Buka Rakernas LDII, Jokowi Apresiasi Tema “LDII untuk Bangsa”

Jokowi-buka-rakernas-ldii-2018-ldii-untuk-bangsa
Advertisements

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren Minhajurroayidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (10/10/2018).

Presiden Jokowi tiba di lokasi acara,  sekitar pukul 10.00 WIB. Kehadiran Jokowi disambut dengan pertunjukan seni pencak silat.

Ketua Umum DPP LDII, Abdullah Syam dalam sambutannya mengatakan rakernas tersebut mengangkat tema ‘LDII untuk Bangsa’. Kegiatan ini dihadiri 1500 pengurus LDII dari seluruh Indonesia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan mengenai kontribusi kerja LDII, bagaimana mengembangkan generasi profesional religius, yang ahli di bidangnya. SDM yang dimiliki LDII telah menunjukkan kontribusi nyata dan tersebar di dalam maupun luar negeri.

Salah satu kontribusi warga LDII adalah inovasi di bidang pertanian lahan gambut seperti yang dilakukan di Melawi, Kalimantan Barat. Lahan gambut setebal 4-6 meter bisa diubah menjadi lahan subur yang dapat ditanami berbagai komoditas pangan.

Dalam sambutannya, Abdullah Syam juga berharap Presiden Jokowi bisa memberi masukan kepada peserta rakernas, untuk diimplementasikan menjadi program kerja masing-masing daerah.

Sementara itu, dalam pengarahannya, Presiden mengatakan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Jokowi menegaskan, tema Rakernas LDII ini relevan dengan kondisi bangsa yang akan melangsungkan jelang pemilu tahun depan. “Bersinggungan dengan pemilihan umum ini lebih sesuai dengan kontribusi nyata. Cara-cara politik kotor harus dihentikan karena tidak sesuai tatakrama,” tegasnya.

Presiden mengakui bahwa LDII memiliki ekonomi digital yang lebih maju, bahkan sudah diterapkan di pondok-pondok pesantren LDII.

Jokowi berpesan agar masyarakat tidak mengumbar berita bohong. “Bersaing sehat itu dengan adu gagasan, adu ide, lihat keunggulan melalui prestasi dan kontribusi. Jangan sampai berita bohong itu menjadi-jadi, makanya perkembangan teknologi harus disikapi dengan kearifan,” tambah Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi berharap bahwa Rakernas LDII dapat memberikan rekomendasi kepada Pemerintah. Terutama dalam menghadapi berbagai tantangan di Indonesia, seperti derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi yang bisa saja menggerus etika dan norma masyarakat Indonesia.

Untuk membentengi hal itu, tambah Jokowi, dibutuhkan pembentukan karakter yang kuat bagi seluruh rakyat Indonesia. Terlebih dalam menghadapi era industri 4.0 yang berupa digitalisasi teknologi untuk memudahkan pekerjaan manusia diantaranya melalui otomatisasi industri.

Menyoroti berbagai hoaks dan fitnah bertebaran di mana-mana. Jokowi mengingatkan, jangan sampai hoaks dan fitnah demi kepentingan politik ini merusak nilai-nilai luhur yang dimiliki Bangsa Indonesia.

“Ini bukan nilai-nilai Indonesia, Islami yang kita miliki. Hati-hati jangan terjebak dalam politik praktis,” kata Jokowi.
“Jadi tema LDII untuk Bangsa ini betul. Jangan mendekati pilpres, fitnah, kabar bohong itu menjadi-jadi,” lanjutnya.

Pasca memberikan pengarahan, Presiden Jokowi mendapatkan cinderamata berupa Buku Pedoman Ibadah dan dilanjutkan pemukulan gong tanda pembukaan Rakernas LDII 2018.

Selanjutnya, Presiden didampingi Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko meninjau area Expo Rakernas LDII yang lokasinya bersebelahan dengan area rakernas.

Dalam Expo itu, dipamerkan delapan booth mewakili delapan bidang kontribusi LDII yang telah dilaksanakan, yaitu Dakwah, Wawasan Kebangsaan, Pendidikan, Kesehatan dan Obat Herbal, Pertanian dan Lingkungan Hidup, Ekonomi Syariah, Teknologi Digital, serta Energi Baru dan Terbarukan.

Selamat dan Sukses Rakernas LDII 2018.

Bantu Share Artikel ini Ya... 🙂

About DPW LDII Jawa Barat

Author dari jabar.ldii.or.id. Silahkan ikuti penjelasan LDII yang sebenarnya di website kami, sekaligus tabayyun dari kami.

View all posts by DPW LDII Jawa Barat →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.