Fakta tak terungkap tentang KH. Nurhasan Al-Ubaidah yang selama ini dihujat

author:
DPW LDII Jawa Barat

Reviewed by:
Rating:
5
On June 8, 2013
Last modified:December 8, 2014

Summary:

Banyak fakta tak terungkap yang tersembunyi kebenarannya, sehingga Ulama LDII KH. Nurhasan Al Ubaidah dihujat & difitnah, padahal mereka tidak mengenal betul sosok beliau dan tidak mengerti maksud & tujuan dakwah tauhid-nya

Mengungkap Fakta Siapakah Sebenarnya KH. Nurhasan Al Ubaidah yang selama ini dihujat.

Siapakah sosok KH. Nurhasan Al Ubaidah yang fotonya terpampang di rumah warga LDII?

Tulisan ini bukan berdasarkan sekedar pembelaan pada kekaguman terhadap seorang tokoh apalagi mengarah kepada kultus individu, sama sekali tidak!. Tulisan ini di dukung saksi-saksi hidup, para pelaku sejarah yang betul-betul melihat dan merasakan langsung bagaimana dakwah tauhid KH. Nurhasan Al Ubaidah Lubis, bagaimana sepak terjangnya dan apa alasan di balik sepak terjangnya tersebut. 

Sebaliknya para pembenci KH. Nurhasan Al Ubaidah Lubis yang selama ini mendapat info yang keliru juga perlu mendapat penjelasan yang benar, fakta yang sesungguhnya, bukan katanya orang, bukan jare-jarene, cenah-cenah. Salah satu contoh: dari seorang komentator yang mengomentari artikel ini dengan pernyataan ngawur dan mengada-ada.

KH-Nurhasan-Al-Ubaidah

KH. Nurhasan Al-Ubaidah

Almarhum KH Nurhasan Al Ubaidah adalah pendiri Pondok Pesantren LDII, Banjaran, Burengan, Kediri, seorang ulama besar yang selama 11 tahun belajar ilmu agama di Makkah dan Madinah. Lahir di Desa bangi Kediri Jawa Timur (1908).

Beliau menguasai Al-Qur’an dan ilmu-ilmu Al-Qur’an. Beliau menguasai Qiroah Sab’ah (7 macam Bacaan Al-Quran), yaitu bacaan Nafi’ Al Madani, Ibnu Katsir Al Makki, Abu Amr Al Bashri, Ibnu Amir As Syami, Ashim Al Kufi, Hamzah Al Kufi, dan Ali Al Kisa’i. Masing-masing guru tersebut memiliki dua murid yang sangat terkenal, sehingga bacaannya diistilahkan 21 bacaan.

Beliau juga menguasai 49 kitab-kitab hadits lengkap dengan ilmu alatnya. Diantara guru-guru beliau adalah: Imam Abu Samah (Muhammad Abdul Dhohir ibn Muhammad Nuruddin Abu Samah At-Talini Al-Mishri Al-Makki), Syekh Umar Hamdan (Abu Hafs Umar ibn Hamdan ibn Umar ibn Hamdan al-Mahrasi At-Tunisi Al-Maghribi al-Madani Al-Maki rahimahullah), Syekh Yusuf, dan lain-lain..

Pengalaman Pesantren

  1. Pondok Semelo, Nganjuk (sufi)
  2. Pondok Jamsaren, Sala
  3. Dresmo, Surabaya (belajar silat)
  4. Sampang, Madura (Kyai Al Ubaidah, Batuampar)
  5. Lirboyo, Kediri
  6. Tebuireng, Jombang

Kisah Kehidupan KH. Nurhasan Al-Ubaidah :
1929 : Berangkat haji pertama, mengganti nama menjadi Haji Nurhasan Al Ubaidah
1933 :
• Belajar hadits Bukhari dan Muslim kepada Syeikh Abu Umar Hamdan dari Maroko
• Belajar di Madrasah Darul Hadits dekat Masjidil Haram

Info lain :
• Berangkat ke Mekah tahun 1937/1938
• Tiba di Mekah, disaksikan oleh H. Khoiri Ketua Rukbat Nahsyabandi (asrama pemukim di Saudi Arabia)

1941 :
• Kembali ke Indonesia, membuka pengajian di Kediri
• Menikah dengan Al Suntikah Binti H. Ali dari Mojoduwur Jombang.

Warga LDII menempatkan beliau sebagai Ulama Besar.. (http://id.wikipedia.org/wiki/Nurhasan_Al_Ubaidah)

Banyak yang tidak mengetahui secara benar siapa sebenarnya syeikh Nurhasan Al-Ubaidah bin Abdul Aziz serta belum mengerti maksud dan tujuan dakwah tauhid-nya termasuk banyak fakta tak terungkap yang tersembunyi kebenarannya, sehingga beliau mendapat hujatan dan fitnahan dari orang-orang yang tidak senang kepada beliau. Bahkan ada orang-orang pengetahuan agamanya minim dan tidak mengenal betul siapa sebenarnya sosok KH. Nurhasan ikut-ikutan menghujat beliau, padahal info yang dimilikinya tentang H. Nurhasan dan metode dakwah beliau, sangatlah minim.

KH. Nurhasan Al-Ubaidah

Ajakan Bersatu KH. Nurhasan Al-Ubaidah

Sebagai contoh banyak yang tidak mengetahui bahwa beliau memang pernah sengaja menyampaikan dakwah dengan kata-kata yang keras, tegas, bahkan terkesan menyakitkan hati, padahal itu hanya bagian metode dakwah, mengingat saat itu awalnya ajakan dengan cara persuasif, lemah lembut (untuk menetapi agama Islam secara Quran Hadits dan tidak mengamalkan bidah, khurofat, tahayul, dll serta ajakan bersatunya umat Islam) namun tidak digubris, akhirnya ibarat menyelamatkan orang yang akan celaka tertabrak kereta api, ya harus ditarik keras. Bayangkan kalau ada yang mau tertabrak kereta kemudian mengingatkannya dengan pelan-pelan, “muuuaaaass awaaaa…aas ada kereta lewaaaa…t,…awaaaas tertabruuuakk…“. Ya, keburu ketabrak! ya nggak sih?

Akhirnya beliau syeikh Nurhasan Al-Ubaidah menerapkan metode agak keras dengan istilah “babat alas” (periode 1950-1960), ibarat membuka hutan untuk dijadikan perumahan, yaa tentunya semak-semak, alang-alang, pohon melintang yang menghalangi jalan, dsb harus dibabat dulu khan? Setelah itu, baru proses penataan, dan selanjutnya pelestarian.   Nah, saat beliau menerapkan metode dakwah “babat alas” inilah banyak orang yang sakit hati tidak menyadari sedang diselamatkan “dari tertabrak kereta tadi” dan bukan malah bersyukur sudah diingatkan. Akhirnya mereka membuat fitnah dan hujatan-hujatan. Dan, perlu khalayak ramai ketahui bahwa metode babat alas sudah ditinggalkan sejak tahun 1960. Bahkan pada tahun 1970 beliau mengajak bersatu kepada umat Islam Indonesia berupa selebaran yang dikirim ke seluruh penjuru Jawa mulai tingkat kecamatan s/d menteri sehingga membuat gempar di masyarakat.

Fakta lain, beliau bukanlah orang yang senang berbantah-bantahan dalil dan merasa pol sendiri, tentunya ini demi kerukunan sesama muslim dan menghormati keyakinan masing-masing. Ini cerita dari Cak Thohir, “saat pak Nurhasan diberitahu oleh H. Arifin dan Pak Husein bahwa para kyai dan ulama yang pinter-pinter sudah berkumpul ingin berdebat dengan pak haji (H. Nurhasan), kita sudah ditunggu disana!”. H. Nurhasan yang biasa dipanggil “abah” menjawab: “ayo kita kesana!”.

Setelah dimulai para kyai tersebut bertanya :

“pak kyai Nurhasan, bagaimana pendapat bapak tentang orang yang tahlilan?”, H. Nurhasan menjawab singkat : “sae!”

“pak kyai Nurhasan, bagaimana pendapat bapak tentang orang yang ziarah kubur?”, H. Nurhasan menjawab singkat : “sae!”

“pak kyai Nurhasan, bagaimana pendapat bapak tentangkitab sulam safinah?”, H. Nurhasan menjawab singkat : “sae!”

“pak kyai Nurhasan, bagaimana pendapat bapak tentang orang yang pake usholli?’ H. Nurhasan menjawab singkat : “sae!”

“pak kyai Nurhasan, bagaimana pendapat bapak tentang orang yang niat puasa membaca nawaitu shoumal ghodi?”, H. Nurhasan menjawab singkat : “sae!”

Singkat cerita, akhirnya acara yang tadinya untuk debat, malah selesai dengan saling bersalaman dan bubar dengan baik.

Contoh fakta lagi adalah masalah bab najis yang sering difitnahkah kepada LDII bahwa LDII menajis-najiskan selain warganya, bekas sholat yang selain warga LDII langsung di pel, bekas salamanan dengan selain warga LDII di cuci. Padahal setelah ditelusuri dari ajaran H. Nurhasan pun dahulu ternyata tidak ada kefahaman seperti itu (justru ditengarai/jangan-jangan ini adalah kefahaman pendamping H. Nurhasan yang akhirnya menyatakan keluar dari LDII).  Salah satu ulama LDII KH. Kasmudi pernah menelusuri para sesepuh, keluarga dekat H. nurhasan, Putra H. Nurhasan, bagaimana sih prakteknya H. Nurhasan tentang urusan najis. Ternyata faktanya, “tidak “kejeron“..!

Salah satu kyai di LDII KH. Solihun pernah mendampingi H. Nurhasan di kapal laut selama 21 hari saat perjalanan haji. Melihat dengan mata kepala sendiri bahwa H. Nurhasan kalau sholat kalau saatnya sholat tidak selalu sholat di musholla, namun di tempat yang layak dan beliau yakin suci untuk sholat tanpa alas/lemek, ya ndeprok saja sholat di situ, walaupun menurut akal mungkin tempat itu pernah dilewati orang yang baru keluar dari jeding (kamar mandi,red). Karena ternyata beliau mempraktekkan hukum Alloh dan Rasulullah tentang masalah/bab najis yaitu “idza roaitum binajasatin tahdutsu fiihi” ketika kalian melihat dengan jelas ada najis jatuh di situ, melihat dengan jelas ada kencing  atau najis lainnya di situ, bukan “idza dzonantum binajasatin tahdutsu fiihi” (ketika kalian menyangka/mengira ada najis jatuh disitu”.  Jadi bukan ro’yi/dzon/persangkaan. Rasulullah saja satu rumah dengan pamannya Abu Thalib dan tidak pernah diceritakan gantarnya/tempat cuciannya misah.

Nah, apalagi cuma salaman dan ada orang mampir sholat di tempat LDII, ngapain juga harus di cuci, itu hanya memberat-beratkan agama, padahal “addinu yusrun” ya toh..?  Jadi  kalau ditelusuri fakta yang sebenarnya, ulama besar yang dihormati LDII tidak pernah memberikan ajaran yang aneh-aneh yang menyimpang dari Kitabillah wasunnati Nabiyyihi (Al-Quran dan Al-Hadits).

Tulisan berikut mengungkap fakta sosok beliau yang sebenarnya dari berbagai sumber baik dari pelaku sejarah/saksi hidup maupun dari tulisan-tulisan yang terserak di berbagai sumber.

Abdul Aziz Al-Indunisy : “Dengan Gencarnya Fitnah dan Cacian yang dialamatkan kepada KH. Nurhasan Al-Ubaidah oleh orang-orang yang tidak sepaham dengan beliau dalam mengajak kepada masyarakat umat muslimin untuk menegakkan hukum-hukum Alloh yang telah tertuang didalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Insyaalloh dengan Tulisan singkat ini dapat memberikan pencerahan dan informasi yang berimbang mengenai sepak terjang beliau kepada masyarakat umum, sehingga umat muslim pada khususnya dapat meneladani sifat-sifat dalam perjuangan beliau mengajak umat Islam kembali kepada ‘garis-garis’ yang telah digariskan Alloh kepada umat manusia sebagai jalan tunggal menuju keselamatan di dunia dan akherot yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits”. (http://kaptenonta.blogspot.com/2011/09/kh-nurhasan-al-ubaidah-bin-kh-abdul.html).

“Beliau adalah seorang Mujaddid (Reformis) dalam perjuangan Islam khususnya di Indonesia, kiprahnya berawal sejak kepulangan beliau dari dua kota suci asalnya agama islam (Makkah dan Madinah) sekitar tahun 1941. Perjuangan yang beliau jalani sebagai Dai yang mengajak umat Islam di Indonesia kembali pada al-Qur’an dan al-Hadits tidaklah mudah, banyak tantangan dan rintangan yang sangat berat harus beliau hadapi, mendobrak penyimpangan aqidah umat Islam di Indonesia yang sudah menjadi tradisi, walaupun umumnya masyarakat Islam di Indonesia mengaku berpegang teguh pada prinsip aliran ahlus sunnah wal jamaah akan tetapi dalam prakteknya mereka banyak mengingkari sunnah Rasulullah SAW dan mereka melaksanakan kewajiban sebagai umat islam dengan sendiri-sendiri (berfirqoh).

Gebrakan beliau membuat banyak para tokoh agama Islam atau para kiai di Indonesia kebakaran jenggot, ajaran beliau dianggap ancaman bagi eksistensi mereka, sebab jika dibiarkan umat Islam menerima ajaran KH. Nurhasan untuk berpegang teguh pada al-Qur’an dan al-Hadits bisa-bisa mereka akan ditinggalkan oleh umat. Maka mulailah tuduhan-tuduhan dan fitnahan yang keji dilontarkan kepada beliau, diantaranya dikatakan; kiyai gila, dajal uchul, PKI putih dll. (http://ubaidahlubis.blogspot.com/)

Untuk melengkapi fakta tak terungkap tentang KH. Nurhasan Al-Ubaidah yang selama ini dihujat, tulisan Mas Teguh Prayogo berikut kami kutip dari blog ini :

Dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia kita mengenal beberapa aliran islam mainstream dan non-mainstream. Meski sudah sejak era Wali Songo islam mulai tersohor di bumi nusantara, namun ternyata kekuatan gerak islamiyah lebih menyolok di era pasca kemerdekaan Republik Indonesia. Hal ini ditandai oleh munculnya beberapa harokah islamiyah garis keras, yang menginginkan syariat islam ditegakkan di Indonesia dan menolak mentah-mentah hukum positif warisan Belanda. Pergerakan ini tidak dilakukan oleh 2 (dua) aliran islam mainsteam yang ada, melainkan oleh kelompok-kelompok islam radikal semisal DI/TII, NII, dan kelompok Warman. Di bumi nusantara bagian timur terkenal dipimpin oleh Kahar Muzakkar, dan di barat dipimpin oleh SM. Kartosoewiryo.

Dari pemaparan beberapa pelaku sejarah “Perang Janur Kuning Jogjakarta”, nama Kahar Muzakkar pun ikut disebut-sebut sebagai salah satu pemimpin perebutan kemerdekaan terhadap agresi Belanda di Sulawesi. Artinya, seorang Kahar Muzakkar yang pada akhirnya dianggap sebagai pemberontak pun sebenarnya memiliki andil terhadap bangsa ini dalam merebut kemerdekaan. Namun setelah bangsa ini berangsur-angsur lepas dari penjajahan, seiring itu pulalah terjadi konflik internal untuk mendaulat republik ini agar bersyariat islam, atau dengan kata lain beberapa pihak terang-terangan ingin menjadikan status negara ini sebagai salah satu negara Islam di dunia. Dalam perjalanannya sangat disayangkan, kelompok-kelompok radikal ini menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan. Salah satunya adalah menghalalkan mengambil harta benda milik rakyat Indonesia sendiri. Sehingga bisa dibayangkan seperti apa isi pikiran rakyat Indonesia pada waktu itu: “keluar dari mulut harimau, masuk ke mulut buaya?”. Wallahu a’lam. Padahal kala itu juga pemerintah Indonesia masih dipusingkan oleh agresi kedua Belanda tahun 1949, dan konflik kepentingan antara presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dengan salah satu tokoh pergerakan kemerdekaan, Tan Malaka.

Singkat cerita, pada pertengahan era orde baru, ketegangan demi ketegangan memuncak, dimana friksi-friksi yang terjadi antara pemerintah kala itu dengan beberapa kelompok islam radikal ini akhirnya menyebabkan hampir seluruh organisasi berbasis islam di indonesia otomatis dianggap oposan pemerintah. Walhasil, kelompok-kelompok islam kecil lah yang banyak menerima imbas buruknya dari pertikaian gerakan-gerakan islam dengan pihak otoritas pada waktu itu dibanding kelompok-kelompok islam yang telah memiliki nama besar. Diantara kelompok-kelompok dakwah islam yang masih kecil pada waktu itu adalah Darul Hadits dengan beberapa kembangannya semisal YCI (Yayasan Citra Islam), KSPI (Keluarga Studi Pemuda Islam), KADIM (Karyawan Dakwah Islam), dan ASPI (Aspirasi Pemuda Islam). Darul Hadits sendiri merupakan suatu kelompok pengajian Qur’an-Hadits yang dipimpin oleh seorang ulama muda lulusan ma’had Darul Hadits di Mekkah Al-Mukarramah, Nurhasan Al-Ubaidah bin Abdul ‘Aziiz (1908-1982). Konon kelompok pengajian ini sangat peduli terhadap tauhid, akhlak, akidah, dan pemurnian tata laksana peribadatan ummat islam kala itu yang masih banyak dianggap menyimpang dari sumbernya: Qur’an dan Hadits (as-Sunnah). Ditinjau dari sisi manapun, melalui perjalanan panjang sejarah tandzim dakwah islamiyah ini, Darul Hadits eksis bertujuan untuk membetulkan seluruh sendi pengamalan ibadah rakyat Indonesia yang masih banyak menyimpang dari Qur’an dan Hadits, tanpa perlu melakukan konfrontasi dengan pihak otoritas, orde lama, maupun orde baru. Tidak seperti tudingan orang-orang yang tidak mengerti sejarah esensi perjuangan amar ma’ruf nahi munkar-nya, mereka menuding bahwa Syeikh Nurhasan Al-Ubaidah rahimahullah ingin mendirikan ‘negara dalam negara’. Tapi sampai hari wafatnya, hal tesebut bahkan sama sekali tidak terbukti.

Kaidah keislaman para muslimin di Indonesia pada waktu itu dinilai masih banyak terikat dengan kelakuan-kelakuan peribadatan yang sebenarnya bertentangan dengan aturan-aturan Allah dan Rasul shallallahu ‘alaihi wassalaam dengan pemaparan dalil-dalil syar’i olehnya. Era ini disebut-sebut sebagai era “Babat Alas” [1]. Suatu masa dimana perjalanan amar ma’ruf nahi munkar Syeikh Nurhasan Al-Ubaidah kepada sanak famili, teman-teman, dan sejawat-sejawat ulama dilalui dengan berbagai rintangan fisik maupun metafisik, sebagai hasil dari metode amar ma’ruf nahi munkar-nya yang dikenal keras. Beliau berpesan kepada para santrinya bahwa terkadang amar ma’ruf nahi munkar itu memerlukan sikap yang tegas. Beliau pun sangat bertanggung jawab terhadap reaksi masyarakat atas metode-nya itu, dan memberi gambaran metode “babat alas” tersebut seperti ini: “gambarannya seperti ada orang yang tertidur di bantalan rel kereta api, sudah berkali-kali diperingatkan / diteriaki bahwa ada kereta yang akan lewat, ia malah terlelap tidur. Akhirnya si orang tidur tadi dibangunkan dengan cara paksa, yakni dengan diseret ke tepi agar ia selamat. Meski pada awalnya orang yang tertidur tadi marah-marah karena diseret paksa, namun bilamana ia sadar bahwa justru ia diselamatkan hidupnya, insya Allah ia akan berterima kasih”.

Sering kali syeikh memberi motivasi kepada para santrinya yang menemui banyak rintangan dan cobaan atas ‘hasil jerih payah’-nya beramar ma’ruf nahi munkar dengan beberapa gandangan (bahasa Jawa: senandung) yang salah satunya adalah gandangan “kembang turi”. Isinya kurang lebih begini: “kembang turi lak melok-melok, sego wadang sisane sore, ora peduli wong alok-alok, sandang pangan lak golek dewe”. Intisarinya adalah: jangan jatuh mental dalam beramar ma’ruf nahi munkar, jangan pedulikan orang lain yang mengolok-olok, toh urusan sandang dan pangan kita mencari sendiri, dan tidak meminta-minta kepada mereka yang mengolok-olok. Meski terkesan remeh, namun gandangan seperti ini merupakan warisan tradisi kejenakaan yang cerdas ala kyai-kyai tradisional tanah Jawa dalam berkelakar namun memiliki arti dan filosofi yang sangat dalam. Semisal teka-teki longan (bahasa Jawa: kolong meja atau kolong tempat tidur). “Apakah longan itu tetap ada jika meja atau tempat tidur dipindahkan? Jadi, apakah longan itu benar-benar ada?”. Atau semisal KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang pernah berkelakar pada acara pembukaan website Akbar Tandjung: “Kenapa setiap orang berpidato selalu menyatakan: Mari kita panjatkan syukur? Memangnya (si) Syukur nggak bisa manjat sendiri?” (Fachry Ali, Gatra, Mei 2008).

Meski dijuluki mustadid (orang yang luar biasa) oleh sejawat-sejawat ulama, Syeikh Nurhasan Al-Ubaidah rahimahullah bukanlah termasuk orang yang jummud (kaku), terkadang syeikh menghibur santri-santrinya sebagaimana cerita yang berkembang seperti; pernah suatu ketika dalam membangunkan santri-santrinya untuk sholatul lail atau sholat malam (tahajjud), syeikh tidak segan-segan berjoget menghibur santri-santrinya yang masih terkantuk-kantuk dengan sapu ijuk, yang syeikh gambarkan sebagaimana kuda lumping. Dari hal itulah tersirat, syeikh mencontohkan kepada santri-santrinya, bahwa dalam suasana apapun orang-orang yang menegakkan hujjatullah harus tetap gembira dan ceria, mesti dalam kondisi yang membencikan, atau dalam kondisi sedang mendapat cobaan sekalipun dari Allah Ta’ala. Sebagaimana anggota pramuka yang selalu menghibur dirinya di kala apapun: “buat apa susah? buat apa susah? susah itu tak ada gunanya”.

Masih teringat dari beberapa saksi sejarah perjalanan era “babat alas” semisal Al-Hafidz Syeikh Su’udi Ridwan rahimahullah, maupun Syeikhul Hadits Kasmudi As-Shiddiqqy bercerita bahwa seringkali Syeikh Nurhasan Al-Ubaidah menerima banyak ‘bingkisan’ dari orang-orang, bahkan ulama-ulama tradisional yg tidak sepaham dengannya berupa teluh, santet, dan benda-benda ‘terbang’ aneh lainnya yang tidak bisa diterima oleh akal sehat manusia modern. Semua itu Beliau hadapi dengan sabar, tawakkal, serta yang paling penting adalah doa. Tentang doa kepada Allah Ta’ala, dari penuturan Syeikh Nur Asnawi rahimahullah, salah satu rekan menuntut ilmunya di Mekkah-Medinah dulu, menceritakan bahwa syeikh sangat yakin akan doanya kepada Allah Ta’ala. Pernah suatu ketika di Mekkah, ada seorang temannya kelaparan tidak punya beras (makanan) untuk dimasak, akhirnya Syeikh Nurhasan Al-Ubaidah berdoa agar Allah Ta’ala memberikan beras yang bisa untuk dimasak saat itu juga. Walhasil, doanya maqbul. Allah Ta’ala mengabulkan permintaannya!. Bagi kita yang awam memang agak sulit menerima cerita-cerita ‘tidak masuk akal’ semacam ini. Namun kenyataannya memang demikian, apalagi cerita ini diperoleh dari saksi hidup kala itu, Syeikh Nur Asnawi rahimahullah. Bahkan salah satu santrinya yang saat ini telah menjadi salah satu ulama di Pondok Pesantren Kertosono, Ustadz Ubaid Khairi, pernah punya pengalaman spiritual yang sama seperti Syeikh Nurhasan Al-Ubaidah, yakni langsung dikabulkan doanya semasa ia dan keluarga sedang menghadapi kesulitan ekonomi. “Setelah bermunajat di dalam bis kota yang mangantar saya dan anak istri pulang ke rumah. Allah langsung memberi saya uang tunai. Bahkan saya dan keluarga bisa mempergunakan uang itu untuk keperluan sehari-hari selama kurang lebih 2 (dua) bulan…”, tuturnya tatkala ia didapuk (bahasa Jawa: dinobatkan) sebagai salah satu penyampai materi pada camping Cinta Alam Indonesia di Cikole, Bandung, beberapa tahun silam. Cerita yang sama, di zaman yang berbeda. Believe it or not.

Pada akhirnya sebagai manusia biasa, Syeikh Nurhasan Al-Ubaidah rahimahullah dipanggil menghadap Yang Maha Kuasa pada Februari 1982 dan dimakamkan di pemakaman keluarga, Marga Kaya, Karawang, Jawa Barat. Namun demikian warisan semangatnya untuk menegakkan kalimatullah di negeri ini, agar Allah dan Rasul shallallahu ‘alaihi wassalaam tidak didustakan oleh setiap manusia, tetap ada dalam diri sanubari masing-masing generasi penerus pejuang agama yang secara ilmu-pun masih terlampau jauh ketimbang Beliau, yang diberi julukan mustadid (orang yang luar biasa). Luar biasa, karena Beliau al-Hafidz, menguasai bacaan Qiraatus-Sab’ah, mufassir yang mumpuni, menguasai Mustholah Hadits, menguasai ilmu alat, mengerti taraf ilmu dari terminologi wajib, sunnah, makruh, mubah, menguasai ilmu dari 49 perowi hadits beserta sanad-nya yang muttashil sampai Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalaam, gemar bekerja keras, tidak pernah takut dengan kondisi kehidupan apapun kecuali hanya takut kepada Allah Ta’ala, seorang hamba yang sangat percaya qodarullah dan nashrun minallah, ahli dalam berdoa, ulama yang dicintai santri-santrinya sekaligus dibenci oleh orang-orang yang belum bisa menerima al-Haqq ini secara utuh dan murni, dan lain-lain. Namun jangan lupa satu hal, semua izzah itu didapatkannya atas dasar usaha, kerja keras, dan kecintaannya terhadap al-Haqq, tidak didapatkannya dengan cara santai, bersenda gurau, main-main (lahan), atau dengan istirahatnya badan. Beliau menimba ilmu agama ini sekitar 10 tahun di Mekkah-Medinah, dimulai pada tahun 1930-an sampai tahun 1941. Syeikh Nurhasan Al-Ubaidah tetaplah seorang hamba Allah Ta’ala yang memiliki kekurangan. Namun kebajikan kebajikannya-lah yang mesti diambil sebagai manfaat agar berkah Allah Ta’ala tetap atas kita semua. “khoirun naasi man yanfa’uhum lin naas”, “sebaik-baiknya manusia adalah yang banyak memberi manfaat kepada manusia lainnya”.

Tahun berganti, zaman pun berubah. Dimana manhaj (metode dakwah) Darul Hadits yang pertama kali datang pada tahun 1941 di Indonesia, justru saat ini telah banyak orang dan kelompok dakwah yang mengadopsinya. Diakui atau tidak, dari beberapa ulasan dan website islam yang mudah ditelusuri, banyak individu-individu dan ulama-ulama zaman ini yang pada akhirnya secara jujur maupun tidak, mengerti bahwa pergerakan dakwah islamiyah mereka mempunyai kemiripan dengan apa yang dulu digerakkan oleh Syeikh Nurhasan Al-Ubaidah sejak tahun 1941 di Indonesia, yaitu merujuk pada tata cara ibadah ummat islam yang hakiki, yang wajib, yang menurut sumber aslinya: Qur’an dan Hadits, tanpa harus tercampur aduk dengan adat istiadat warisan ummat Hindu-Buddha atau Animisme-Dinamisme di Indonesia, yang justru bisa menjadikan agama islam ini semakin jauh dari kemurniannya. Padahal jelas dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala memerintahkan agar kita selalu memurnikan agamanya… “mukhlishiina lahud diin”

Dalam salah satu buku terbitan Madani Institute, manhaj yang berasal dari Jazirah Arab dan diwariskan oleh Syeikh Nurhasan Al-Ubaidah rahimahullah ini, dimasukkan ke dalam konteks pergerakan salafiyyah (salafism). Yaitu pergerakan islam yang menomorsatukan pemurnian islam, yang sebagaimana Rasullullah shallallahu ‘alaihi wassalaam dan sahabat-sahabatnya contohkan, sebelum akhirnya islam sendiri terpecah belah. Dengan kata lain, manhaj yang merujuk pada tata cara ibadah dari 3 generasi awal datangnya islam.

Apakah manhaj yang diadopsi oleh Darul Hadits ini disebut ahlussunnah wal jamaah, salafiyyah, atau wahhabiyyah, bukan merupakan issue yang substansial. Sebab sebagaimana kutipan nasehat Syeikh Salih Fauzan rahimahullah, “siapapun bisa menyandang gelar salafiyyun atau ahlussunnah wal jamaah, namun yang penting adalah esensinya ibadahnya”. Tapi lucunya, kabarnya Darul Hadits dulu sempat diberi beberapa julukan yang nyeleneh oleh orang-orang yang tidak sepaham, dengan julukan semisal: Jamaah mbah Syuro, Jamaah Takfir, Neo-Khawarij, Islam Puritan, Islam Jawa, Islam Murni, Wahhabi, PKI putih, dan lain-lain. Namun hal itu tidak lantas menyurutkan potensi amar ma’ruf nahi munkar sampai saat ini. Karena memang itulah cobaan menjadi manusia yang beriman secara konsekuen kepada Allah Ta’ala. Sangat cocok dengan dalil ini… “huffatul jannati bil makarih, wa huffatun naari bis syahwat”, “surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang membencikan… dan seterusnya”. Artinya, tidak mudah mencari surga Allah Ta’ala. Pasti ada rintangan dan cobaan.

Namun pastinya, hingga sekarang soal penjulukan, gelar, atau penisbatan, kosa kata al-Manshuuriin, atau Thaifah al-Manshuurah (golongan yang mendapat pertolongan Allah Ta’ala) lebih disukai bagi hampir seluruh individu generasi penerus Syeikh Nurhasan Al-Ubaidah, daripada penggunaan kosa kata Salafi, Wahhabi, Ahlussunnah Wal Jamaah, Madzhabiyyah, atau penisbatan lainnya. Sesuai pula dengan dalil dalam kitabullah yang menyebutkan… “haqqun ‘alaina nunjil mu’miniina”, dan hujjah ini… “maa yaf’alullohu bi ‘adzaabikum in syakartum wa aamantum”, “wajib atas Kami (Allah) menolong orang-orang yang beriman”, dan lain-lain. Tidak masalah dengan urusan julukan, karena pada akhirnya, yang penting adalah bagaimana tata cara ibadah kita kepada Allah Ta’ala. Julukan apapun tidak bisa dijadikan bekal bagi seseorang untuk berhasil masuk surga, dan terselamatkan dari api neraka. Hanya amal ibadah dan atas rahmatNya-lah yang menjadi penentu suksesnya manusia di kehidupan akhirat nanti kelak.

Demikian sekilas cerita mengenai sosok Syeikh Nurhasan Al-Ubaidah rahimahullah, yang mungkin hal ini bisa jadi merupakan suatu ikhtiar pemulihan nama baik terhadap berita-berita miring yang selama ini berkembang mengenai diri dan metode dakwahnya, yang pada kenyataannya malah bertentangan dengan apa yang telah syeikh perjuangkan sampai akhir hayatnya. Suatu ikhtiar yang diilhami oleh “Surat Surat Bersih Diri Muhammad bin Abdil Wahhab”.

Sehubungan dengan hal ini, sebagai referensi agar kita lebih mengerti seperti apakah sosok seorang ‘alim ulama (ahli ilmu) yang dipandang berkualitas, hebat, atau mumpuni, Imam al-Shatibi rahimahullah lebih jauh telah menarik kesimpulan, bahwa ada 3 (tiga) karakteristik pokok seorang ulama yang dipandang berkualitas, hebat, atau mumpuni:

1) Ia melaksanakan apa-apa yang ia ucapkan/ajarkan.

Telah terbukti bahwa Beliau selalu konsekuen menjalankan apa-apa yang ia ajarkan kepada santri-santrinya, tentunya semua yang sesuai dengan kaidah Qur’an, Hadits, Ijma’, dan Qiyas yang tidak bertentangan dengan aturan-aturan Allah-Rasul. Bahkan para santrinya meniru apa saja yang Beliau lakukan dalam beribadah kepada Allah, dikarenakan mereka (santri) yakin bahwa amalan Beliau tidak lepas dari Qur’an dan Hadits. Hal tersebut bukan termasuk taklid membabi buta, karena selalu diiringi dengan ilmu. Bahkan menurut kesaksian para orang-orang terdahulu yang pernah se-zaman dengannya, Beliau mengeluarkan sayembara yang berlaku sampai akhir hayatnya: Beliau bersedia memberikan motor bagi siapapun yang mengetahui bahwa ada amal perbuatannya yang tidak sesuai dengan aturan Allah dan Rasul shallallahu ‘alaihi wassalaam. Subhanallah.

2) Ia sendiri mendapat ilmu langsung dari ulama-ulama terpercaya dan mumpuni dalam kapasitasnya sebagai ahli ilmu.

Dalam sanad-nya secara tersurat beliau langsung menimba ilmu atau berguru langsung dengan para Masyaikh Darul Hadits Mekkah Al-Mukarramah yang mu’tabar semisal Syeikh Umar Hamdan (Abu Hafs Umar ibn Hamdan ibn Umar ibn Hamdan al-Mahrasi At-Tunisi Al-Maghribi al-Madani Al-Maki rahimahullah), atau Syeikh Abu Samah Abdul Dhohir (Muhammad Abdul Dhohir ibn Muhammad Nuruddin Abu Samah At-Talini Al-Mishri Al-Makki), dan lain-lain secara manqul [2] (as-sama’ dan munawalah).

3) Santri-santrinya mengikuti apa yang ia ajarkan. Jika santri-santrinya malah cenderung meninggalkannya, hal ini otomatis menjadi pertanda bahwa ada sesuatu yang salah dengan apa yang ia ajarkan. (ibid)

Alhamdulillah hingga saat ini semakin banyak individu-individu, yang atas jasa Beliau pula lah, saat ini mereka telah menjadi mubaligh-mubalighot yang tersebar tidak hanya di Indonesia, namun juga di negara-negara regional seperti Australia, Singapura, Malaysia, Suriname, Vietnam. Bahkan ilmu yang dibawanya dulu dari Mekkah-Medinah, saat ini telah sampai pula di benua Amerika dan Eropa. Mereka tetap memegang apa yang telah syeikh ajarkan kepada mereka, yaitu ilmu agama yang murni berdasarkan Qur’an dan Hadits secara manqul, musnad, dan muttashil. Mereka tetap memiliki kesamaan pergerakan dakwah seperti Syeikh Nurhasan Al-Ubaidah: amar ma’ruf nahi munkar, basyiiran wa nadziiran, dan lillahi ta’ala demi tujuan mulia: “wa tilkal jannatul-latii uurits-tumuuhaa bimaa kuntum ta’maluun”, “dan demikian surga itu diwariskan sebab apa-apa yang kalian perbuat (di dunia)”.

Mudah-mudahan semangat al-Manshuuriin yang pernah dicontohkan Syeikh Nurhasan Al-Ubaidah ini tetap melekat pada diri generasi penerus mu’miniin yang mencintai Allah dan Rasul shallallahu ‘alaihi wassalaam diatas segalanya. Amiin Yaa Dzal Jalaali Wal Ikram. Mohon maaf bilamana ada kesalahan. Semua kesalahan dalam penulisan ini pastinya berasal dari diri penulis, namun semua kebenaran tetap berasal dari Allah Ta’ala.

Wallahu Musta’an.
Walaa hawlaa walaa quwwata illa billah.

glossary

[1] Babat Alas: istilah dalam bahasa Jawa yang arti harfiahnya adalah “pembukaan lahan hutan” yang bisa dipergunakan sebagai lahan pertanian, atau agar bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang berguna lainnya semisal perumahan, dan lain-lain.

[2] Manqul means transmitted sciences. It includes knowledge which is understood through study and by going back to the founder of the science and his/her followers through a recognised chain of transmission (isnad). It includes religious science, for example, ‘ilm Al-Hadith, the Science of the Hadith. (Egyptian Science in Medieval Arabic Sources).

Banyak fakta tak terungkap yang tersembunyi kebenarannya, sehingga Ulama LDII KH. Nurhasan Al Ubaidah dihujat & difitnah, padahal mereka tidak mengenal betul sosok beliau dan tidak mengerti maksud & tujuan dakwah tauhid-nya
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming search terms:

By DPW LDII Jawa Barat on June 8, 2013 · Posted in FAQ About LDII, Ulama LDII

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

89 Comments | Post Comment

mishartono says:

I like so much it will be keep in my heart good luck ldii Amiin Yaa Dzal Jalaali Wal Ikram

Posted on June 10th, 2013

erwin says:

itu harus di contoh oleh semua masyarakat. alhmdlh jzkhr

Posted on June 11th, 2013

keenan nasution says:

terusssssssss

Posted on June 11th, 2013

LDII Jawa Barat says:

ini dia salah satu pelaku/saksi sejarah mampir di situs ldii jabar, ajzkh pak sudah mampir…ayo bagi pengalamannya

Posted on June 11th, 2013

LDII Jawa Barat says:

aamiin, semoga kita bisa meneladani totalitasnya dalam memperjuangkan Dienul Haq sesuai perintah Alloh & RasulNya..

Posted on June 11th, 2013

kayaprima says:

https://www.facebook.com/notes/kayaprima-prima/bahayanya-memahami-al-qur-an-dan-hadis-tampa-mangkul-tanpa-perpindahan-ilmu-dari/254273524613360?comment_id=6008272&offset=0&total_comments=154&ref=notif&notif_t=note_comment

Posted on June 14th, 2013

kayaprima says:

https://www.facebook.com/notes/kayaprima-prima/bahayanya-berislam-tampa-dengan-berjamaah-berjamaah-yaitusetiap-umat-islam-yang-/462318243808886

Posted on June 14th, 2013

edy supangat says:

subhanalloh sunggu pemimpin yang mulia di sisi Alloh, semoga aku dan keturunanku serta semua keluargaku bisa seperti beliau. Maha besar Alloh dengan segala Firmannya..aamin

Posted on June 18th, 2013

mulyadi.safwan@yahoo.com says:

Alhaayamdulillah Jaza chumullahu Khairo. Atas jasa2 beliau sehingga saya kesampaian islam yang berdasarkan semata kepada Alqur’an dan sunnah Rasullallah Muhammad SAW

Posted on June 20th, 2013

mulyadi.safwan@yahoo.com says:

Alhamdulillah Jaza chumullahu Khairo. Atas jasa2 beliau sehingga saya kesampaian islam yang berdasarkan semata kepada Alqur’an dan sunnah Rasullallah Muhammad SAW

Posted on June 20th, 2013

Wanito says:

Aljzkro
mdh2 sy trs diberi hidayah tentang kebenaran Q-H JM, Amiin

Posted on June 25th, 2013

LDII Jawa Barat says:

aamiin…

Posted on June 28th, 2013

Muchlisin Soleh says:

نصر من الله وفتح قريب….. :)

Posted on July 14th, 2013

DPW LDII Jawa Barat says:

Wabassyiril mu’miniin..

Posted on July 14th, 2013

Erdawati says:

Subhanallah :-)

Posted on July 14th, 2013

Singgih Karyanto says:

Semoga dapat menjadi informasi yang baik bagi generus sekarang dan akan datang sehingga menambah kemantapan menetapi kebenaran

Posted on July 15th, 2013

Singgih Karyanto says:

Semoga dapat menjadi informasi yang baik bagi generus sekarang dan akan datang sehingga menambah kemantapan menetapi kebenaran
Reply

Posted on July 15th, 2013

DPW LDII Jawa Barat says:

ajzkh..aamiin

Posted on July 15th, 2013

Tata cara Sholat says:

artikel yang mantap dan berisi……semoga orang yang menjelekkan H. Nurhasan diampuni dosa-dosanya…… wekekekekek

Posted on July 16th, 2013

DPW LDII Jawa Barat says:

ajzkh sudah mampir…

Posted on July 17th, 2013

Ryan Hizbulloh says:

Ajzkh .. atas perjuanganya sehingga saya sekeluaga mendapat hidayah Alloh SWT, Smg H.Nurhsan beserta seluruh keluarganya di masukan ke surga dg keridhoanNYA. Amiien

Posted on July 18th, 2013

DPW LDII Jawa Barat says:

aamiin…

Posted on July 18th, 2013

Maher says:

subhaanAlloh . . . sae

Posted on July 22nd, 2013

pusat perangkat lunak gratis says:

kalau mau minta subdomain, biar jadi jombang.ldii.or id, boleh nggak??? ane dari jombang kota mas gan….jkkhoiro…

Posted on July 22nd, 2013

mrizkyf says:

barokalloh…

Posted on July 22nd, 2013

DPW LDII Jawa Barat says:

aamiin..

Posted on July 22nd, 2013

DPW LDII Jawa Barat says:

insyaAllah bisa, ntar sy kirim kontak person team ICT DPP LDII ya..ajzkh

Posted on July 22nd, 2013

DPW LDII Jawa Barat says:

ajzkh sudah mampir dan menyimak artikel ini..

Posted on July 22nd, 2013

Triyogo says:

bang keenan nongol jga nih. hihihi.

Posted on July 23rd, 2013

DPW LDII Jawa Barat says:

alhamdulillah jazaakumulloohu khoiro & apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepercayaan pengunjung dan supportnya..

Posted on July 23rd, 2013

H. Yasir says:

Alhamdulillah Jaza Khallahukhoiroh kepada KH. Nurhasan yg tlh sangat berjasa khususnya utk kel. Saya sampe saat ini kami sekeluarga dapat melaksanakan Ibadah dengan benar secara Murni Quran Hadist. Jangan takut dg hujatan didunia, tp takutlah dg amalan2 yg tidak ada dasar kemurniannya, shg akan menjadi sia2

Posted on July 24th, 2013

DPW LDII Jawa Barat says:

aamiin…alhamdulillahi robbil aalamiin

Posted on July 24th, 2013

sukardi says:

Alhamdulillah Jaza Khallahukhoiroh, semoga Allah SWT memberi aman kelancaran dan barokah , amin

Posted on July 25th, 2013

DPW LDII Jawa Barat says:

aamiin..

Posted on July 25th, 2013

abdul mukhlis says:

Pokokx niat karna alloh QHJ surga tdk QHJ neraka wajiiiiiiiiiiiiiib

Posted on July 25th, 2013

Dicky Iqbal says:

Ajzkh.,
mudah2 an nisa menginspirasi seluruh umat islam di Indonesia

Posted on July 25th, 2013

Dicky Iqbal says:

Ajzkh.,
mudah2 an bisa menginspirasi seluruh umat islam di Indonesia

Posted on July 25th, 2013

DPW LDII Jawa Barat says:

ajzkh.aamiin…

Posted on July 25th, 2013

Zaed Gama says:

Alhamdullilah pencerahannya ….menjadi gamblang….

Posted on July 26th, 2013

Firdaus Wibowo says:

mau minta subdomain juga mas/mba, buat blog LDII lamteng (lampung tengah) kalau bisa begini lamteng.ldii.or.id

:)
ajzkh :)
contact: linuxer354@gmail.com

Posted on July 27th, 2013

Firdaus Wibowo says:

mau minta subdomain juga mas/mba, buat blog LDII lamteng (lampung tengah) kalau bisa begini

lamteng.or id ..
dari jokam lampung tengah .. nanti akan saya pasang sebagai pengganti subdomain blogspot (jokam-cyberteam.blogspot.com)

Posted on July 27th, 2013

DPW LDII Jawa Barat says:

alhamdulillah, tulisan ini diturunkan sebagai tabayyun/klarifikasi berita yang tidak berimbang. ajzkh atas atensinya

Posted on July 28th, 2013

DPW LDII Jawa Barat says:

Kang Firdaus, kebetulan yang punya kebijakan sub domain di DPP LDII (www.ldii.or.id). http://www.jabar.ldii.or.id (situs resmi DPW LDII Provinsi Jawa Barat) pun sub domain dari domain ldii.or.id (DPP LDII)…insyaAllah sangat mungkin kok lamteng.or.id dan malah disyukuri kepedulian dan amal sholihnya. Jalurnya adalah lewat request dari Pengurus DPD LDII Lampung, coba mintakan ke DPD terdekat (DPD Kab/kota/DPW Lampung)lebih disarankan dari DPW (tingkat provinsi) membuat surat resmi ke Departemen KIM (Komunikasi & Infomedia) DPP LDII up. Pak Muhammad Ied/Pak Wahyu Dirgantoro..ajzkh.

Posted on July 28th, 2013

Alfian Nasrulloh says:

Berkat wasilah beliau kita bisa melaksanakan ibadah secara benar berdasar Alqu’an dan hadist ,tahu halal ,haram ,dosa ,pahala dengan strateginya bisa menjalankan ibadah dengan mudah dengan motifasi dan pencerahanya yang melegenda agar selalu menjaga niat sampai ajal menjemput ,istiqomah dan khusnul khotimah Amiin

Posted on July 28th, 2013

Basuki...t agung says:

semoga tambah lancar dan barokah……amiiiin

Posted on July 28th, 2013

DPW LDII Jawa Barat says:

aamiin yaa Robbal ‘aalamiin

Posted on July 28th, 2013

DPW LDII Jawa Barat says:

Alhamdulillah jazaahumulloohu khoiro…ajzkh

Posted on July 28th, 2013

man jabal quro says:

Allohumma anji aimatana, allohumma anji jama’atana

Posted on August 2nd, 2013

Hadi says:

Terharu aku membacanya, sampe mbrebes mili mataku, teruskan perjuangan, ajkh.

Posted on August 31st, 2013

DPW LDII Jawa Barat says:

Semoga Alloh paring manfaat dan barokah..aamiin..ajzkh telah berkenan hadir di situs ini..

Posted on August 31st, 2013

Firdaus Wibowo says:

hmm oke :D , saya juga udah bilang sama pengurus disini :) , katanya “Insya Allah akan kami urus, soalnya butuh surat resmi” kata pengurus disini :)

Posted on September 1st, 2013

Amin Priyo Widodo says:

Alhamdulillah……
Semoga Allah Paring Manfaat dan Barokah.
Second change are unbelieveble…..Allahu Akbar.

Posted on September 20th, 2013

DPW LDII Jawa Barat says:

ajzkh pak Amin…

Posted on September 21st, 2013

soldan says:

senang jadi org ldii. ldii bekasi studygrup 2buaran

Posted on October 1st, 2013

soldan says:

alhamdulillah jaza kumullohu khoiro asslamualaikum

Posted on October 1st, 2013

DPW LDII Jawa Barat says:

aamiin..wa alaikumssalam wrwb..

Posted on October 2nd, 2013

Ragil OLINK says:

Alhamdulillah, kita termasuk orang yang diselamatkan dari neraka Allah, dan mendapat jaminan surganya Allah.

Ajzkhro..

Posted on December 29th, 2013

DPW LDII Jawa Barat says:

Amsik hattal maut baini wabainaka, insyaAllah fil jannah….aamiin

Posted on December 29th, 2013

lasno raharjo says:

Alloh bersama kita, jangan salah niat, maju terus. ajkk

Posted on January 14th, 2014

DPW LDII Jawa Barat says:

Ajzkh Pa lasno…Selama ibadah diniati Karena-Allah/tidak salah niat insyaAllah pertolongan Allah senantiasa beserta kita…

Posted on January 16th, 2014

Asrama Hadits Sunan Ibnu Majah Jilid 3 di Ponpes LDII Walibarokah Burengan Kediri Jatim | DPW LDII JAWA BARAT says:

[…] Dakwah Islam Indonesia (LDII). Alamat Jl. HOS. Cokroaminoto 195 Kediri Jawa Timur. Dirintis oleh KH. Nurhasan Al Ubaidah bersama para santrinya tahun 1952, saat ini Pondok Pesantren LDII Burengan mendidik ribuan santri […]

Posted on January 16th, 2014

nuke says:

ajkh…..saya sangat terharu dengan beliau, kita semua tinggal mengamalkan nya, coba kalau zaman pak kh. nur hasan pasti butuh perjuangan berat, kita mengisi perjuangan sekarang dengan jalan ibadah di maksimalkan serta amar makruf nahi munkar dgn niat karna allah….

Posted on March 27th, 2014

Benarkah Sholat di Tempat LDII & Salaman dengan Warga LDII Bekasnya dicuci? | DPW LDII JAWA BARAT says:

[…] dzonantum tahdutsu fiihi”. Kefahaman ini seperti yang sudah dipraktekkan ulama LDII yaitu KH. Nurhasan.  Setelah ditelusuri dari ajaran KH. Nurhasan pun dahulu ternyata tidak ada kefahaman seperti itu […]

Posted on April 5th, 2014

Bukti & Kisi-kisi LDII Tidak Sesat / Ketidak Sesatan LDII | DPW LDII JAWA BARAT says:

[…] Benarkah Sholat di Tempat LDII & Salaman dengan Warga LDII Bekasnya dicuci? | DPW LDII JAWA BARAT on Fakta tak terungkap tentang KH. Nurhasan Al-Ubaidah yang selama ini dihujat […]

Posted on April 6th, 2014

LDII Jabar|Lembaga Dakwah Islam Indonesia Jawa Barat says:

[…] sangat pesat ini tidak terlepas dari perjuangan tokoh-tokoh yang ada didalamnya, tak terkecuali KH. Nurhasan Al Ubaidah (Alm). “Perkembangan LDII yang demikian pesat ini adalah buah dari perjuangan Syeikh Nurhasan Al […]

Posted on April 14th, 2014

sjamsuddar says:

alhamdulillah… alhamdulillaahi jaza kumulloohu khoiro. SAPASLB…

Posted on May 5th, 2014

DPW LDII Jawa Barat says:

aamiin…

Posted on May 5th, 2014

komo says:

melihat bagian tentang perdebatan dengan kyai2 diatas,masak orang yang hafal 49 kitab hadits cuma menjawab sae…sae…sae…?? kenapa beliau tidak menyatakan kebenaran padahal sudah jelas2 ada dalam hadits2 shahih? kenapa tidak berdalil dengan al hadits dan al Qur’an kalau beliau katanya hafal? aneeehh…………….??????????????????????

Posted on July 30th, 2014

DPW LDII Jawa Barat says:

Hatur nuhun kang Komo sudah mampir di website kami…Begini kang, beliau justru mempraktekkan apa yang sudah dipelajarinya dari Al Quran dan Al Hadits yakni budi pekerti Rasulullah SAW untuk berbudi luhur dan tidak senang berdebat-debat. Prinsip beliau adalah : “debat itu tiada gunanya, kalaupun menang debat tidaklah bermanfaat karena akan meninggalkan bekas luka tersakiti bagi yang kalah debat apalagi ini dengan sesama muslim “. Jadi debat itu bukanlah budaya orang beriman. Seperti halnya Dakwah Rasulullah adalah dengan contoh budi pekerti yang luhur “Dakwah bilhal (dakwah dengan perbuatan baik)”.

Seperti dijelaskan dalam tulisan kami, beliau mengajak bersatu seluruh umat Islam. Dengan beliau mengatakan…sae…sae…sae…menunjukkan beliau tidak senang perdebatan, namun lebih mengedepankan persatuan dan kesatuan. Saling menghormati (tasamuh) atas keyakinan masing-masing.

Semoga bisa menjawab kepenasaran Kang Komo.

Salam ukhuwah.

Posted on July 30th, 2014

Khrisna pratiwinda says:

Subhanalloh…. semoga memberi kebarokahan utk semua.
aamiiin

Posted on October 13th, 2014

DPW LDII Jawa Barat says:

Aamiin…

Posted on October 14th, 2014

imam putra says:

Alhamdulillah jazaa kumullahu khoiro

Posted on October 28th, 2014

DPW LDII Jawa Barat says:

اميين، الحمدلله جزاك الله خيرا

Posted on October 29th, 2014

Tri Harinto S says:

Alhamdulillah kami sekeluarga bisa memahami dan bisa ketemu , menemukan dasar keyaqinan yang benar dan Haq.. kepahaman yang berdasarkan QH, Alhamdulillah sejak 2016 bisa menemukan hasil perjuangan Bapak Nurhasan yang betul betul Murni dan Haq.. semoga Allah tetap memberikan Pooolll kepahaman dan keyakinan atas perjuangn Beliau, juga atas perantara Radio Inyong (AM-549) atas hidayah pertama, ramutan beliau KH. Ibrohim Auprapto dan Ibu Hj. Lina Ibrohim .. semoga Keluarga kami tetap di jalan yang Benar Ajkk. kelg. Tri Harinto

Posted on November 25th, 2014

Tri Harinto S says:

Alhamdulillah,,, atas perjuangan, perantara Beliau kita diberi dan diketemukan beribadah dan berkeyakinan untuk bekal dan dasar hidup kita,juga bersyukur keluarga kita telah semuanya untuk menjalankan ibadah berdasarkan Qur’an & Hadist ini. Insya Allah agama yang Haq bisa melanglang buana . Ajkk.

Posted on November 25th, 2014

YL Kristyant Senjiwa says:

Alhamdulillah,..berkat perjuangan beliau kita semua terselamatkan dari Jurang api neraka,.TITIK,..!!

Subhanalloh,…luar biasa buat Abah sang MOTIVATOR Dunia Akhirottt, Dadio Gurune Jagad tenan,..!!!

Alhamdulillah jazaa kumullahu khoiro

Posted on February 24th, 2015

pac ldii cigadung says:

Artikel yg sangat bagus buat yg pengin tahu sejarah bapak Nur Hasan…..walau ada saja barisan sakit hati yo gapopo, tinggal gandangan wae ” kembang turi…..” Alhamdulillah jazakumullohu khoiro

Posted on March 5th, 2015

DPW LDII Jawa Barat says:

Aamiin..mungkin bukan barisan sakit hati, tapi hanya kesalah fahaman saja….ajzkh atas supportnya

Posted on March 5th, 2015

m. n. sodik says:

Terharu banget, bersyukur dalam haq

Alhamdulillahi Jaza Kumullohu Khoiro ^-^

Posted on March 23rd, 2015

DPW LDII Jawa Barat says:

aamiin…semoga Alloh paring aslbb..aamiin

Posted on March 23rd, 2015

Ustadz EP says:

Toyyib-toyyib…ahsanta…luarrr biasa

Posted on March 24th, 2015

fahri says:

Bagaimana caranya saya ingin bergabung dan menambah pengetahuan ke islaman saya bersama jamaah LDII? saya tinggal di daerah Pamulang.

Posted on March 27th, 2015

DPW LDII Jawa Barat says:

wslkm wrwb, salam ukhuwah juga…dipersilahkan siapa saja dapat mengikuti pengajian di LDII bahkan bisa meminta guru datang privat ke rumah tanpa dipungut bayaran dan kartu anggota, semua kami niatkan amal shalih mencari pahala dari Allah SWT. Semoga Allah memberi lancar dan barokah…dicoba cari plang LDII yang ditemui dan ditanyakan lokasi yang lebih dekat rumah….

Posted on March 31st, 2015

puji hendriwianto says:

Ijin share di FB bolehkah…?

Posted on April 5th, 2015

DPW LDII Jawa Barat says:

Silahkan dengan senang hati…ajzkh atas amsholnya…

Posted on April 5th, 2015

dani says:

Semoga anak2 kelak bsa ttep dalm QHJ….spy mati sewaktu2 ttp dalam keimanan/hidayah Alloh SWT.

Alhamdulillahi jaza humullahhu khoiro..
Alhamdulillahi jaza kumullahu khoiro…

Posted on April 6th, 2015

dani says:

Semoga anak2 keturunsb sy kelak bsa ttep dalm QHJ….spy mati sewaktu2 ttp dalam keimanan/hidayah Alloh SWT.

Alhamdulillahi jaza humullahhu khoiro..
Alhamdulillahi jaza kumullahu khoiro…

Posted on April 6th, 2015

DPW LDII Jawa Barat says:

Aamiin…

Posted on April 8th, 2015

DPW LDII Jawa Barat says:

Aamiin…

Posted on April 8th, 2015