LDII Jabar| Lembaga Dakwah Islam Indonesia Jawa Barat

Taubat Nasuha Sang Pembunuh

Bukti Alloh SWT Maha Pengampun dan Membuka Pintu Taubat Seluas-luasnya.

Dalam Tulisan kami terdahulu di http://www.jabar.ldii.&#959r.id/ldii-sesat-berbahaya-wuidih-serem-amat/ ada salah satu pengunjung  berinisial Kang mas X, memberikan komentar sebagai berikut:

 “saya tertarik ingin mencoba, tapi saya terlalu hitam menjalani dunia.. Masih ada pengampunankah untuk orang seperti saya??”.

Nuansa keputus asaanya tercermin dari kata-katanya. Padahal bila kita mau bertaubat, masih terbuka lebar pintu taubat Alloh SWT yang Maha Pengampun atas hamba-Nya.

Kami memberi sedikit penjelasan sbb:

Selama nafas masih dikandung badan, tidak ada kata kata terlambat, maksudnya pintu taubat masih terbuka lebar..Saudaraku, ada sebuah cerita dalam Hadits ada seorang yang telah,membunuh 99 orang kemudian ia ingin bertaubat, akhirnya ketemu seorang guru dan bertanyalah ia apakah dosanya masih terampuni. Sang guru menjawab “tidak bisa”. Akhirnya sang guru dibunuhnya. Namun ia terus bertekad ingin bertaubat, sehingga dalam perjalanan pertaubatannya ia mati. Malaikat rohmat rebutan dengan malaikat malaikat adzab mengenai arwah orang tsb apakah ia tergolong orang yang diberi rohmat ataukah tergolong ahli neraka. Kemudian Alloh menghukumi, hitunglah jarak perjalanan ia menuju taubatnya, lebih jauh mana jarak yang ia tinggalkan dari dosa-dosanya/jarak menuju taubatnya ataukah lebih besar perjalanan dosanya. Ternyata lebih besar menuju taubatnya, sehingga akhirnya ia diampuni dan diberi rohmat. Kewajiban kita hanya berusaha bertaubat selebihnya Alloh lah yang berkenan mengampuni kita. Lebih baik menjadi “mantan preman” dan menjadi orang beriman, daripada menjadi “mantan ustad” atau malah mantan orang iman. Banyak di LDII seperti yang demikian dulunya tidak mengenal agama, tidak mengenal hurus alif bingkeung-bingkeung acan, malah ada yang “tukang bobok tukang tarok, malah maaf,”tukang morosotkeun anderok”, namun setelah ngaji malah jadi orang yang faham. Yang diperhitungkan oleh Alloh adalah pungkasan hidup kita dalam keadaan beriman atau tidak. Walaupun dulunya ahli ibadah namun kalau saat kematiannya malah maksiat, itu yang termasuk gagal. Sebaliknya dulunya dari dunia hitam, merah, oranye dll, namun kalau saat meninggal ia dalam keadaan beriman, maka orang tersebut termasuk orang yang bejo alias beruntung. Manusia tergolong beberapa golongan, ada yang lahirnya iman, hidupnya iman, matinya dalam keadaan beriman (waah untung banget ni yg seperti ini). Ada juga yang lahirnya iman, hidupnya iman, matinya tidak beriman (rugi besar). Ada yang lahirnya tidak beriman, hidupnya tidak beriman, matinya tidak beriman (ini mbahnya rugi). Ada yang lahirnya tidak beriman, hidupnya tidak beriman, matinya beriman (naah, ini yang termasuk untung besar). S&#959, tunggu apa lagi!? “tidak ada yang bisa merubah qodar/takdir Alloh kecuali DOA..Maka banyaklah berdoa minta hidayah-Nya dan terhindar dari adzab/neraka-Nya serta minta mati dalam keadaan iman..Memang berat untuk masuk Surga Selamat dari neraka Alloh, namun lebih berat lagi kalau gagal masuk surga selamat dari neraka Alloh”.

Pada postingan kali ini, kami ingin memperkuat kisah sang pembunuh di atas yang telah membunuh lengkap 100 orang dengan tangannya sendiri dan karena bertaubat nasuha, betul-betul taubat menyadari kekhilafan dan kesalahannya, akhirnya tergolong menjadi orang yang beruntung.

Hadits di bawah ini tentu bagi warga LDII sudah sama-sama mengkajinya karena sudah atau sedang dikaji secara serentak di seluruh Indonesia oleh warga LDII yaitu dalam Hadits Sunan Ibnu Majah N&#959. Hadits 2622 fi Kitabuddiyat sebagai berikut :

Hadits bertaubatnya orang yang membunuh 100 orang Taubat Nasuha Sang Pembunuh

Diceritakan dari Abi Sa’id Alkhudriyyi dia berkata: maukah kamu saya kabari hadits yang saya dengan langsung dari lisannya Rasulullah SAW dan saya fahami,  sesungguhnya ada seorang hamba yang telah membunuh 99 jiwa kemudian dia berniat untuk bertaubat.  Kemudian dia bertanya dan mendatangi orang yang dia anggap ahli hukum di muka bumi ini yang ditunjukkan kepadanya. Maka berkata dia hamba: “aku telah membunuh 99 orang, apakah ada pintu taubat bagi saya?”. Sang ahli hukum berkata :”setelah engkau membunuh 99 orang? (berat itu! dosamu tidak terampuni)”. Nabi Muhammad SAW melanjutkan ceritanya:  Mendengar jawaban itu, si hamba tersebut menghunus pedangnya dan membunuh sang ahli hukum tersebut sehingga ia menggenapkan menjadi 100 orang yang dibunuhnya. Kemudian dalam diri hamba tersebut timbul kembali niat bertaubat. Dia bertanya dan mendatangi lagi ahli hukum yang ditunjukkan kepadanya dan berkata : “aku telah membunuh 100 orang, adakah pintu taubat untukku?”. Sang Ahli hukum menjawab : “kasihan kamu! Tidak ada yang menghalangimu untuk bertaubat. Pergilah/hijrahlah kamu dari desa yang mempengaruhimu jelek dan datangilah desa yang baik yang begini dan begini. Beribadahlah/menyembahlah kepada tuhanmu (Alloh) disana”.

Akhirnya hamba tersebut berangkat menuju desa baik yang ditunjukkan sang ahli hukum, namun dalam perjalanan ke desa tersebut ajal menjemputnya.

Maka berdebatlah malaikat rohmat dan malaikat adzab tentang hamba ini. Malah iblis pun ikut nimbrung dan berkata : ” aku lebih berhak dengan hamba ini karena dia tidak pernah menentangku sedikitpun (dalam pengaruhku)”.

Nabi bersabda : maka berkata malaikat rohmat, “bukankah ia telah keluar dengan berniat/bertekad bertaubat (bagian surga untuknya)”. 

Akhirnya Alloh Azza Wajalla (Alloh Yang Maha Mulia & Maha Luhur) mengutus seorang malaikat (malaikat penengah) kepada malaikat yang berdebat tadi dan menyampaikan titah Alloh bahwa lihatlah hamba tersebut lebih dekat ke desa yang jelek (yang dia tinggalkan) ataukah ke desa yang baik?”. Ternyata atas kehendak Alloh ternyata hamba tersebut lebih dekat ke desa yang baik sehingga ia lebih berhak menjadi penghuni surga.

(NB : menurut ahli hadits Syeh Albany, kedudukan hadits ini “Shahih Mutaffakun Alaihi“).

Begitulah Cerita Taubah Nasuha seorang pembunuh yang diampuni oleh Alloh. Ini membuktikan Alloh benar-benar Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Sehingga tidak istilah terlalu hitam, atau terlalu coklat, dsb, tidak ada kata terlambat, janganlah berputus asa, masih ada kesempatan bertaubat. Rahmat dan Ampunan Allah SWT terbuka lebar selama nafas masih dikandung badan dan kita bertaubat disaat sebelum nyawa diambil Allah melalui petugas pencabut nyawa yakni Malaikat Izrail.

Mintalah Ampun pada Alloh Yang Maha Pengampun Penyayang 300x27 Taubat Nasuha Sang Pembunuh

artinya : “Dan Mintalah Ampun Kepada Alloh, sesungguhnya ALLOH Maha Pengampun dan Maha Penyayang “

Barangsiapa beramal jelek kemudian minta ampun maka kalian menjumpai Alloh maha pengampun dan maha welas 300x83 Taubat Nasuha Sang Pembunuhartinya : ” Barangsiapa beramal jelek atau menganiaya dirinya (berbuat pelanggaran) kemudian minta ampun kepada Alloh maka ia akan menjumpai ALLOH Maha Pengampun dan Maha Penyayang “.

Sebagai pelengkap tulisan ini mari kita nikmati Puisi Keren dan apik karya Bang Zoel Z’anwar yang di publish di Kompasiana.

http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2013/10/22/malam-terakhir-mencari-tuhan-601348.html#

Zoel Z’anwar

. . . . . . . ___ jejak.

Malam Terakhir Mencari Tuhan

saat bulan jatuh tercelup di telaga
aku menyimpan sisa-sisa harap dalam mukun di jangkatku
kemarin itu aku tidak mengenal malam
gelap yang menyelimuti itu kususup saja hingga ke lambungnya
kucari Tuhan
yang tak kutemukan di semua sisi
sampai aku kembali keluar
bersama berlapis-lapis bau yang menyengat

lalu di jalan yang bersisik licin seperti lilin-lilin daun talas
kadang mengkilap disorot mata guntur yang mengedipi naas
kuteruskan langkah dan nanar mata dengan mulut yang terbekap dingin
menggigil bersama Hujan yang kau sengaja,
serta grusuk-grusuk daun dan dahan beringin tua
bersanggit sepanjang jalan dengan kekakuan batang nyiur

langkahku gontai
beberapa kali aku tersimpuh pada bayang-bayang daun pisang
melambai-lambai seperti jubah
menjumbai sebentuk orang
dan kusangka Dia

beberapa kali pula jalanan seperti ular tertidur ini menjengkangkanku
ketika di gopohku dia bermimpi menjadi bayi yang sedang bermimpi
terkapar, kulirihkan diri pada bintang yang mencuri sedikit kesempatan
untuk memerah di sela hujan yang kau sengaja itu
kutanyakan dia,
tentang asal Tuhan
tentang kampung Tuhan
tentang kebilik-bilik mana aku harus mencari Tuhan

aku semakin jauh dari rumah silamku
tak ada sisa keringat lagi sepanjang jalan tanpa teduh
hujan tak reda bertumpahan seperti liur-liur ular berkepala hati
urat-uratku memilin jasadku
yang tak henti menerka berapa sisa helaan napas
sampai pada ujung jalan pun aku masih ingin bertanya pada sesiapa
sampai hela napas berkata “Habis!”

kini di mana aku akan menangis
pada ujung malam dan lidah hujan
pada jam dinding langit yang sudah mati
atau pada rintik yang tak terdengar lagi?

padamu?
yang membangun jalan hitam ini?

 

zoel z. 22.10.2013
sumber gambar: http://safartour.blogdetik.com

Sebagai penutup tulisan ini, berikut lyric lagu “Amparan Sajadah” yang dinyanyikan sang phenomenon expert calung Sunda alm. Darso feat Ebith Biet A,  yang begitu kental dengan “pertaubatan”.

 

Lirik lagu Darso “Dina Amparan Sajadah” (feat. Ebith Beat A)

Dina amparan sajadah, abdi sumujud pasrah

Diri nu lamokot ku dosa, nyanggakeun sadaya-daya

Dina amparan sajadah, abdi sumujud pasrah

Mundut pangampura gusti, Ya Allah rabbul ’izzati

(Yah) Rumasa kuring rumasa, hirup di dunia pinuh ku dosa
Laku lampah saka hayang, teu nyaho halal jeung haram
Nu peunting ngeunah, kabawakeun ku sakagawayah
Teu nyaho wayah, goreng haté – goreng haté laku lampah
Piomongeun wae, poho kawajiban-poho kawajiban, poho akherat
Gawe kuring ngan ukur maksiat,

mun dielingan poho deui, mun dielingan Poho deui
mun dielingan, Ya Allah rabbul ’izzati hapunten abdi.

Dina amparan sajadah (abdi seja manjatkeun du’a)
Abdi sumujud pasrah (mugia abdi kenging pangampura tinu kawasa)

Diri nu lamokot ku dosa nyanggakeun sadaya-daya (nya nya)

Insya allah ayeunamah abdi tos kenging hidayah
Mugia abdi tiasa janten jalmi istiqomah
Ngalereskeun laku lampah, seja tobatan nasuha, alhamdulillah
Nyanggakeun tobat abdi, mugi janten tobat nu sajati
Dosa-dosa nu tos kalangkun, mugi janten dosa panuntung
Jembarkeun d&#1077&#1109&#1088&#1110&#1109&#1077, abdi hoyong janten jalmi nu sae
Manfaat kangge sayada, agama, kulawarga, nagara
Nun gusti abdi nyanggakeun du’a

Taya deui panglumpatan taya deui pamuntangan
Mung Allah pangeran abdi pangeran anu sajati

Dina amparan sajadah (abdi seja manjatkeun du’a)
Abdi sumujud pasrah (mugia abdi kenging pangampura tinu kawasa)

Mundut pangampura gusti Ya Allah rabbul ’izzati
Mundut pangampura gusti Ya Allah rabbul ’izzati

Hirup urang bobolokot ku dosa jeung sajaba, nyanggakeun sadaya-daya
Hirup urang bobolokot ku dosa jeung sajaba, nyanggakeun sadaya-daya

Hirup urang bobolokot ku dosa jeung sajaba, nyanggakeun sadaya-daya Hirup urang bobolokot ku dosa jeung sajaba, nyanggakeun sadaya-daya

pixel Taubat Nasuha Sang Pembunuh

Incoming search terms:

: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eXTReMe Tracker