LDII Jabar| Lembaga Dakwah Islam Indonesia Jawa Barat

Surga Bukan Milik Organisasi Tertentu

Surga Bukan Milik Organisasi Tertentu.

 ..Kalau kita bingung jalan ibadah yang kita tempuh sudah di jalur yang benar atau belum…??? 

 Jawabannya adalah : “Ya, kita harus belajar ilmu Agama (Al-Quran dan Al-Hadits)!”

  • قَالَ اللهُ تَعَالَى : وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً . سورة الإسراء أية ٣٦

“Dan janganlah kamu mengerjakan sesuatu Amalan yang mana kamu belum tahu ilmunya, ketahuilah sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan penghayatan, kesemuanya itu pasti akan di tanya.” [Surah Al-Isro’ Ayat 36]

  • حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ: أَخْبَرَنِي عَلْقَمَةُ بْنُ مَرْثَدٍ، سَمِعْتُ سَعْدَ بْنَ عُبَيْدَةَ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ، عَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ،

  • عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ» رواه صحيح البخاري

“Dari Nabi bersabda : “Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang mana mau belajar dan mengajarkan Al-Quran.”
[Hadist Shohih Bukhori No. 5027 Kitabu Fadhoil Qur’an]

 

Mengawali artikel ini saya Bersyukur, Alhamdulillahi Robbil Aalamiin kita masih diberi kesempatan hidup oleh Alloh SWT untuk mengabdi dan senantiasa menyembah-Nya.

Kedua, Alhamdulillah, InsyaAllah sebentar lagi kita akan memasuki hari yang semua pihak baik  organisasi Muhammadiyah, NU, PERSIS,  PUI,  Al-Washliyah termasuk LDII dan ormas-ormas Islam lainnya serta tentunya pemerintah, sepakat tanpa menunggu hasil Ruyat dan sidang isbat serta tanpa melihat hilal lagi bahwa HUT Kemerdekaan RI untuk tahun ini jatuh pada tanggal 17 Agustus hari Sabtu, Merdeka…!!! hehe, bercanda nih biar tidak terlalu serius.

Kembali ke laptop!

Saat searching di mbah google ada sebuah pertanyaan yang menggelitik : “Kamu orang dgn keyakinan Islam model apa? LDII, NU, Muhamadiyah, dst? Apa perbedaan LDII, NU, Muhammadiyah, Persis, dll?

Nah, ini dia salah satu contoh pertanyaan yang berbau syara yang tentunya tidak sesuai dengan semangat Ukhuwah (Persaudaraan/ Persatuan dan Kesatuan), pertanyaan yang seperti ini yang akan memecah belah umat dan melemahkan NKRI, padahal NKRI ini diperjuangkan oleh para pahlawan kita dengan keringat, darah dan nyawa lho.  Seyogyanya kita jangan mudah termakan pertanyaan yang mengadu domba umat Muslim khususnya terlebih kita adalah sesama anak bangsa.

Beribadahlah menurut keyakinan masing-masing…saling menghormati (tasamuh) & saling menghargai..Tidak usah berdebat urusan perbedaan, mari kita retas “persamaan”… JAUHKAN PERBEDAAN, DEKATKAN PERSAMAAN…Bukankah Tuhan kita sama, Nabi & Rasul kita sama, Kitab/pedoman kita sama (Al-Quran dan Al-Hadits), Haji kita sama ke Baitullah, Qiblat sholat kita sama, Rukun Iman kita sama,  Rukun Islam kita sama…dst.

Awalnya mungkin sedikit ada perbedaan pemahaman… tapi lama kelamaan semua bisa berjalan seiring… karena semakin kita pintar… semakin kita bisa melihat untuk apa diperbandingkan.. itulah kesalahannya, hanya saling membanding-bandingkan.. tapi coba kita jalani bersama… itulah saat saat menikmati anugrah ALLAH…

Saudaraku, LDII, NU, Muhamadiyah, dsb hanyalah wadah organisasi. Bukankah kita semua sama di bawah bendera ISLAM dengan pedoman Al-Quran dan Al-Hadits. Dalam Al Quran tidak dijelaskan Islam itu model Apa kok…Islam ya islam saja, bukan Islam LDII, Islam NU, Islam Muhammadiyah, Islam Persis, dsb.

“Innaddina ‘indalloohil Islam”.

Dalam Hadist Imam Malik fii Mautho’ No. 3338/678,  Rasulullah SAW bersabda : “Taroktu fiikum amroini lantadhillu maa tamassaktum bihima, kitabillah wasunnati nabiyyihi” (Telah kutinggalkan 2 perkara, selama kalian pegang teguh 2 perkara itu, kalian TIDAK AKAN SESAT selama-lamanya. 2 Perkara itu Kitabillah (Al-Quran) dan Sunah Nabi-Nya (Al-Hadits)..sudahkah kita memegang teguhnya, mempelajari isinya dan mengamalkannya secara konsekwen??

Tulisan Arab Sabda Nabi Muhammad SAW di atas :

  مَالِكٌ؛ أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ

لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ (1) » . موطأ الإمام مالك

Baca juga artikel berikut:  http://www.jabar.ldii.or.id/ldii-sesat-berbahaya-wuidih-serem-amat/

Banyak umat Muslim yang menyeru “ayo kita kembali kepada AlQuran dan AlHadits sebagai pedoman kita !” namun sayang kenyataannya tidak mempelajari dan mengamalkan isinya. Kenyataannya, Isi Quran  blank (jangan-jangan Al-Quran juga nggak punya, atau punya tapi cuma satu doang, di keluarganya ada ayah-ibu-anak 3.. eeh Al-Qurannya cuma atu doang, itupun dipajang di lemari buat hiasan..hehe, just kidding!), megang atau bentuk Hadits pun tidak tahu (Hadits itu kayak gimana tidak tahu, malah buku hadits pun belum tahu sampul-sampunnya acan..hehe) ya gimana mau tahu jalan kebenaran.  Lalu, dengan gagahnya menyesat-nyesatkan orang lain, dengan bangganya menganggap dirinya yang paling benar, malah bisa mengomentari muslim lain tanpa dasar, tanpa tabayyun, tidak sadar memfitnah dan mengadu domba umat Muslim, berdebat masalah agama dengan ro’yu (pendapatnya sendiri) tidak berdasar tanpa ilmu Quran Hadits, dst…NB: Kalau masalah debat sih sebenarnya bukan habbit seorang muslim, hanya berdebat agar argumennya diterima walaupun sak-karepnya sendiri, padahal menang debat juga nggak ada gunanya-kalah debat apalagi cuma hambur sabun doang..btw, apa hubungannya ya sama sabun?

Semoga kita tidak tergolong orang seperti itu…Jadi, kalau ingin tahu isi Quran Hadits, ingin tahu jalan kebenaran, jawabannya adalah “kita harus belajar ilmu agama (Al-Quran dan Al-Hadits)!”

Again….

..Kalau kita bingung jalan ibadah yang kita tempuh sudah di jalur yang benar atau belum…??? 

 Jawabannya adalah : “Ya, kita harus belajar ilmu Agama (Al-Quran dan Al-Hadits)!”

Surga Bukan Milik Organisasi Tertentu..!

Surga milik Alloh SWT semata, bukan milik organisasi tertentu. Jadi mau milih model Islam apa, itu masalah selera..yang TERPENTING adalah kita hidup sekali ini harus sukses masuk surga selamat dari neraka Alloh SWT dan memang Alloh dan Rasul-Nya sudah memberi tuntunannya, sudah ada aturan mainnya, sudah ada rel nya..supaya tahu tidak tersesat dan berada di jalur yang benar, ya tentunya dengan mempelajari isi Quran Hadits dan mengamalkannya sepol kemampuan kita…Jadi, jawabannya adalah “kita harus belajar ilmu agama!”

Allah SWT telah menurunkan Wahyu kepada kepada Nabi Muhammad SAW, yang beliau jelaskan kepada para sahabatnya dalam hadits-hadits shahih. Beliau memerintahkan umat Islam agar berpegang teguh kepada keduanya:
“Aku tinggalkan padamu dua perkara yang kalian tidak akan tersesat apabila (berpegang teguh) kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku. Tidak akan bercerai-berai sehingga keduanya menghantarku ke telaga (Surga).” (Di-shahih-kan Al-Albani dalam kitab Shahihul Jami’)

Golongan Yang Selamat akan kembali (merujuk) kepada Kalamullah dan RasulNya tatkala terjadi perselisihan dan pertentangan di antara mereka,

Sebagai realisasi dari firman Allah:

…’“Kemudian jika kamu berselisih tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibat-nya.” (An-Nisaa’: 59)

…“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (An-Nisaa’: 65)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang akan terjadi perselisihan yang banyak setelah meninggalnya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana dalam sabdanya:

“Aku wasiatkan padamu agar engkau bertakwa kepada Allah, patuh dan ta’at, sekalipun yang memerintahmu seorang budak Habsyi. Sebab barangsiapa hidup (lama) di antara kamu tentu akan menyaksikan perselisihan yang banyak. Karena itu, berpegang teguhlah pada sunnahku (ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, red) dan sunnah khulafa’ur rasyidin yang (mereka itu) mendapat petunjuk. Pegang teguhlah ia sekuat-kuatnya. Dan hati-hatilah terhadap setiap perkara yang diada-adakan (dalam agama), karena semua perkara yang diada-adakan itu adalah bid’ah, sedangkan setiap bid’ah adalah sesat (dan setiap yang sesat tempatnya di dalam Neraka).” (HR. Nasa’i dan At-Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih).

Intinya… kita memang jangan selalu menyalahkan, bahkan menghujat.. siapa yang benar, siapa yang sesat… jika kita pintar kita akan berdiri di tengah… menjadi yang netral… mengambil apa yang baik… dan yang pasti… tujuan Sholat kita adalah menyembah Allah SWT… bukan yang lain.. (Joe)

: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

11 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eXTReMe Tracker