Kasdim 0610 Sumedang : “Ajak LDII Kerjasama di Bidang Sosial Kemasyarakatan”

Ketua DPD LDII Kabupaten Sumedang H. Usep Aziz Sholehuddin memberikan majalah Nuansa kepada Kasdim 0610 Sumedang, Bapak Mayor (Inf) Iwan Siswanto
Advertisements

KASDIM 0610 SUMEDANG BUKA PENYULUHAN WAWASAN KEBANGSAAN 2014

Kasdim 0610 Sumedang : “Ajak LDII Kerjasama di Bidang Sosial Kemasyarakatan” 

 Pengurus LDII se-kabupaten Sumedang berpoto bersama dengan Kasdim 0610 Sumedang dan undangan lainnya di Makodim 0610 Sumedang Kamis 9 jan 2014

Pengurus LDII se-kabupaten Sumedang berpoto bersama dengan Kasdim 0610 Sumedang dan undangan lainnya di Makodim 0610 Sumedang Kamis 9 jan 2014

Kepala Staf Kodim 0610/Sumedang, Mayor (Inf)  Iwan Suwanto membuka secara resmi penyuluhan wawasan kebangsaan di hadapan 100 peserta terdiri warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan masyarakat di Gedung Juang 45, Markas Kodim 0610 Sumedang, Kamis (9/1/2014). Penyuluhan  merupakan kerja sama Pengurus LDII Kabupaten Sumedang dengan  Kodim 0610, Polres Sumedang, dan BKBPMPB Sumedang. Hadir pada saat pembukaan perwakilan dari Kodim 0610, Polres, MUI Sumedang, Kemenag Kab. Sumedang, Ketua DPD LDII Kabupaten Sumedang beserta jajaran pengurus PC/PAC, dan  tokoh ormas Islam di kabupaten Sumedang.

Kasdim 0610 mengucapkan selamat datang kepada para peserta dan undangan di Makodim 0610 Sumedang.  Kasdim mengucapkan pula terima kasih dan apresiasi atas pengabdian LDII selama ini seraya meminta agar peran LDII di bidang dakwah umat dilanjutkan dan ditingkatkan. Dalam partnership, LDII diharapkan  bukan saja bergiat di bidang ibadah, tetapi di bidang lain seperti sosial-kemasyarakatan.

Sebelumnya, Ketua DPD LDII Kabupaten Sumedang, Bapak H. Usep Aziz Sholehuddin memberikan sambutan juga mengucapkan terima kasih kepada Dandim atas tempat yang disediakan.  Tak lupa memberi ucapan selamat bagi undangan dan peserta. Menurutnya, penyuluhan wawasan kebangsaan memiliki dimensi strategis untuk memberi pemahaman masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan melalui empat pilar, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.   Hal ini didasari bahwa Indonesia merupakan bangsa majemuk terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, dialek, budaya, agama, dan sebagainya. Tanpa pemahaman rasa kebangsaan, pluralisme tsb sangat rentan menuai konflik, perpecahan, dan disintegrasi.  LDII Sumedang mencoba memberi sumbangsih dengan melangkah memberi penyuluhan untuk mempertebal  jiwa nasionalisme dan  setia serta cinta NKRI kepada warganya juga masyarakat.  Peserta penyuluhan diharapkan tergugah dan memiliki semangat kebangsaan serta mencintai tanah air sendiri.

Ketua DPD LDII Kabupaten Sumedang H. Usep Aziz Sholehuddin memberikan majalah Nuansa kepada Kasdim 0610 Sumedang, Bapak Mayor (Inf)  Iwan Suwanto
Ketua DPD LDII Kabupaten Sumedang H. Usep Aziz Sholehuddin memberikan majalah Nuansa kepada Kasdim 0610 Sumedang, Bapak Kepala Staf Kodim 0610/Sumedang, Bapak Mayor (Inf) Iwan Suwanto

 

Penyuluhan

Penyuluh pertama memberikan materinya adalah Kasdim 0610, Bapak Mayor (Inf) Iwan  Suwanto. Dalam paparannya dijelaskan bahwa bangsa Indonesia dibangun oleh 500-an suku, 1.025 budaya meliputi 17.504 pulau dalam wilayah 1,9 juta km persegi. Indonesia sejak dulu menjadi rebutan kaum imperialisme Barat. Persaingan ke depan akan berkutat pada penguasaan sumber energi, pangan, dan air.  Hal tsb merupakan ancaman bagi bangsa Indonesia ke depan.

Perwira kelahiran Garut jebolan Secapa 1997 dan Selapa 2007 ini merujuk teori Malthus tentang korelasi jumlah penduduk yang dikaitkan dengan sumber daya alam (SDA) di planet bumi ini. Persinggungan grafik antara keduanya akan mencapai titik kritis pada angka 8 Milyar penduduk bumi. Jumlah penduduk bumi 7 Milyar telah dicapai pada tahun 2011. Berdasarkan data sekarang ini terungkap bahwa kini setiap 3 detik satu orang anak mati, satu menit ada 18 anak mati   serta satu hari ada 26.500 anak di dunia harus meregang nyawa. Anak yang meninggal di usia muda akibat kelaparan dan buruknya kesehatan di negara-negara miskin.

Saat ditanya oleh seorang peserta tentang fungsi teritorial Kodim, Mayor Iwan menjelaskan bahwa saat ini dari 26 kecamatan di kabupaten Sumedang dilayani oleh 14 koramil dan 4 Koramil perwakilan. Artinya, dua kecamatan ditangani satu buah koramil. Idealnya 1 kecamatan terdapat 1 koramil, dan satu desa satu bintara pembina desa (babinsa). Saat ini satu babinsa harus bertugas menjaga teritorial seluas  3-4 desa.

Selain Kasdim 0610, kegiatan penyuluhan bertema “Pengokohan Empat Pilar Bangsa melalui Semangat Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Hukum dan Teritorial”juga diisi oleh Bapak Drs. H. Dedi Suryadi, Kabid BKBPMPB dan Bapak Aiptu Karyana dari Bimas Polres Sumedang. Ketiga pemateri sepakat bahwa pemahaman wawasan kebangsaan bagi masyarakat sangat aktual di mana ada kecenderungan nilai-nilai kebangsaan dan semangat patriotisme semakin menurun dan luntur.  Masyarakat terutama generasi muda perlu disegarkan kembali bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar dan kembali disegani, *** (dewa/DPD LDII Sumedang)

Bantu Share Artikel ini Ya... 🙂

About DPW LDII Jawa Barat

Author dari jabar.ldii.or.id. Silahkan ikuti penjelasan LDII yang sebenarnya di website kami, sekaligus tabayyun dari kami.

View all posts by DPW LDII Jawa Barat →

4 Comments on “Kasdim 0610 Sumedang : “Ajak LDII Kerjasama di Bidang Sosial Kemasyarakatan””

  1. Asslkm. wr. wb.

    Wawasan kebangsaan harus dicash lagi terutama para remaja dan generasi muda mulai luntur. Saya sangat setuju sekali. Terima kasih LDII Sumedang telah melangkah mengokohkan 4 pilar bangsa agar tetap kokoh.

    Pada paragraf 4, dan poto kedua, ada sedikit rancu, tertulis …Siswanto, harusnya sesuai paragraf awal Mayor (Inf) Iwan Suwanto ..punten admin dilereskeun,

    Terima kasih. Info webs ini update. Admin-nya aktif dan kreatif. Wasslkm wr. wb. H. Pandi

    1. wslkm wrwb,
      Sependapat dengan Pak H. Pandi…4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI yang digaungkan oleh Bapak Taufik Kiemas perlu kita perkuat demi tegaknya persatuan dan kesatuan bangsa ini. Bangsa kita memang mudah diadu domba termasuk urusan ibadah, kita masih belum bisa menghargai keyakinan orang lain sehingga karena masalah furuiyah (perbedaaan cara ibadah), perbedaan madzhab, dll menjadikan terkotak-kotak dan saling menghujat.

      Bapak benar ada kesalahan penulisan, mangga parantos dilereskeun…

      Terima kasih. Alhamdulillah jazaakallaahu khaira atas koreksi dan masukannya. Semoga berita-berita/ artikel kami berkenan di hati para pengunjung website ini..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.