Kemenag, MUI, Alim Ulama, Ormas & Tomas Hadiri Silaturahim Syawal 1434 H DPP LDII

Advertisements

DPP LDII Gagas Silaturahim Syawal 1434 H

Halal Bi Halal Bersama Kemenag, MUI, Alim Ulama, Ormas & Tokoh Masyarakat

Silaturahim Syawal 1434 H LDII, MUI, Kemenag, ormas & Tokoh MasyarakatJakarta, Sabtu (24/8), Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggagas Silaturahim di Bulan Syawal 1434 H ini. Hadir dalam acara ini diantaranya Kementrian Agama (Kemenag), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Alim Ulama, Ormas dan Tomas ( Tokoh Masyarakat).  Acara dihelat di Kantor DPP LDII, Patal Senayan, Sabtu (24/8).

“Persatuan dan kesatuan itu modal penting dalam membangun bangsa,” ujar Ketua Umum DPP LDII Prof DR KH Abdullah Syam, Msc. Namun, menurutnya persatuan dan kesatuan tidak boleh hanya berbunyi di ruang kosong, LDII ingin mewujudkannya dalam bentuk yang paling sederhana:  halal bi halal memperingati Hari Raya Idul Fitri di bulan Syawal 1434 H, kata Abdullah Syam yang juga Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB, tersebut.

” Dengan kata lain, dengan Idul Fitri kita kembali menghadirkan Pancasila sebagai fitrah bernegara sekaligus beragama. Dengan falsafah Pancasila, sesungguhnya kita telah selesai mendiskusikan hubungan agama dalam tautannya dengan negara. Nilai-nilai Pancasila sangat mendukung peningkatan kesalehan sosial,” papar Abdullah Syam.

Untuk memperat persatuan dan kesatuan, pemerintah dan ormas harus dipertemukan, meskipun dalam suasana informal, tandasnya.

Dalam perhelatan itu, LDII mengundang Menteri Agama yang diwakili Staf Ahli Menteri Agama bidang hubungan sosial keagamaan Tengku Abdurrahman, sejumlah tokoh ormas-ormas Islam, bahkan ormas nonmuslim.

Staf Ahli Menteri Agama Tengku Abdurrahman berharap LDII dapat membantu Kementerian Agama dalam mempersatukan bangsa Indonesia, “Caranya dengan menghidupkan empat pilar bangsa: Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI,” ujar Tengku Abdurrahman. Sementara, agama, menurut Tengku Abdurrahman bila diaplikasikan dalam kehidupan sosial, mampu meminimalkan gesekan antar bangsa Indonesia.

Komentar lain datang dari Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Pusat Drs. KH. Adnan Harahap, yang menekankan pentingnya kujujuran dalam pembangunan bangsa. “Kejujuran membawa berkah serta kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga, jangan sampai berbohong karena berbohong membawa kerusakan,” tuturnya. Beliau berharap LDII dapat membantu pembangunan bangsa ini.

Sementara itu, KH Arwani Faisol Anwar berterimakasih kepada LDII karena mengadakan acara positif seperti ini. “Saya diundang terus bertahun-tahun,” ujar Ketua Batsul Matsa’il PBNU ini. KH Arwani Faisol Anwar berharap ormas-ormas lain juga mengadakan acara sebagaimana yang LDII gelar, “Kegiatan ini mempererat tali silaturahim umat beragama ujarnya,” ujarnya.

Ketua FKUB DKI Jakarta Prof  Dr KH Syafii Mufid mendukung LDII dan ormas-ormas lainnya untuk mempererat persatuan. “LDII itu seperti NU pondokannya dan Muhamadiyah dalam hal pendidikannya, jadi LDII itu seperti gabungan NU dan muhammadiyah,” ujar KH Syafii Mufid. Artinya LDII merupakan ormas Islam yang progresif, yang mampu membantu mempersatukan bangsa.

Ketua PBNU Iqbal Sulam menggambarkan Indonesia sebagaimana rumah. “Ada tembok, ada tiangnya, ada pondasinya ada jendelanya dan ada atapnya. Kita terbentuk karena perbedaan,” ujarnya. Menurutnya jangan sampai bangsa Indonesia terpecah belah karena masalah perbedaan.

Sementara itu Ketua MUI Pusat Prof. Dr. KH. Umar Shihab menjelaskan kalau halal bi halal yang dalam bahasa agama sepadan dengan silaturahim itu positif, dan penekanan ada pada kata hari raya. Menurutnya, dahulu media massa menyatakan “Selamat Idul Fitri atau Selamat Idul Adha,” itu salah. “Harus ada kata hari raya, Selamat Hari Raya Idul Fitri dan Selamat Hari Raya Idul Adha,” ujar KH. Umar Shihab.

Selanjutnya, menurut Prof DR KH Umar Shihab tak ada yang salah dari LDII, “Saya sudah datang di pesantren mereka, saya sudah datang di Pesantren Burengan dan melihat sendiri kitab mereka, mahzab-mahzab yang mereka anut. Semua sama dan benar sebagaimana umat Islam lainnya,” ujar KH Umar Shihab. Menurutnya, bila sama-sama berpedoman kepada Alquran dan Alhadits, perbedaan itu diterima, tapi perpecahan jangan sampai terjadi.

KH Umar Shihab meminta LDII memaafkan sesama umat Islam yang telah menjelek-jelekkan dan menganggap LDII itu salah. “Saya berharap LDII memaafkan saudara-saudara kita yang telah menjelek-jelekkan LDII.  ” Jangan terlalu cepat menuduh salah harus dikaji dulu,” ujar KH Umar Shihab. Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, ujarnya. (Fahmi F)

sumber :  http://www.ldii.or.id/news/76-organisasi/1252-halal-bihalal-ldii.html

Bantu Share Artikel ini Ya... 🙂

About DPW LDII Jawa Barat

Author dari jabar.ldii.or.id. Silahkan ikuti penjelasan LDII yang sebenarnya di website kami, sekaligus tabayyun dari kami.

View all posts by DPW LDII Jawa Barat →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.