Jelang Ramadhan,Siapkan Niat Puasa dilandasi Iman & Cari Pahala.

raih hikmah puasa ramadhan dengan 5 sukses
Advertisements
hikmah puasa ramadhan
Siap-siap sambut penawaran spesial dari Allah SWT “Bíg Ramadhan Sale”

Rasanya baru kemarin kita berpuasa di Bulan Ramadhan dan berlebaran, sekarang sudah mau masuk bulan puasa di Bulan Ramadhan lagi. Waktu bergulir dengan cepatnya. Detik demi detik, hari demi hari, jumat berganti jumat berikutnya (perasaan kemarin baru jumatan, sudah hari jumat lagi), bulan berganti tahun, tak terasa kita berada di penghujung bulan sya’ban dan akan memasuki bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan sudah menghampiri dalam hitungan hari. MasyaAllah!

Tanda-tanda kiamat makin kental dengan cepatnya waktu berlalu. Sebagaimana kita ketahui salah satu tanda bahwa mendekati kiamat/kiamat sudah dekat adalah terasa cepatnya waktu berlalu, selain tanda-tanda yang lain seperti makin banyaknya gedung menjulang tinggi, orang makin kaya hingga nanti saking kayanya tidak ada lagi yang mau menerima sodakoh, agama makin ditinggalkan sehingga nanti hanya dikenal simbol-simbol Islam saja, nama-namanya saja hingga pada akhirnya nanti Allah SWT akan menurunkan kembali Nabi Isa alaihissalam ke dunia yang dahulu diangkat ke langit saat dikejar-kejar dan hendak dibunuh orang yang tak beriman dan Nabi Isa A.S menjelang kiamat bertugas membebaskan pajak dan membunuh dajjal.

Kembali ke bahasan Ramadhan. Dalam hitungan beberapa hari ke depan, insyaAllah kita akan jelang Ramadhan. Kapan kita mulai berpuasa? Bagi kami warga LDII akan menunggu pernyataan resmi dari Pemerintah RI dalam hal ini Kementrian Agama Republik Indonesia setelah melakukan rukyatul hilal (pengamatan) dan sidang isbat. Yang pasti, awal puasa adalah tanggal 1 Ramadhan!

Akankah kita masih diberi umur dan kesempatan menjumpainya? tentu jawabannya: “wallahu a’lam bishawab” karena kita tidak tahu kapan dan berapa lama lagi jatah umur kita, apakah Ramadhan kali ini akan kita jumpai ataukah Ramadhan terakhir dan tahun depan kita sudah tinggal dikenang pernah hadir di dunia ini dengan segala karya dan amal baik kita?.

Menjumpai bulan Ramadhan berarti kita mendapat kesempatan mendapat lipatan pahala besar. Namun juga lipatan dosa yang lebih besar dibandingkan dilakukan di luar bulan Ramadhan.  Reward dan punishment yang sama besarnya, seperti dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW berikut:

…قَالَ: …، فَاتَّقُوا شَهْرَ رَمَضَانَ، فَإِنَّ الْحَسَنَاتِ تُضَاعَفُ فِيهِ مَا لَا تُضَاعَفُ فِيمَا سِوَاهُ وَكَذَلِكَ السَّيِّئَاتُ»

… Rasulullah s.a.w. bersabda: “… takutlah kalian pada bulan Ramadhan, maka sesungguhnya kebaikan dilipat-gandakan pada bulan Ramadhan tidak seperti dalam bulan-bulan lainnya, begitu juga kejelekan (juga dilipat-gandakan)”.

(Hadist riwayat Thabrani).

Puasa Ramadhan adalah Kewajiban

Berpuasa Ramadhan adalah sebuah kewajiban bagi seorang muslim yang sudah akil baligh. Agama Islam dibangun atas lima perkara (Rukun Islam) dan salah satunya adalah berpuasa Ramadhan. Berpuasa merupakan perwujudan ketaatan menunaikan perintah Allah SWT sebagai pribadi mukmin.  Kewajiban berpuasa ini sudah diwajibkan sejak dahulu kepada orang-orang sebelum kita.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian supaya kalian bertaqwa. (Surah Al-Baqarah ayat 183)”.

 حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، قَالَ: أَخْبَرَنَا حَنْظَلَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ “

… Rasulullah s.a.w. bersabda: “Islam dibangun atas lima perkara: Syahadat bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, dan menegakkan shalat, dan membayar zakat, dan haji, dan Puasa Ramadhan”.

(Hadist Shohih Bukhari No. 8 Kitabul Iman).

Besaran Pahala Puasa 

Allah langsung yang membalas besaran pahalanya. Besaran pahala/ganjaran berpuasa adalah “ila masyaAllah” artinya sekehendak Allah tidak hanya dilipatkan 700 lipatan namun dinilai langsung/diperhitungkan langsung oleh Allah SWT. Mantap! Benar-benar penawaran spesial (special offer) dari Allah SWT, kita ditawari “Bíg Ramadhan Sale“.

 حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى، أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، قَالَ: أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ الزَّيَّاتِ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
” قَالَ اللَّهُ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ، إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

… Rasulullah s.a.w bersabda: “Allah berfirman: Setiap amalan Anak adam adalah untuknya kecuali puasa. Maka sesungguhnya puasa itu untukku, aku sendiri langsung membalasnya …”.  (Hadist Shohih Bukhari No. 1904 Kitabu Shiam).

Bagaimana agar Puasa Ramadhan kita berbuah Pengampunan Allah

Dengan berpuasa Ramadhan kita berpotensi mendapat maghfirah/pengampunan dari Allah SWT apabila puasa kita dilandasi keimanan dan mencari pahala. Berpuasa hakekatnya bukan sekedar menahan lapar dan haus saja tanpa landasan, tapi harus betul-betul dilandasi keimanan dan mencari pahala dari Allah SWT. Bukan karena berharap pujian atau sanjungan, pamer, dan niat-niat tidak karena-Allah lainnya.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan karena berharap pahala, maka diampuni semua dosanya yang telah lewat.

(HR. Al-Bukhâri dan Muslim)

Rasulullah SAW pernah mengingatkan bahwa banyak umat Islam yang puasa namun hasilnya hanya lapar dan haus. Artinya puasa yang kita kerjakan dengan susah payah itu hanya sekedar menahan lapar dan dahaga.

 حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ رَافِعٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ، وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ»
__________
[حكم الألباني] حسن صحيح
… Rasulullah SAW. bersabda: “Banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahala puasanya kecuali lapar, dan banyak orang yang shalat malam tidak mendapatkan pahala shalatnya kecuali lelah melek”. (Hadist Sunan Termidhi No. 1690 Kitabu Shiam).
حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ المَقْبُرِيُّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ»
… Rasulullah SAW. bersabda: “Barang siapa tidak meninggalkan ucapan dusta dan amalan dengan dusta, maka Allah tidak ada hajat / tidak berkenan, walaupun orang tersebut  telah meninggalkan makanan dan minumannya (berpuasa)”. 
(Hadist Shohih Bukhari No. No. 1903 Kitabu Shiam)

 

 حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،
قَالَ: ” الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ مَرَّتَيْنِ “
… sesungguhnya Rasulallah SAW bersabda: “Puasa itu sebagai perisai maka jangan cabul, jangan berbuat bodoh, dan jika seseorang mengajak bertengkar atau mencela maka katakanlah : “inni shoimun, inni shoimun”  ‘Sesungguhnya saya sedang berpuasa’ (diucapkan dua kali)’”. (Hadist Shohih Bukhari No. 1894 Kitabu Shiam)

Yuk, kita sama-sama berusaha Raih 5 Sukses Ramadhan!

Bulan Ramadhan yang hanya terjadi satu bulan saja dalam setahun. Ramadhan adalah bulan penuh rohmat & kemuliaan, penuh berkah, lipatan pahala, dan ampunan dosa. Kita harus punya target meraih kesuksesan di Bulan Ramadhan ini. LDII mengajak mari kita sama-sama meraih 5 sukses di Bulan Ramadhan ini, yakni :

1. Sukses Puasa

Usahakan puasa kita tidak bocor tanpa udzur dan berusaha menjauhkan diri terhadap larangan-larangan/hal-hal yang membatalkan puasa.

2. Sukses Sholat Tarawih

Sebulan penuh usahakan kita bisa melaksanakan sholat tarawih, tidak belang-bentong.

3. Sukses Membaca Alqur’an

Yang sudah lancar membaca al-Quran usahakan minimal tamat/khatam satu kali, bagi yang masih belajar usahakan jadi lancar. Bukankah bagi yang masih belajar malah dapat pahala dua kali lipat daripada yang sudah lancar.

4. Sukses Lailatul Qodar

Di sepuluh malam yang terakhir kita usahakan mencari malam qodar baik dengan beritikaf di masjid ataupun di mana-mana tempat. Pahala itikaf hanya diperoleh di masjid, adapun pahala malam qadar bisa kita peroleh dimana-mana tempat baik di musholla maupun di rumah, namun biasanya kalau di rumah godaannya lebih besar.

5. Sukses Zakat Fitrah. 

Kewajiban zakat jangan sampai terlewat baik tua maupun muda,  kaya ataupun miskin, dewasa ataupun anak-anak bahkan bayi yang baru lahir semua terkena kewajiban zakat. Pahala di bulan Ramadhan kita akan melayang-layang di langit apabila belum menunaikan kewajiban zakat ini.

Semoga kita diberi kekuatan, keshobaran, Rezeqi, keamanan, keselamatan, kelancaran, kebarokahan serta berhasil meraih 5 SUKSES di atas, serta dapat menghayati makna puasa ramadhan sehingga kita dapat bermetamorfosis menjadi pribadi yang lebih baik pasca melewati pemusatan latihan selama Bulan Ramadhan…aamiin.

Bantu Share Artikel ini Ya... 🙂

About DPW LDII Jawa Barat

Author dari jabar.ldii.or.id. Silahkan ikuti penjelasan LDII yang sebenarnya di website kami, sekaligus tabayyun dari kami.

View all posts by DPW LDII Jawa Barat →

3 Comments on “Jelang Ramadhan,Siapkan Niat Puasa dilandasi Iman & Cari Pahala.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.