Doa Adalah Ibadah

doa-berdoa-ibadah
Advertisements

Berdoadoa-berdoa-ibadah

Definisi “doa, berdoa, mendoakan” berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring (Dalam Jaringan / Online) Pranala (link): http://kbbi.web.id/doa, dijelaskan sebagai berikut  :

doa (noun/ kata benda): permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada Tuhan;
ber·doa (verbal/kata kerja): mengucapkan (memanjatkan) doa kepada Tuhan
men·doa·kan (verbal/kata kerja): memohonkan berkat dan sebagainya kepada Tuhan (dengan membaca atau mengucapkan doa): ia mendoakan anaknya supaya selamat terhindar dari mara bahaya
Jadi, secara bahasa doa adalah permohonan berupa harapan, permintaan dan pujian kepada Tuhan (Allah SWT). Berdoa merupakan ritual ibadah (pekerjaan mengabdi, menyembah dan menghamba kepada Allah SWT) secara qouliyah (ucapan) yakni dengan mengucapkan ( memanjatkan) doa kepada Allah SWT.
Seperti kita ketahui bahwa ada 4 macam cara ibadah, yakni :
Pertama: dengan hati (bi-qolbiyah) seperti keyakinan adanya Sang Khaliq/Pencipta, niat Karena-Allah dll yang berhubungan dengan hati,
Kedua: ibadah dengan Ucapan (bi-qouliyah) seperti doa, membaca dzikir, membaca tasbih, tahlil, tahmid, takbir,
Ketiga: ibadah dengan anggota badan (bi-badaniyah) berupa gerakan atau amalan wajib (sholat wajib, puasa menunaikan ibadah haji), dan sunnah (amalan-amalan sunnah, amal shalih dsb),
Keempat: dengan harta (bi-maliyah):  zakat, infaq, shadaqoh.
Dalil-dalil Tentang Berdoa

1. Berdoa adalah Ibadah

الترمذي:(3371) – حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَ: أَخْبَرَنَا الوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، عَنِ ابْنِ لَهِيعَةَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي جَعْفَرٍ، عَنْ أَبَانَ بْنِ صَالِحٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِك

:عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

«الدُّعَاءُ مُخُّ العِبَادَةِ». “Doa adalah Otaknya Ibadah

هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ مِنْ هٰذَا الوَجْهِ، لا نَعْرِفُهُ إِلا مِنْ حَدِيثِ ابْنِ لَهِيعَةَ.

(3372) – حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ ذَرٍّ، عَنْ يُسَيْعٍ، عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

«الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ». “Doa adalah Ibadah

ثُمَّ قَرَأَ:

{وَقَالَ رَبُّكُمْ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ} (غافر: 60).

هٰذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ، وَقَدْ رَوَاهُ مَنْصُورٌ، وَالأَعْمَشُ، عَنْ ذَرٍّ، وَلا نَعْرِفُهُ إِلا مِنْ حَدِيثِ ذَرٍّ).

 

2. Berdoa adalah Perintah Allah sebagai Sang Khaliq (Pencipta) kepada makhluq ciptaan-Nya.  

Allah memang memerintahkan kita sebagai hamba-Nya (makhluq Ciptaan-Nya) untuk berdoa, memohon kepada-Nya seperti difirmankan-Nya:
 ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Berdoalah (mintalah) kalian kepada-Ku, niscaya akan Aku (Allah) kabulkan (QS. Mu’min/ Ghofir: 60),

Jadi, sesuai janji Allah, semua doa kita “PASTI” dikabulkan-Nya, hanya saja ada 3 cara pengabulan doa:
1. Dikabulkan langsung, misal: berdoa a, diberi a.
2. Diganti, misal: berdoa meminta a, diberi b.
3. Ditunda diberikan di akherat
Alloh berbeda dengan makhluq ciptaanya. Makin banyak kita berdoa (memohon, meminta) kepada-Nya maka Alloh makin senang. Tidak seperti kita, kadang-kadang dimintai sekali dua kali masih senang, ridha, tetapi kalau dimintai berkali-kali kadang muncul sifat tamaknya, muncul sifat pelitnya, muncul rasa kesal, dsb. Allah justru malah senang banyak dimintai, makin banyak dimintai malah Allah makin senang.
   (قُلْ ادْعُوا اللَّهَ أَوْ ادْعُوا الرَّحْمَن ( الإسراء : 110

Artinya: “Katakanlah olehmu hai Muhammad: berdoalah kepada Allah, atau berdoalah kalian kepada Ar-Rahmân (Allah Yang Maha penyayang).”

NB: Seperti dijelaskan Ibu Aisyah Ummil Mu’miniiin, ayat 110 ini berkaitan dengan doa (HR. Muslim juz 2 halaman 34). 

Dalam ayat 110 ini dikatakan berdoalah kalian kepada Allah, atau, berdoalah kepada ArRahman, karena dulu orang yahudi menyalahkan orang Islam yang berdoa dengan menyebut “ArRahman” karena anggapannya berarti Allah itu ada dua. Dalam ayat lanjutannya “Ayyammaa tad’uu falahul asmaa’ul husna” (kapan saja/dimana kamu berdoa, bagi Allah punya beberapa nama yang baik (99 nama Allah), artinya: saat berdoa menggunakan panggilan kepada Allah dengan : “Yaa Allah”, “Yaa Rahman”, “Yaa Rahiim”, dst silahkan, karena “Ar Rahman” itu nama Allah juga (termasuk 99 nama Allah/ Asmaul husna).

 

3. Orang yang tidak mau berdoa kepada Alloh SWT dikategorikan “orang yang sombong”

Seperti dijelaskan dalam surah Al-Mu’min/ Surah Ghofir ayat 60 dibawah ini.

وَقَالَ رَبُّكُمْ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: “Mohonlah (mintalah) kamu kepada-Ku, pasti Aku kabulkan (permintaan) kamu itu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku, akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

 

4. Doa adalah Pedangnya Orang Iman (الدُّعَاءُ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ),  Doa adalah Senjatanya Orang Iman (الدُّعَاءُ سيف المؤمن)

قال رسول الله : ” الدُّعَاءُ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ ، وَعِمَادُ الدِّينِ ، وَنُورُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ “

 1855 أخبرنا أبو عبد الله محمد بن عبد الله الزاهد الأصبهاني ، ثنا أبو بكر عبد الله بن محمد بن عبيد القرشي ، ثنا الحسن بن حماد الضبي ، ثنامحمد بن الحسن بن الزبير الهمداني ، ثنا جعفر بن محمد بن علي بن الحسين ، عن أبيه ، عن جده ، عن علي رضي الله عنهم قال : قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم : ” الدعاء سلاح المؤمن ، وعماد الدين ، ونور السماوات والأرض ” . ” هذا حديث صحيح ، فإن محمد بن الحسن هذا هو التل أو هو صدوق في الكوفيين “

5. Tidak ada yang bisa merubah qodar / takdir, kecuali Doa.

رواه أحمد عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ  : ” إِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ ، وَلَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَاءُ ،  وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمُرِ إِلَّا الْبِرُّ ” ورواه النسائي وابن ماجة

Dalam hadits lain:     لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ

 

6. Tidak ada sesuatu yang lebih mulya di sisi Allah selain Doa

حَدَّثَنَا عَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ العَظِيمِ العَنْبَرِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا عِمْرَانُ القَطَّانُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي الحَسَنِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ،

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ

…dari  Abi Hurairah meriwayatkan dari Nabi sallallohu alaihi wasallam bersabda:”Tidak ada suatu apapun yang lebih mulya bagi Allah selain doa” (Hadist Sunan At-Tirmidzi Nomor Hadits 3370).
Mari kita berdoa kepada Allah, mari kita berkomunikasi kepada Allah, mari kita meminta kepada Allah, mari kita mohon pengampunan kepada Allah.
  وقال عز و جل :  ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً
 Berdoalah kepada Tuhanmu (Allah SWT) dengan berendah diri dan suara lembut.
Bantu Share Artikel ini Ya... 🙂

About DPW LDII Jawa Barat

Author dari jabar.ldii.or.id. Silahkan ikuti penjelasan LDII yang sebenarnya di website kami, sekaligus tabayyun dari kami.

View all posts by DPW LDII Jawa Barat →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.