DPD LDII Kota Bandung Gelar Kajian Ekonomi Syariah

DPD LDII Kota Bandung Gelar Kajian Ilmu Ekonomi Syariah

Spanduk Kajian Ilmu Ekonomi Syariah DPD LDII Kota Bandung | Transaksi Syariah | Muammalah Syariah
Spanduk Kajian Ilmu Ekonomi Syariah DPD LDII Kota Bandung

Di dalam mencukupi kebutuhan hidupnya, manusia harus bekerja atau berbisnis. Di antara mereka ada yang bertani, beternak, mencari ikan, membuat berbagai macam makanan, membuat pakaian, membuat peralatan produksi. Setelah itu muncullah kebutuhan adanya alat tukar untuk berdagang. Alat tukar tersebut awalnya berbentuk barang, seperti kelapa, batu mulia, emas dan akhirnya berkembang seperti yang sekarang kita gunakan, yaitu uang.

Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki oleh manusia, maka perkembangan ekonomi dan keuangan pun saat ini cukup pesat. Berbagai macam transaksi ekonomi dan keuangan yang ada saat ini sebagian merupakan hasil rekayasa ekonomi dan keuangan (financial engineering), maka diperlukan adanya  penelaahan yang mendalam untuk mengetahui hukum halal haramnya.

Mencermati kondisi transaksi bisnis saat ini yang begitu beraneka ragam, bahkan kadang tanpa disadari (karena ketidaktahuannya) seseorang telah terjerumus mengerjakan transaksi yang diharomkan Alloh SWT. Padahal Apa yang kita makan dan termasuk yang dimakan keluarga kita harus diperhatikan halal haromnya. Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Wahai manusia, sesungguhnya Allah tidak akan menerima sesuatu kecuali yang baik (thayyib), dan sesungguhnya Allah memerintahkan kaum mukmin sebagaimana halnya Ia memerintah para Rasul. Kemudian, Dia berfirman, ‘Wahai para Rasul, makanlah dari rezeki yang baik-baik, dan berbuat baiklah kalian. Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang engkau ketahui.’ Selanjutnya, beliau bercerita tentang seorang laki-laki yang berada di dalam perjalanan yang sangat panjang, hingga pakaiannya lusuh dan berdebu. Laki-laki itu lantas mengangkat kedua tangannya ke langit dan berdoa, ‘Ya Tuhanku, Ya Tuhanku…’, sementara itu makanan yang dimakannya adalah haram, minuman yang diminumnya adalah haram, dan pakaian yang dikenakannya adalah haram; dan ia diberi makanan dengan makanan-makanan yang haram. Lantas, bagaimana mungkin doanya dikabulkan?” (HR. Muslim).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ  (سورة آل عمران : ١٣٠)

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian makan riba dalam keadaan berlipat ganda dan bertakwalah kalian kepada Allah agar kalian beruntung. (Penjelasan : Ayat ini tidak membatasi atau mensyaratkan bahwa riba  haram itu kalau sudah berlipat ganda akan tetapi ayat ini menjelaskan bahwa riba itu bisa menyebabkan seseorang hutangnya  menjadi berlipat ganda).

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا  (سورة البقرة : ٢٧٥) .

Artinya: dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لا يَقُومُونَ إِلا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ . . .  (سورة البقرة : ٢٧٥) .

Artinya: Orang-orang yang makan riba mereka tidak bangun dari kubur kecuali seperti orang yang kesurupan setan dari gila.

Mengingat betapa pentingnya transaksi bisnis yang sesuai syar’i/ muammalah syar’iyyah, maka sebagai bentuk kepedulian dan konsekwensi organisatoris LDII merasa termotivasi untuk melakukan upaya-upaya pembinaan personal dan organisasi serta dakwah kepada umat Islam pada umumnya dalam konteks konsolidasi yang terprogram, terarah dan berkesinambungan sesuai amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga LDII, yaitu dengan menyelenggarakan “ KAJIAN ILMU EKONOMI  SYARIAH ”, termasuk di dalamnya mengenalkan 7 (tujuh) transaksi yang  haram yaitu : riba (tambahan), gharar (ketidakpastian), dharar (penganiayaan), maysir (perjudian), maksiat, suht (barang haram) dan risywah (suap).

“ Dengan Muammalah Berbasis Ekonomi Syariah Guna Menumbuhkan Kehidupan yang Halal dan Barokah “ demikian tema yang diusung Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia – DPD LDII Kota Bandung dalam rencana penyelenggaraan Kajian Ilmu Ekonomi Syariah yang InsyaAllah akan digelar pada Sabtu-Minggu (30 November -1 Desember 2013) bertempat di Gedung Serba Guna Masjid Baitul Mustajab Jl.Riung Mas No.9 Riung Bandung dengan pemateri Bapak KH. Kasmudi Assidiqi, SE, M.Ak dan Bapak Dr. H. Ardito Bhinadi, SE, MSi. Acara pembukaan acara ini insyaAllah akan dibuka oleh kemenag Kota Bandung dan ditutup doa oleh Ketua MUI Kota Bandung.

Cover Makalah Kajian Ilmu Ekonomi Syariah DPD LDII Kota Bandung 2013 | KH. Kasmudi Assidiqi, SE, M.Ak | Dr. H. Ardito Bhinadi, SE, MSi
Cover Makalah Kajian Ilmu Ekonomi Syariah DPD LDII Kota Bandung 2013

Guna meningkatkan pengetahuan dan praktek pelaksanaan muammalah secara syar’iyyah dalam kegiatan ini akan diisi dengan materi:

– Bab 1 : Fikih Muammalah

– Bab 2 : Transaksi-transaksi yang diharamkan

– Bab 3 : Akad Simpanan

– Bab 4 : Akad Pembiayaan

– Bab 5 : Pengawasan Syariah

SUSUNAN ACARA

Susunan Acara Sabtu 30 Nov 2013 Kajian Ilmu Ekonomi Syariah DPD LDII Kota Bandung
Susunan Acara Sabtu 30 Nov 2013 Kajian Ilmu Ekonomi Syariah DPD LDII Kota Bandung
Susunan Acara Minggu 1 Desember 2013 Kajian Ilmu Ekonomi Syariah DPD LDII Kota Bandung
Susunan Acara minggu 1 Des 13

 

 

Susunan Panitia Kajian ilmu Ekonomi Syariah DPD LDII Kota Bandung
Susunan Panitia Kajian Ilmu Ekonomi Syariah

PROFIL PEMATERI

KH. Kasmudi Assidiqi SE, M.Ak
KH. Kasmudi Assidiqi SE, M.Ak

KH. Kasmudi Assidiqi, SE., M.Ak.

Lahir di Banyumas tanggal 4 Januari 1949. Alumni Pondok Pesantren Madrasah Wathoniyah Islamiyah, Kebarongan, Banyumas, Jawa Tengah. Memperoleh gelar Magister Akuntansi dari Pasca Sarjana Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya, Jawa Timur dengan Tesis “Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Syariah dengan Bank Konvensional di Indonesia. Saat ini menjadi Dewan Pengawas Syariah BPRS Amanah Insani, Bekasi; Ketua Dewan Penasihat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII); Ketua Majelis Taujih wal Irsyad DPP LDII, Pemimpin Pondok Pesantren Minhajur-Rosyidin Gresik, Jawa Timur.

 

Dr. H. Ardito Bhinadi, SE, M.Si

Dr. H. Ardito Bhinadi, SE, M.Si

Lahir di Gunungkidul tanggal 21 September 1973. Alumni Program Doktor Ilmu Ekonomi UGM. Saat ini bekerja sebagai Dosen Fakultas Ekonomi UPN “Veteran” Yogyakarta; Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Direktur Klinik Usaha Berbasis Syariah (KUBIS) Yogyakarta; Dewan Pengawas Syariah BMT El Mubarak Sidoarjo, Jawa Timur; Dewan Pakar DPP LDII; Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY); Ketua Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi UPN “Veteran” Yogyakarta; Ketua Pusat Studi Ekonomi dan Industri Skala Kecil UPN “Veteran” Yogyakarta; Ketua Asosiasi Konsultan Keuangan Mitra Bank DIY; Konsultan pendirian Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) dan Lembaga Keuangan Syariah; Konsultan dan Peneliti pada Bank Indonesia, PT. Permodalan Nasional Madani (persero), dan Pemda DIY; Konsultan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM) dan Lembaga keuangan Mikro Syariah (LKMS). Pemakalah pada Sharia Economics Conference 2013 di Leibniz Universitat, Hannover, Germany dengan judul “Sharia Economics Not Only Sharia Financial Institution”. Website: www.arditobhinadi.com.

Kegiatan Kajian Ilmu Ekonomi Syariah ini akan diikuti 100 peserta terdiri dari para mubaligh, Ketua UB (Usaha Bersama), praktisi bisnis, pengurus organisasi serta Undangan termasuk dari ormas lain.

Kegiatan Pelatihan Ekonomi Syariah dengan pemateri yang sama, juga telah diadakan oleh DPW LDII Provinsi Riau di Pekanbaru pada tanggal 26-27 Oktober 2013.

Pelatihan Ekonomi Syariah di pekanbaru - Riau
Pelatihan Ekonomi Syariah di pekanbaru – Riau, 26-27 Okt’2013

Sebelum seseorang berbisnis, mempelajari hukum-hukum muamalah lebih dahulu menjadi penting bahkan wajib, agar di dalam menjalani bisnis selalu sah dan benar serta tidak terjebak dalam segala hal yang haram maupun yang syubhat.

 

وَمِنْ ذَلِكَ قَوْلُ عُمَرَ رَضِيَ الله عَنْهُ : لا يَتَّجِرُ فِي سُوقِنَا إِلا مَنْ فَقِهَ ، وَإِلا أَكَلَ الرِّبَا ، وَقَوْلُ عَلِيٍّ رَضِيَ الله عَنْهُ : مَنِ اتَّجَرَ قَبْلَ أَنْ يَتَفَقَّهَ ارْتَطَمَ فِي الرِّبَا ثُمَّ ارْتَطَمَ ثُمَّ ارْتَطَمَ ، أَيْ : وَقَعَ وَارْتَبَكَ وَنَشِبَ (تفسير القرطبي ٣ / ٣٥٢ ، وتفسير ابن كثير ١ / ٥٨١ ـ ٥٨٢ ، وتفسير الطبري ٦ / ٣٨ ، ومغني المحتاج ٢ / ٢٢ و ٦ / ٢٩)

Artinya: Diantaranya  adalah ucapan shahabat Umar bin Khattab: Tidak boleh berjual beli di pasar kami kecuali orang yang faqih (orang yang faham hukum muamalat pen.). Jika bukan orang yang faham hukum muamalat maka dia akan makan riba. Dan ucapan shahabat Ali r.a: barang siapa berjual beli/berdagang sebelum dia menjadi orang yang faqih/faham hukum muamalat maka sungguh-sungguh dia telah jatuh dalam riba, ruwet dan sulit melepasnya, kemudian  dia sungguh-sungguh telah jatuh dalam riba, ruwet dan sulit melepasnya, kemudian sungguh-sungguh dia telah jatuh ke dalam riba, ruwet dan sulit melepaskannya (Tafsir al Qurtuby 3/352, tafsir Ibnu katsir 1/581-582, tafsir al Tabary 6/38, Mughny al Muhtaj 2/22 dan 6/29).

About DPW LDII Jawa Barat

Author dari jabar.ldii.or.id. Silahkan ikuti penjelasan LDII yang sebenarnya di website kami, sekaligus tabayyun dari kami.

View all posts by DPW LDII Jawa Barat →

3 Comments on “DPD LDII Kota Bandung Gelar Kajian Ekonomi Syariah”

    1. ok kang Iim, wilujeng sumping di website resmi DPW LDII Provinsi Jawa Barat…silakan lanjut, jangan ngantuk ya…hehe.

      Semoga kita bisa bermuammalah secara syar’i, sehingga harta yang kita makan dan kita nafkahkan kepada keluarga kita yang halal dan barokah..aamiin

  1. Siap..!!! Insya Alloh kalau ngantuk wudhu hehe..
    Alhamdulillah sekarang sudah dimulai hari ke-2..
    Amiin 313x smoga halal barokah..
    Alhamdulillah jazaakumullohu khoiron..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.