. Walid Marhaban Adnan (Ulama Bakongan Aceh), KH. Zulfikar Hajar (Medan), Ketua MPU Kab.Semelu Aceh KH.Muchlis S.Ag, Ketua MUI Sulsel Dr. Abdurahim Yunus MA, Prof. Minhajudi, MA, Prof.Dr.H.Muh. Galib, MA dan lain-lain.

Level Sosiologis : ditandatanganinya nota kesepahaman /Memorandum of Undestanding (MoU) antara DPP LDII dengan PB NU (Nahdlotul Ulama) yang berisi 5 hal yaitu : 1. Dakwah Deradikalisasi   2.Pendidikan  3. Ketahanan Pangan  4. Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana  5. Menjaga NKRI.

Beberapa kegiatan LDII yang merupakan upaya kontribusi dan bersifat substansial, diantaranya :

– LDII diundang dalam ijtima’ Ulama di Cipasung tahun 2012

– LDII diundang dalam sidang isbat penentuan 1 Romadhon, 1 Syawal dan 1 dzulhijah

– Ketua Umum dan beberapa pengurus DPP LDII diterima Mendagri Gamawan Fauzi dan LDII diakui secara legal dalam tingkat Nasional dengan  dikeluarkannya SKT (Surat Keterangan Terdaftar).

– Ketua Umum ditunjuk sebagai bagian dari Amirul hajj tahun 2012

– LDII mengikuti undangan pemerintah (cq DEPAG) mengikuti pelatihan isbat, Februari 2013

Dalam Bahasa manajemen fase yang dialami LDII dalam perjalanan sejarahnya adalah fase forming (membentuk), storming (kontroversi), Norming (normalisasi) dan performing (performance, kontribusi)

…sepertinya hanya orang-orang yang ketinggalan informasi/berita, yang tidak mengikuti berita, yang masih menganggap/termakan isyu menyesatkan mengatakan LDII Sesat, LDII Berbahaya. Atau memang karena sakit hati sehingga begitu bencinya terhadap LDII, entah mengapa penyebabnya..

Sepertinya hanya orang yang ketinggalan informasi/ketinggalan berita, yang tidak mengikuti berita yang masih menganggap/termakan isyu dan memberikan stigma LDII Sesat, LDII berbahaya. kemungkinan lainnya tuduhan dan stigma negatif tersebut berasal dari mereka yang merasa sakit hati mungkin pernah tersinggung atau ada keinginan di LDII yang tidak tercapai. Masih saja LDII difitnah dengan tuduhan keji bahwa LDII adalah organisasi sesat dan berbahaya, padahal kami ini jinak-jinak tidak berbahaya lho..masih saja ada yang termakan isyu bahkan menyebarkan isyu tidak bertanggung jawab tersebut tanpa tabayyun terlebih dahulu. Info menyesatkan tersebut diterimanya mentah-mentah, bulat-bulat, langsung di copas (copy paste)..Bahkah para akademisi yang notabene mereka adalah orang terpelajar yang seharusnya memahami bahwa acuan berita yang tidak ilmiah dan sepihak tentu tidak bisa dijadikan rujukan.. hayya!

Ketua Umum DPP LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), Prof DR Ir KH. Abdullah Syam, M.Sc menegaskan, keberadaan LDII bukan aliran atau ajaran sesat sebagaimana anggapan yang bergulir di tengah masyarakat,.

Hal ini dikarenakan masyarakat tidak tahu LDII yang sebenarnya, sehingga muncul anggapan LDII aliran sesat dan stigma negatif lainnya.Ditegaskannya, perlu diketahui LDII dalam dakwahnya tidak mengkafir-kafirkan dan menajiskan orang. LDII bukan penerus atau ajaran Islam jamaah, tetapi LDII berada untuk memperbaiki akhlak masyarakat dengan dakwah.

Untuk itu, LDII telah memberi klarifikasi ke MUI Pusat tentang stigma (anggapan) yang bergulir di tengah masyarakat. Tentu dalam hal ini banyak orang tidak senang, bukan karena segi pemahaman ajaran, tetapi ada kesalahpahaman komunikasi saja.

Ada berita yang cukup menggelitik, katanya:  “hati-hati” kalau mengikuti pengajian LDII, nanti bisa terpengaruh dan tidak bisa kembali…heyhey aya-aya wae. Tapi ini kisah nyata lho, beneran lho hati-hati kalau mengikuti kegiatan/pengajian LDII, bisa-bisa Anda terhipnotis dan tersesat di rimba belantara LDII. Cerita nyata ini saya dapatkan dari blog tetangga yang tersesat ke rimba ldii http://perlengkapan-mbahman.blogspot.com/2012/04/tersesat-ke-ldii.html

…..akhirnya aku tahu dan tersadar, bahwa aku baru saja masuk dan tersesat di dalam Rimba LDII yang terkesan menyeramkan. Tapi sama sekali aku belum tahu tentang seramnya rimba LDII. Aku cuma tahu semua sama, semua saya ikuti.Ya…semua sama, dan semua kuikuti.  Tapi beberapa waktu setelah aku rutin duduk mendengarkan Si Penyampai yang telaten menyampaikan isi Al-Qur’an dan Al-Hadis pikiranku dan hatiku berubah. Hari berganti hari bulan dan tahun, tak terasa aku semakin jauh masuk kedalam Rimba LDII. Barulah suatu saat aku dengar ‘Jangan sekali-kali masuk kesitu, karena tidak bisa kembali.’ Ya betul sekali…itulah yang saya alami. Dan suara-suara diluar rimba sana yang selalu menderu melewati udara rimba yang rindang ini, sama sekali tidak berpengaruh padaku. Yang katanya ini, itu, anu ternyata belum pernah aku temukan dan alami…. Itulah pengalamanku….

Apapun isyu yang berkembang di masyarakat bahkan di dunia maya ini, yang jelas LDII akan jalan terus berdakwah, beramal shalih dan niat Karena-Alloh (lillahi ta’ala) demi tegaknya Dienul Islam dan li ‘ila ‘i kalimatulloh alias mengagungkan Kalimah Alloh. Yang pasti kami percaya dalil : “wamakaruu wamaakarulloh, Walloohu Khoirul Maakiriin..”  …”mereka berupadaya, Alloh akan berupadaya mengalahkan upadaya mereka, dan Alloh sebaik-baiknya Yang Berupadaya..

Ya biasalah namanya juga orang banyak, rambut sama hitam namun pendapat berbeda. Ada yang senang terhadap LDII ada juga yang  tidak senang entah apa alasannya. Bahkan ada yang sudah bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun mengikuti kegiatan LDII , eh tiba-tiba mengatakan keluar dari LDII, merasa tertipu mengikuti LDII dan malah menyerang LDII, menjelek-jelekkan LDII ini dan itu. Saat ini sudah banyak orang terpelajar yang tentunya tidak begitu saja mudah tertipu dengan statement-statement mereka, lha bagaimana mungkin mereka bisa tertipu begitu lamanya di LDII sampai bertahun-tahun dan berpuluh tahun mengikuti kegiatan LDII, lama banget mereka baru sadar ya kalau memang mereka tertipu..kok bisa ya, ah yang bener aje.. Ada juga yang mengatakan kalau keluar dari LDII akan dikejar-kejar untuk dibunuh, wuidih serem amat, buktinya salah satu pentolan yang keluar dari LDII dan menjadi pemfitnah LDII selama ini, buktinya meninggal tidak karena di bunuh, malah meninggal dengan sendirinya karena memang jatah hidupnya sudah berakhir, bukankah yang berhak mencabut nyawa hanya Alloh dengan menugaskan malaikat izroil..? Kejam banget ya menyangka LDII sebiadab itu..

Warga LDII tidak memiliki kartu anggota, jadi bebas-bebas saja mengikuti pengajian dan kegiatan LDII. Daripada termakan isyu yang macam-macam, lebih baik ikuti saja kegiatan dan pengajian-pengajian LDII atau bahkan anda bisa berpura-pura mengikuti semua kegiatan LDII, gampang khan.. Buktikan sendiri kebenaran isyu yang berkembang selama ini. Buktikan sendiri isyu yang berkembang bahwa Kalau sholat di masjid-masjid yang dikelola LDII maka bekasnya akan di pel. Repot amat ya jadi warga LDII kalau demikian. Bisa dibayangkan masjid-masjid/ mushola LDII yang lantainya berlapis karpet harus selalu di pel/dicuci, kayaknya kita harus mendirikan lembaga laundry LDII khusus untuk mengepel/mencuci karpet-karpet yang dipakai sholat selain warga LDII..hehe.. itu mah isyu 15 tahun yang lalu yang anehnya masih saja ada yang termakan isyu tersebut..waah kayaknya orang-orang yang gampang termakan isyu nih, please weak up man..capee deh!

Alangkah bijaknya dan alangkah indahnya jikalau umat muslim tidak saling sesat menyesatkan, tidak saling menjegal, tidak mengembangkan sikap-sikap dan perilakau yang memecah belah umat, apalagi yang merasa dirinya kaum terpelajar dan ulama janganlah membuat bingung umat Islam ini dengan menebar fitnah, kebencian dan permusuhan, bukankan seharusnya tidak begitu? Saudara-saudariku sesama umat Muslim, mari hidup berdampingan, menebar kebajikan dan dakwah yang menyejukkan, mari kita garap bidang garapan masing-masing dalam pembinaan umat. Toh tujuan akhir kita sama yaitu masuk surga selamat dari neraka, kitab suci kita sama yaitu berpedoman pada Alquran dan Al Hadits, Nabi kita sama yaitu Nabi Muhammad SAW, Ibadah haji kita sama ke Mekkah almukaromah, rukun Islam kita sama, rukun iman kita sama, hanya beda bendera saja. apalah artinya, itu khan hanya persyaratan berorganisasi saja bukan tujuan (orang kumpul-kumpul harus ada wadah), apa untungnya menjelek-jelekkan komunitas lain. Masa sih hanya karena urusan furuiyah /praktek ibadahnya berbeda dikit, lalu di cap ldii sesat ? yang diamalkan warga LDII hanya yang ada di dalam kitabulloh dan Al Hadits, lha kalau yang mengamalkan Quran Hadits dianggap sesat, yang bagaimana yang tidak sesat???

Akhirnya sebagai penutup tulisan ini, kami sama sekali tidak takabur (naudzubillah min dzalik). Semuanya kamipasrahkan kepada Alloh SWT, kami hanya mengandalkan nashrumminalloh,kami bukanlah siapa-siapa bukan apa-apa, kami bukan “super” kami bukan “star” kalau digabungin kami bukan “superstar”, yang penting LDII tidak salah niat dalam beribadah, selebihnya dipasrahkan/diserahkan kepada Alloh.  Silakan Anda bisa menilai sendiri dan rasakan sensasinya!

Baca juga Artikel berikut: http://www.jabar.ldii.or.id/informasi-terbaru-tentang-eksistensikeberadaan-ldii-2013/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Bantu Share Artikel ini Ya... 🙂
: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

54 Comments

  • Didi Wargaprawira says:

    Ass Tulisannya benar dan jelas , semoga memberikan pencerahan kepada mereka yang masih bingung atas informasi negatif yang muncul dan apa saja yang dipelajari dan di kaji oleh LDII akan menambah kesadaran sesama umat muslim/muslimah untuk membangun umatnya menjadi baik yang sholeh dan sholehah sesuai tuntunan Alloh dan RosulNya, wass

    • waslkm.wrwb…aamiin pak,mudah-mudahan penjelasan sederhana ini menjadi tabayyun kepada sesama umat muslim/muslimah yang masih bingung dengan pemberitaan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan yang tendensinya sangat jelas memecah belah umat dan tidak mengedepankan ukhuwah Islamiyah, juga bagi pihak-pihak yang memerlukan informasi tentang LDII..ajzkh

    • stiara sungkar says:

      perbedaan pendapat itu rahmat, kalau sudah ada yang berbeda kembali pada al-quran dan ajaran nabi Muhammad, jangan menegakkan benang basah,kita jangan Asik urus Mazhab orang karena tak sesuai dengan yang di anutnya dan karena tak disanjung

  • Go internet Sehat says:

    Daripada termakan isyu/fitnah, lebih baik ikuti saja kegiatannya/pengajiaanya LDII..buktikan sendiri saja lah, seperti disebutkan dalam tulisan di atas, Anda khan bisa pura-pura ikut dulu..cuma hati-hati ntar keenakan dan betah di LDII lho, hehe…

  • marwan says:

    Betul sekali, yang menganggap LDII-Sesat itu karena belum tahu sebenarnya dan hanya karena informasi dari pihak-2 yang nggak senang. Sebaiknya langsung datang ke tempat-2 pengajian atau kantor LDII untuk mendapatkan penjelasan.
    salam..

  • Abdulatif Rokhman says:

    Mari berlomba-lomba mencari tingkatan yang paling tinggi di akherat. pihak-pihak yang karena tidak tahu ikut menjelek-jelekkan LDII menjadi pupuk untuk perkembangan LDII, semoga mereka mendapat hidayah. bagi yang sengaja menganggap LDII sesat, sebenarnya dosa yang paling besar disisi Alloh adalah sirik, mengapa energi mereka tidak digunakan untuk perjuangan menghadapi syirik yang ada dimana-mana kalau memang mereka lillahi ta’ala

  • KATRESNA says:

    Kalau sumbernya sama dan ada kemauan untuk membedah kandungan Qur’an, Hadits ( Mengaji ) supaya dapat dipahami sehingga kita dapat mengamalkannya sesuai Ajaran Qur’an dan Hadits. Pasti kita mempunyai presepsi yang sama, sayangnya tidak semua orang mau mempelajari isi dari Qur’an dan Hadits. Ya seperti saya dulu merasa cukup hanya mendengar ceramah para Ustadz di Radio atau TV atau di Masjid lingkungan dll.
    Ga pernah isi kandungan Qur’an dan Hadits di pelajari, Buat saya Hadistnya aja Ga punya juntrungannya juga ga tau.
    Metode yang diajarkan oleh Mubaligh- mubaligh LDII untuk membuka makna dan kandungan Qur’an dan Hadits sangat mudah diterima dan dimengerti.AZKK, Terima kasih para pengurus LDII dan Mubaligh- mubaligh.

    • @semua pengunjung Jabar.ldii.or.id,
      Alhamdulillah jazaakumulloohu khoiro…InsyaAllah Alloh SWT senantiasa meridhoi selama kita memurnikan agama dan tidak salah niat (selalu niat karena-Alloh semata)..
      Ajzkh.Terima kasih sudah mampir dan memberikan energi positif buat seluruh Pengurus dan Mubaligh-mubaligh di lingkup LDII. Semoga Alloh selalu paring aman, selamat, lancar, berhasil dan barokah (aslbb)..aamiin

  • edy omsyah siregar says:

    aljzkllhrn,sudah dalilnya agama yang benar itu selalu digegeri yang penting kita jangan sampai terpengaruh kita laksanakan 6 tobiat luhur secara konsekwen dan membumi sehingga kita akan mampu mengahadapi tangtangan apa saja yang coba2 menghantam kita dari segala arah.

  • kang mas X says:

    saya tertarik ingin mencoba, tapi saya terlalu hitam menjalani dunia.. Masih ada pengampunankah utk orang seperti saya??

    • Selama nafas masih dikandung badan, tidak ada kata kata terlambat, maksudnya pintu taubat masih terbuka lebar..Saudaraku, ada sebuah cerita dalam Hadits ada seorang yang telah,membunuh 99 orang kemudian ia ingin bertaubat, akhirnya ketemu seorang guru dan bertanyalah ia apakah dosanya masih terampuni. Sang guru menjawab “tidak bisa”. Akhirnya sang guru dibunuhnya. Namun ia terus bertekad ingin bertaubat, sehingga dalam perjalanan pertaubatannya ia mati. Malaikat rohmat rebutan dengan malaikat lain mengenai arwah orang tsb apakah ia tergolong orang yang diberi rohmat ataukah tergolong ahli neraka. Kemudian Alloh menghukumi, hitunglah jarak perjalanan ia menuju taubatnya, lebih jauh mana jarak yang ia tinggalkan dari dosa-dosanya/jarak menuju taubatnya ataukah lebih besar perjalanan dosanya. Ternyata lebih besar menuju taubatnya, sehingga akhirnya ia diampuni dan diberi rohmat. Kewajiban kita hanya berusaha bertaubat selebihnya Alloh lah yang berkenan mengampuni kita. Lebih baik menjadi “mantan preman” dan menjadi orang beriman, daripada menjadi “mantan ustad” atau malah mantan orang iman. Banyak di LDII seperti yang demikian dulunya tidak mengenal agama, tidak mengenal hurus alif bingkeung-bingkeung acan, malah ada yang “tukang bobok tukang tarok, malah maaf,”tukang morosotkeun anderok”, namun setelah ngaji malah jadi orang yang faham. Yang diperhitungkan oleh Alloh adalah pungkasan hidup kita dalam keadaan beriman atau tidak. Walaupun dulunya ahli ibadah namun kalau saat kematiannya malah maksiat, itu yang termasuk gagal. Sebaliknya dulunya dari dunia hitam, merah, oranye dll, namun kalau saat meninggal ia dalam keadaan beriman, maka orang tersebut termasuk orang yang bejo alias beruntung. Manusia tergolong beberapa golongan, ada yang lahirnya iman, hidupnya iman, matinya dalam keadaan beriman (waah untung banget ni yg seperti ini). Ada juga yang lahirnya iman, hidupnya iman, matinya tidak beriman (rugi besar). Ada yang lahirnya tidak beriman,hidupnya tidak beriman, matinya tidak beriman (ini mbahnya rugi). Ada yang lahirnya tidak beriman, hidupnya tidak beriman, matinya beriman (naah, ini yang termasuk untung besar). So, tunggu apa lagi!? “tidak ada yang bisa merubah qodar/takdir Alloh kecuali DOA..Maka banyaklah berdoa minta hidayah-Nya dan terhindar dari adzab/neraka-Nya serta minta mati dalam keadaan iman..Memang berat untuk masuk Surga Selamat dari neraka Alloh, namun lebih berat lagi kalau gagal masuk surga selamat dari neraka Alloh.

    • syaiful budianto says:

      masih ingat kisah g*** r***s yg kebingungan mencari jalan taubat. Silakan datang dan mengaji di LDII insyaAllah anda akan mendapatkan pelajaran jalan taubatan nasukha kang mas x saya pun sama mengalaminya…

  • fena rawes says:

    memang begitulah adanya,mengherankan.orang-orang yang beriman.

  • mulyadi.safwan@yahoo.com says:

    Sebelum saya mengaji di LDII, saya diberitahu oleh teman saya bahwa LDII itu sesat menyesatkan, suka tukar-menukar istri sesama teman, kalau berdo’a sambil menangis dan berguling-guling dimasjid,hati dan dibenak saya waktu itu penuh tanda tanya asyiiiik juga ni pengajian, tapi wanti2 berniat jangan sampai kepencut. Suatu hari seorang teman lagi bertanya kepada saya,” Mul apakah kamu mau mengaji Alqur’an dengan makna nya ? Saya jawab sangat mau, karena sampai saat itu saya hanya tahunya kiro’at biasa saja(hafes),tapi saya mau lihat tampang ustaznya dulu kata saya. Ketika selesai Magrib besoknya dimasjid Almuqarromah, teman yang menawar kemaren membawa seorang ustaz koboy(tadak bertampang ustaz), dlm hati saya ini ustaz apa preeman ? Ternyata setelah membaca Alqur’an lalu diterjemahkan huruf demi huruf, saya terkejut, hebat kali ustaz tampang preeman ini. Singkat cerita saya ketagihan mengaji, setelah Alqur’an dikajikan lagi Al-Hadist dan seterusnya dan seterusnya, selanjutnya saya bertanya tentang asal usul si ustaz, belajar dari pesantren mane saja. Akhirnya setelah akrab dia mengatakan dari LDII, saya sangat terkejut, ingat apa yang dikatakan teman saya yang pertama tadi” LDII sesat “. Sayapun berucap kimmak’ah/kurang ajar ini teman atau kalau bahasa Surabaya itu Jiancok itu teman, pengajian bagos2 begini dibilang sesat, dasar kepalanye yang sesat gerutu saya. Sayapun ngaji teruuuus tidak peduli wong alo’-alo’ yang alo’-alo’ itu gondoruwo aku tak takut. Lama nian tak bertemu kawan pertama tersebut, suatu ketika ketemu di acara deklarasi pembentukan kepengurusan Forum Umat Islam Kalimantan Barat(FUI), saya dan teman mewakili LDII dia melihat saya dan terkejut karena di Nametag saya tertulis utusan dari LDII, tidak puas dan menyapa saya,” Mul, kamu sudah di LDII, LDII yang itu tu ? langsung saya jawab Yaaaaaaa, mau apa kamu ? dengan suara keras, dia geleng2 kepala sepertinya tak habis fikir mengapa saya justru ternyata di LDII. Dasar, innal huda hudallah. Seperti di jaman Rasulallah, nabi yang benar di bilang gila (Majnun)yaaa, dasar jahiliyah.

    • real testimony…membuktikan berita miring malah menjadi promosi gratis buat LDII malah keterusan ngaji ya, btw nggak diguna-guna khan?hehe. Statement ini, bukan berarti pengen banyak2kan pengikut kok, pokoknya yang ingin ngaji di LDII, jadi anggota LDII monggo, nggak mau jadi anggota juga nggak apa2, toh nggak ada kartu anggotanya kok…Ayo silakan siapa lagi yang mau ngaji di LDII, Jangan takut jangan bimbang, LDII TIDAK SESAT kok, Tidak niat neko2, tidak niat macem2, niatnya hanya ingin sama-sama masuk surga Alloh, selamat dari neraka Alloh..

    • syaiful budianto says:

      hehehe di RS jiwa kan yg dibilang gila kan malah dokternya, karena yg mengatakan pasienya , jadi sama kan dunia ini kan seperti rumah sakit jiwa ,yang tersesat malah ngatain sesat yg benar !!! ya kembali ke ayat wallohu yah tassu birohmatihi mayyasyak , dan sesungguhnya alloh akan memberi hidayah hanya kepada orang2 yg dikehendaki( disayangi )

  • Rifai says:

    Alhamdulillah jaza khumullahu Khoiro….

    Penjelasannya sangat jelas sekali…
    Semoga ini bermanfaat dan menambah kefahaman kita semua dalam menetapi hak yang hakiki ini.
    Banyak dari kita sendiri mungkin belum mengetahui seperti apa yang ditetapinya, karena sudah kebiasaan atau juga ikut2an. Semoga ini semua bisa jadi jawaban dari apa yang mereka pertanyaan dan tuduh kan kepada kita.

  • wahyu says:

    yang bilang sesat itu hanya allah ok

    • tul..betul..betul..otority Alloh SWT…Alloh SWT juga sudah menjelaskan bagaimana supaya tidak sesat, yaitu berpegang teguh kepada Kitabillah (AlQuran) dan Sunnah Rasul (Al hadits)..Taroktu fiikum amroini, lantadhillu maa tamassaktum bihima, kitabillah wasunnati nabiyyihi..ajzkh

      • syaifulloh umar says:

        betul malah manusia jadi lebih mulia, apabila sudah taat kepada alloh dengan berpedoman kepada alquran, dan taat kepada rosululloh dengan berpedoman kepada hadis nabi, juga taat kepada para pemimpin serta peraturan negara yang ber
        dasarkan PANCASILA serta UUD 45 WAH sempurnalah keimanan jadi sangat bertolak belakang kalau dikatakan sesat ,.

  • Asslmlkm,memang sesuatu yg baik dan benar banyak musuhnya,tapi sudah menjadi paket hidup bahwa seperti pepatah jawa,yaitu becik ketitik olo ketoro,temen tinemu wong salah bakale seleh,artinya,sesuatu yg baik atau benar lamabt atau cepat akan terlihat yg sebenarnya,tapi sesuatu yg jelek,lambat atau cepat akan kelihatan jeleknya,walaupun di poles emas sekalipun akan terlihat busuknya atau baunya.

  • wicax says:

    ibarat pribahasa tak kenal maka tak sayang.
    lebih jelasnya ikuti acara pengajiannya!
    jzkk.

  • abdul mukhlis says:

    Ya Alloh smg LDII smakin berkembang sampai ila yaumilkiyamah.aamiiiiiiiiiiiiin

  • jampang darjat says:

    Alhamdulillah jaza khumullahu Khoiro….
    Setelah mengaji di LDII alhamdulillah tahu mana yang sesat yang tidak sesat. ngaji Al-Qur’an dan alhadits dengan secara mangkul jadi tahu mana yang halal dan harom. dan hati terasa terang, damai dalam kehidupan keluargapun sangat bahagia, semoga Allah menuntun keimanan kami sampai tutup pol patinya, amin ……
    pokoknya LDII yeeeeeessssssss………

  • abdul mukhlis says:

    Pokokx niat karna alloh QHJ surga tdk QHJ neraka wajiiiiiiiiiiiiiib

  • saudara2 sekalian kalau anda memilih menjadi wargaLDII maka anda akan tersesat kedalam surga .dan maka anda akan selama-lamanya kedalam surga sampai jegjumlek…maka masuklah menjadi warga kami agar uenaaaak ehheh

  • syamsul arifin says:

    asw. saya termasuk pendatang baru dikalangan LDII, saya sudah merasakan manfaat dan barokahnya menimba ilmu di kalangan LDII, yang saya herankan kenapa ada saudara-saudaraku yang masih menyalah-nyalahkan organisasi ini bahkan mengatakan sesat, dimana salahnya, dimana sesatnya… wong yang dikaji alqur’an dan al-hadist saya justru heran kalo dikatakan salah dan sesat.. coba kita renungkan bersama-sama apa untungnya saling menyalahkan saudara seiman.? kenapa tidak kita flash back dan koreksi diri kita sendiri mungkinkah yang kita pegang dan pelajari sudah benar-benar lurus dan tanpa cacat sedikitpun… mari kembalikan pada Alqur’an dan Assunnah apabila diantara kita ada perbedaan.. sebagai mana sabda rosulullah saw. ( Taroqtufiqum amroini lantadillu… dst ) tidak akan tersesat selama berpegang teguh pada Kitab Allah dan AlHadist…Insyaallah… Wssl

  • malam says:

    saya mau bertanya?
    mengapa bacaan doa doa sehari hari LDII tidak sama dengan yang biasa di baca oleh kebanyakan orang: misal doa mau makan, mau tidur…..
    saya jadi bertanya-tanya?
    terimakasih sebelumnya

    • Yang beda yang mana ya..? contoh, doa mau makan : bismillah, doa sesudah makan : Alhamdulillahilladzii athamana wasaqoona waja alana muslimin..

      Bukan Beda, mungkin yang ikhwan/akhwat ketahui baru yang satu macam itu…Rasulullah mencontohkan dan mempraktekkan bacaan/doa tidak cuma satu, seperti hal nya bacaan iftitah (memulai sholat), ada yang dicontohkan Allohumma baid baini…, ada inni wajjahtu wajhiya lilladzii…ada Allohu akbar kabiro…dst. Semuanya sunnah Rasul, dan Rasul mencontohkan dan mempraktekkan, semuanya ada haditsnya…So, semuanya boleh, itulah bukti “addinu yusrun” agama itu mudah. Kalau kita tahu ilmunya dengan cara mengaji isi Quran dan Hadits maka kita punya pilihan amalan yang mau dipraktekkan dan betul-betul yakin mempraktekkannya, tidak taqlid/ikut-ikutan dan tidak mempelajari sendiri/autodidak.

      Contoh lagi tentang mengangkat tangan dalam sholat, Rasulullah mencontohkan ada yang lurus dua pundak, ada yang lurus dua telinga..mana yang benar? ya, dua-duanya benar karena Rasulullah mencontohkan. Boleh pilih. Enak toh? Bedanya kalau kita takbirotul ihron dengan mengangkat tangan lurus pundak, maka saat sujud posisi tangan juga lurus dua pundak…semua ada haditsnya

      Pertanyaan di atas tidak akan muncul seandainya ikhwan/akhwat mempelajari hadits-hadits (HR. Bukhory, Muslim, Nasai, Ibni Majah, Tirmidzi, Abu Dawud)..kepenasaran dan pertanyaan ikhwan/akhwat akan terjawab tuntas…

      Perbanyaklah mengaji dan memperdalam Quran Hadits, supaya tidak bingung dan bimbang dalam beramal…

      Salam Ukhuwah

  • malam says:

    apakah ketika orang awam seperti saya kalau ikut ngaji maknai al-quran di bolehkan??
    kan al-quran adalah kitab Allah yang kita dalam hal memaknainya harus sangat hati hati….kalau kita memaknainya salah kita kan bisa berdosa??

    terimakasih sebelumnya

    • ya jelas boleh dong malah kita harus mengkajinya, yang penting ada gurunya yang musnad-muttashil (punya isnad/silsilah guru yang sambung bersambung kepada Rsulullah SAW) dan tidak diperkenankan mempelajari sendiri/autodidak..

  • alan says:

    Ya yang penting pedoman nya alqur’an dan al hadis ….kalau masih salah jd yg bener pedoman nya apa…

  • nur hadi says:

    ORANG YANG INGIN MENJATUHKAN LDII ADALAH ORANG YANG IRI KARNA TIDAK BISA BERBUAT SEPERTI ORANG LDII.

  • Tugino says:

    aku heran orang2 ldii berpedoman Al qur’an dan Hadist tapi dikatakan sesat…..lha kok yang berpedoman kartu gaple,miras,wts semua kok ya adem ayem apa mereka itu ya yang gak sesat…heran akuuuuuuu…bukalah hati agar kau mengerti…

  • Abdu Salam says:

    hidup di ldii nikmaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat.ndonyo akheratt.

  • Persada says:

    Ayo mas moderator, dimasukin ya komen saya…:)

    • Mohon maaf mas, komen nya tidak dapat kami tampilkan, bukan masalah komen pro atau kontra, namun komen yang bernada permusuhan dan memecah belah umat Islam tentu tidak dapat kami tampilkan. Lebih baik kita bersaudara saling menghormati keyakinan masing-masing sebagai sesama umat Islam, sebagai sesama anak bangsa beribadah sesuai kemantapan keyakinannya masing-masing dan tentu kita tidak bisa saling memaksakan keyakinan. Bukankah hidup berdampingan secara damai, tidak mempermasalahkan furuiyah (perbedaan), akan lebih menyenangkan daripada saling menghujat dan menyesat-nyesatkan orang lain. Logikanya, bagaimana kalau mas membuat hipotesis terbalik : “bagaimana kalau justru yang sesat adalah mas sendiri?” (nggak enak khan bahasanya ya..maka dari itu mari kita tinggalkan kata-kata itu). Mari kita fokus membina umat dan tentu kita koreksi diri kita dulu.

      Kalau ada yang membuat kurang berkenan khususnya dari warga LDII Jawa Barat, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya mengingat warga dan partisipan LDII cukup banyak dan tidak dapat kami awasi satu persatu.

      Mas juga bisa membaca artikel kami yang lain seperti :
      Konflik Agama Jadi Sorotan
      Surga Bukan milik organisasi Tertentu
      Apa Kata Mereka yang Betah di LDII
      “Mengapa LDII Begitu Yakin Bukan ALiran Sesat”

      Mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan…salam ukhuwah, salam persaudaraan.

  • sukardi says:

    LDII mengajak umat manusia untuk beribadah yang benar. manusia sekarang ini berada pada dunia angan-angan. di belakang angan-angan itu ada kematian. yang beramal baik di dunia angan-angan itu, amalannya akan bermanfaat untuk dirinya dan tidak akan membahayakan pada kematiannya. barang siapa yang tidak beramal baik di hari angan-angan sebelum datang kematiannya, maka amalannya akan sia-sia dan membahayakan kematiannya. marilah berbuat yang terbaik untuk tidak menjelek-jelekkan muslim yang lain.

  • kk says:

    Alqur’an & Alhadishnya bener,yg salah beberapa oknum. Saya LDII dari kecil. Cuma saya akan memakai ajaran yg baik2nya saja. Doktrin2 yg ngawur2 saya buang jauh2. Dan kritikan Dari luar LDII juga tidak semuanya salah.

  • Porongoty says:

    Orang-2 yang selalu mengatakan bahwa ajaran LDII itu sesat adalah orang yang hanya mendengar dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu hai orang-orang yang mengatakan sesat cobalah datang dan mempelajari apa yang diajarkan di LDII tersebut. Disitu hanya memperdalam/mengkaji tentang Al Qur’an dan Hadits. Saya menghimbau diantara kita sesama Muslim janganlah kita saling menghujat, kta akan ditertawai oleh orang yang tidak beriman, karena diantara kita sudah saling mengolok-olok. dan Perlu juga saya himbau bahwa agama islam kita ini adalah agama rahmat lilalamin dan LDII ada di dalamnya. Trims. Moga-moga dapat bermanfaat.

  • m.arif adha says:

    Insya Allah kita hidup penuh berkah dan di tuntun Allah apabila di dasari Al’Quran dan Al’Hadist

  • Dony Ekpraz says:

    Alhamdulillah..
    saya yang sudah dari kecil berada di LDII telah merasakan manfaatnya,
    Sejak kecil sudah dibimbing ngaji mulai dari cabe rawit belajar iqra’ , pra remaja dari smp, sampai sekarang muda”i.
    yang mana tidak ada pengajian yang menyesatkan.
    Justru saya berterimakasih Hidup penuh bimbingan sejak kecil, Dijalan yang terang, Lebih dekat kepada Alloh.
    Kenal lebih banyak teman.
    terus banyak lagi.
    Coba lihat di sekeliling saya yang usianya sama seperti saya (16) Tidak tahu menahu masalah agama,
    Malah keluyuran ga jelas,
    Hidupnya cuma nongkrong,
    Alhamdulillah saya tidak seperti itu,
    Karna saya ngaji LDII sampai sekarang.
    Acara” remaja LDII juga bermanfaat seperti Masak memasak, 17 agustusan , Bersepeda bareng dan masih bnyak lagi.

    Dan jika kalian masih berfikir Negatif tentang LDII, coba berfikir ulang.

  • LDII Kediri says:

    Salam kenal dari ldii kediri, bagaimana kabar ldii jabar. Mudah2an alloh paring lancar barokah.

  • Drs.H.Fathur Rohman Ms.MH.MHES says:

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
    Saya cukup lama mengamati organisasi LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), saya pernah diminta mengajar di LDII di Pamekasan oleh adik saya yg sekeluarganya memang sejak Darul Hadits…sd LDII hingga detik ini, teman kuliah saya saya di IAIN Surabaya masih ponakan kandung Hasan Ubaidah Kediri, skripsinya juga masalah LDII Kediri, saya pernah mengisi pengajian Isro’ Mi’roj di Masjid LDII Bondowoso yg saat itu ketuanya bernama sama dengan saya sekitar tahun 1997, beliau sudah wafat, pegawai Depag. Bondowoso, sebelum pengajian tsb saya mengimami jamaahnya sholat isya’, setelah pengajian makan bersama, alhamdulillah saya tidak dikafirkan dan masjidnya tidak dicuci, saat itu saya masih aktif mengisi kuliah subuh Selasa dan Sabtu di Masjid Agung Bondowoso, kalau memang LDII sekarang tidak menjadi pelanjut Islam Jama’ah yg dulu yg suka mengkafirkan dan mencuci Masjid yg kita sholati karena bukan Islam Jamaah, yah bagus begitu… memang yg berkembang juga istilah Manqul untuk haditsnya, tapi saya lihat ponakan saya ngaji Sunan Abi Dawud… semoga seperti berita yg terkini saja…amin wassalamu ‘alaikum wr.wb. Saya kakaknya Ust.Moh.Ilyas (LDII)Probolinggo..

  • Drs.H.Fathur Rohman Ms.MH.MHES says:

    Tokoh LDII…

  • Drs.H.Fathur Rohman Ms.MH.MHES says:

    Saya mendapat oleh-oleh tasbih pemberian adik saya Ust.Moh.Ilyas yg setiap kali mengantarkan jama’ah Umroh dan Haji Plus ke Mekkah, saat ini masih di Mekkah bersama kakaknya bernama Didik Rosyidi, insyaallah tgl 30 Juni 2017 ini baru pulang ke Indonesia untuk halal bihalal keluraga besar Bani Slamet Mutiara di Desa Bucorwetan Pakuniran Probolinggo di rumah Keluarga almarhum H.Taufiq bin Nawawi Kustim…

1 Trackback or Pingback

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eXTReMe Tracker