Walikota Bandung: “Warga Kota Bandung Jangan Terpecah Karena Pilpres”

Advertisements

asisten-daerah-ekonomi-dan-pembangunan-pemkot-bandungWalikota Bandung dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Ir. Rusjaf Adi Manggala, MM pada pembukaan Musda VI LDII Kota Bandung mengatakan, Pemkot Bandung mengharapkan kondusivitas kerukunan di Kota Bandung, jangan terpecah belah karena pilkada, pileg dan pilpres. Motto “Bandung Juara”, lanjut dia,  dalam arti positif diantaranya tentang kerukunan antar umat beragama.

Rusjaf berpesan untuk ketua LDII Kota Bandung terpilih nanti agar bersinergi dengan visi-misi pemkot Bandung berkaitan pemberdayaan masyarakat di kelurahan.

Walikota Bandung Ridwan Kamil sedianya akan hadir dalam pembukaan Musda VI LDII Kota Bandung, namun Pak Walikota masih dalam perjalanan pulang ke Bandung pasca menghadiri kegiatan pertemuan bupati dan walikota se-Indonesia di Dumay. Secara Pribadi walikota menyampaikan permohonan maafnya kepada Ketua DPD LDII Ir. Horisworo Adhi, B.Sc dan menitipkan salam kepada para pembicara yang memberikan pembekalan materi.

Sejalan dengan amanat Walikota, Dr. KH. Ahmad Suherman Ketua FKUB, memaparkan materi “Kerukunan Umat Beragama dalam Wawasan Kebangsaan. Ahmad Suherman menuturkan pemaparan materi berkaitan toleransi intern umat beragama, antar umat beragama dan antar umat beragama dengan pemerintah (Tri Kerukunan umat beragama) plus Kerukunan Antar-etnis yaitu kerukunan intern umat beragama, antar umat beragama, antar umat beragama dengan pemerintah. ” Kerukunan perlu dibingkai dengan Tri Silas yakni “silih asih, asah dan asuh”, kebalikannya adalah “silih siah, silih sieuh dan silih soeh (hidup saling membenci, hidup gontok-gontokkan dan saling bermusuhan,” paparnya.

lebih lanjut, Suherman menjelaskan hasil proses silih asih-asah dan asuh  (Tri-silas) membentuk insan yang nyakola (edukatif), nyantri (religius), dan nyunda (etnopedagogik), menjadi Sumber Daya Manusia dengan empat penanda utamanya disebut Panca Rawayan (Gapura Panca Waluya) Lima penanda kualitas manusia ber-SDM unggul dengan  indikatornya terdiri dari:

  1. CAGEUR,  Sehat lahir-batin, jasmani danrohani, sehat dalam berinteraksi  sosial dan kesalihan sosial.
  1. BAGEUR,  Bermoral. Ta’at kepada hukum agama, hukum nurani, hukum positif  dan hukum adat.
  1. BENER,  Beriman, jujur, adil, jelas serta lurus visi dan misi hidupnya.
  1. PINTER,  Mampu mengatasi masalah dan tantangan hidup,  proaktif, beretos kerja tinggi, berprestasi.
  1. SINGER,  Terampil, mahir, piawai dalam bergaul dan wanter

PANGGER :   Berkarakter teger, cangker, dan wanter dalam berkehidupan.

“Kerukunan Antar Umat Beragama bagai alam yang mengorbit dan tak pernah saling menyentuh antara planet yang satu dengan yang lainnya, Persatuan tidak melebur perbedaan tetapi tetap menghormati perbedaan, inilah yang dimaksud “toleransi” yakni saling menghormati perbedaan, mengembangkan persaudaraan, mengembangkan kerukunan, tidak mempolitisir agama, kerjasama, tidak mencela agama lain, senantiasa mencari persamaan, tidak membesarkan perbedaan yang ada, ” jelasnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya Drs. H. Mualip, M.Pdi dari Kementrian Agama (Kemenag) Kota Bandung memaparkan Lima Agenda besar Kementrian Agama yakni :

—1.  Meningkatkan Pelayanan kepada masyarakat dalam kehidupan beragama

—2. Meningkatkan pelayanan dalam kerukunan ummat beragama

—3. Meningkatkan pelayanan penyelengaraan ibadah haji

—4. Meningkatkan pelayanan dalam bidang pendidikan agama dan keagamaan

—5. Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih

Lebih lanjut, Mualip mengatakan, Seperti yang disampaikan Wakil Mentri Agama RI, Prof.Dr.H.NasarudinUmar, MA,  Secara  garis besar ada empat bidang yang menjadi PR ummat Islam saat ini.

—Pertama : Kerukunan hidup antar ummat beragama. Munculnya benih-benih radikalisme dan ekstrimisme adalah ancaman bagi keberlangsungan kerukunan ummat beragama

—Kedua : Pendidikan Islam adalah faktor penting dalam membangun bangsa. Tanpa pendidikan mustahil sebuah bangsa akan maju.

—Begitu pula dengan ummat Indonesia. Terjangan globalilasi harus diantisipasi oleh ummat Islam dengan membangun pola pendidikan Islam yang kompetitif

—Ketiga : Kesehatan juga menjadi agenda kedepan. Derasnya arus perkembangan zaman telah berdampak terhadap ganguan kesehatan dimasyarakat seperti penyebaran penyakit HIV dan AIDS.

—Keempat: Kesejahtraa ummat Islam mempunyai potensi besar untuk dikembangkan dibidang ekonomi seperti : zakat, wakaf, infak, dan sodakoh.

Menutup pemaparannya, Mualip mengucapkan selamat dan sukses kepada DPD LDII Kota Bandung,

—Kami Kementrian Agama kota Bandung mengucapkan selamat dan sukses atas terselengaranya Musayawarah Daerah VI Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)

—Kami juga punya keyakinan bahwa ormas Islam dikota Bandung masing-masing mempunyai kelebihan dalam membina masyarakat, karena itu kita cari kesamaan atau dalam istilah al-Qur’an disebut: “Kalimatan Sawaa”, pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut Ketua DPD LDII Kota Bandung Horisworo berharap, “Ukhuwah Islamiyah Tidak Sekedar Kajian Ilmu”.

 

Bantu Share Artikel ini Ya... 🙂

About DPW LDII Jawa Barat

Author dari jabar.ldii.or.id. Silahkan ikuti penjelasan LDII yang sebenarnya di website kami, sekaligus tabayyun dari kami.

View all posts by DPW LDII Jawa Barat →

One Comment on “Walikota Bandung: “Warga Kota Bandung Jangan Terpecah Karena Pilpres””

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.