LDII Jabar| Lembaga Dakwah Islam Indonesia Jawa Barat

Mengapa LDII Begitu Yakin Bukan Aliran Sesat

Tuduhan Salah Alamat Tentang Aliran Sesat Sering Dialamatkan Kepada LDII, Tulisan ini merupakan Tabayyun/Klarifikasi sebagai hak jawab LDII.

ldii bukan aliran sesat

Saat kita searching di mbah gugel baik di google.com ataupun di google.co.id , kalau kita ketikkan kata “LDII” masih ada segelintir orang di dunia online yang bernafsu dan niat banget mengatakan LDII Sesat, kesesatan LDII,  LDII aliran Sesat, ldii aliran sesat di Indonesia, dsb.

Mungkin ada yang bertanya, mengapa LDII yang jelas-jelas berpedoman kepada AlQuran dan AlHadits sering dikait-kaitkan dengan fitnah & tuduhan keji sebagai aliran sesat? Mengapa pula LDII juga terus bertabayyun membantah dituduh sebagai aliran sesat dan menyesatkan. Berikut sebagai bahan renungan para pembaca yang budiman bahwa kalimat “kesesatan LDII” adalah dusta belaka dan tentunya penjelasan berikut bukan berarti merasa pol sendiri atau merasa paling benar sendiri, ini hanya tabayyun :

1. LDII mengimani RUKUN IMAN yang enam (6) perkara yaitu:

(1) Beriman kepada ALLAH SWT     (2) Beriman kepada Malaikat-malaikat   (3) Beriman kepada Kitab-kitab

(4) Beriman kepada Rasul-rasul       (5) Beriman kepada Hari Kiamat             (6) Beriman kepada Qada dan Qadar

LDII Bersaksi sepenuh hati, jiwa dan raga bahwa tiada tuhan selain Alloh SWT, bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan dan Rasul Alloh terakhir yang diutus di muka bumi ini (LDII mengimani pula Rasul-rasul lain sebelum Nabi Muhammad SAW), juga mengimani/mempercayai Malaikat-malaikatnya Alloh,  mengimani akan terjadinya hari akhir/hari pembalasan/hari kiamat, mengimani Qada dan Qadar yang telah Allah tulis di louhil mahfudz, serta mengimani Kitab Alloh (LDII hanya berpedoman kepada Kitabillah Al-Quranul Karim dan Sunnah Rasulullah SAW dalam Al-Hadits).

Sekarang kita tengok pedoman dan praktek ibadahnya warga LDII, mereka hanya berpedoman pada Kitab Suci AlQuran dan sunnah Rasulullah SAW (sabda/ucapan, kelakuan & cerita Rasulullah SAW) dalam Al-Hadits,  and then warga LDII berusaha konsekwen memahami, mendalami dan mempraktekkan terhadap apa yang dipelajarinya. Lha kemudian dikatakan sesat. Janten nu kumaha atuh nu teu sesat teh, kalau yang sudah mempercayai rukun iman dan sudah berpedoman pada Al-Quran dan Al-Hadits, di anggap sesat?? atuh bade nu kumaha deui?? Padahal Rasulullah SAW menjamin barangsiapa yang berpegang teguh kepada AlQuran dan Assunnah peninggalan beliau, maka dia dijamin tidak akan sesat. Sabda Rasulullah SAW : “Taroktu fiikum amroini, lan tadhillu maa tamassaktum bihima, kitabillah wasunnati nabiyyihi SAW”artinya : telah kutinggalkan dua perkara, selama kalian pegang teguh keduanya maka kalian tidak akan sesat selama-lamanya. Dua perkara tersebut yaitu Kitabillah (AlQuranul Karim) dan Sunnah Nabi (AlHadits).

Jangan karena masalah ada perbedaan dalam praktek ibadah/furuiyyah, kemudian di cap sesat! Mungkin saja perbedaan tersebut karena ketidaktahuan saja, sebagai contoh : bukankah praktek takbiratul ihram itu banyak macamnya, namun sebenarnya semuanya dicontohkan oleh Rasulullah SAW : ada “Allohuakbar kabiiro..dst, Inni Wajjahtu wajhiya lilladzi fathorossamaawaati wal ardli..dst, Allohumma ba’id baini…dst, juga praktek mengangkat kedua tangan dicontohkan Rasulullah SAW ada yang lurus pundak ada yang lurus dua telinga.. jadi mungkin karena ketidaktahuan saja (ada yang sudah mengkajinya, ada yang belum kesampaian ilmunya) sehingga ada perbedaan. Contoh juga mengenai bab bacaan Quran : ada bacaan hafs, ada bacaan Warosy, ada bacaan Ibnu katsir, dsb (ada 21 jenis cara membaca AlQuran), semuanya ok dibenarkan oleh Rasulullah. Masih ingat khan saat Pak umar Bin khotob mengadukan salah satu sahabat Rasul yang kedapatan cara membaca yang tidak umum yang biasanya dibaca orang-orang. Saat dihadapkan di depan Rasulullah dan masing-masing disuruh baca, akhirnya dihukumi oleh Rasulullah keduanya bacaannya benar karena memang ada 21 jenis bacaan cara membaca AlQuran. Bagi yang belum tahu, yaa merasa aneh, asing.

2. LDII melaksanakan/mempraktekkan RUKUN ISLAM yang lima (5) perkara yaitu : Syahadat, Shalat, Zakat, Puasa dan Menunaikan Haji bagi yang Mampu.

Coba perhatikan dan lihat bukankah syahadatnya LDII sama dengan kaum Muslim pada umumnya “Asyhadu alla ilaaha illalloh wa asyhadu anna Muhammadan Abduhu warosuluh”. Shalatnya warga LDII menghadap ke qiblat, Zakatnya sama sesuai aturan Quran-Hadits, Puasanya sama baik puasa wajib di bulan ramadhan maupun puasa sunnah (puasa senin-kamis, puasa Nabi Dawud, puasa Asyura, Puasa Muharram, dll), ibadah hajinya ke Baitullah..lha apanya yang aneh dengan LDII ya sehingga dikatakan aliran sesat ?? Padahal Islam nya LDII sama dengan NU, Muhammadiyah, Persis dsb, Tuhannya sama, Nabi nya sama, syahadatnya sama, haji nya sama-sama ke Baitullah..dsb.

3. Niat warga LDII semata-mata Karena-Alloh (Ingin Masuk Surga, Selamat/terhindar dari Neraka Alloh) dan Semata-mata urusan Ibadah kepada Alloh SWT. 

Tidak ada niat-niat lain selain ingin mendapat Ridho Alloh, pertolongan Alloh dan dimasukkan Surga Alloh. Tidak ada niat politik, ekonomi, sosbud, hankam dll apalagi niat makar terhadap negara/mendirikan negara Islam, dsb. baca juga tulisan berikut di : http://www.jabar.ldii.or.id/niat-karena-alloh/

4. Warga LDII selalu dinasehati agar berbudi luhur baik sebagai pribadi maupun bagian dari masyarakat, berbangsa dan bernegara serta Menjunjung Tinggi Ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Wathoniyah, Ukhuwah Basyariyah.

Nah ini yang selalu diamanatkan kepada segenap warga LDII, namun mengingat padatnya kegiatan warga LDII sehingga kadang-kadang lupa bersosialisasi dengan masyarakat sekitar sehingga sering terjadi kecemburuan sosial dan friksi/gesekan  dengan masyarakat sekitar misal karena masalah parkir, masyarakat ada yang terusik dsb. Untuk hal ini, kami terus memberikan pembinaan kepada warga LDII agar berbuat baik, sopan santun, unggah ungguh, papan-empan-adepan. Mohon pembaca berkenan membaca tulisan : http://www.jabar.ldii.or.id/ldii-kembangkan-5-syarat-kerukunan/ dan http://www.jabar.ldii.or.id/gerakan-moral-6-thabiat-luhur-ldiirukun-kompak-kerjasama-yang-baik-jujur-amanah-hemat/

Warga LDII juga senantiasa diberi pengarahan dan pembinaan agar bisa saling tasamuh (menghormati) baik antar maupun inter umat beragama. Bila LDII ditanya tentang praktek melafalkan niat dalam sholat, kami memang tidak mengamalkannya, tapi kami menghargai dan menghormati bagi yang mengamalkannya. Jadi tidak benar LDII mengajarkan untuk mengkafir-kafirkan orang lain yang bukan golongannya. Namun, namanya orang banyak kadang terjadi perbedaan pemahaman. Nah, untuk orang tersebut mari kita bina sama-sama. Mengkafir-kafirkan dan menajiskan orang lain yang bukan golongannya seperti yang diisyukan kepada LDII, itu bukanlah doktrin LDII.

5. LDII sudah diuji dan LULUS! Ibarat emas, LDII sudah ditest/ “di leler“,  bolak-balik diterpa ujian baik berupa cercaan, fitnahan, gunjingan, dll dan Alhamdulillah berkat nashrumminalloh (pertolongan Alloh) sampai detik ini berjalan lancar, makin berkembang, berbuah dan berbarokah, insyaAllah ila qurbi yaumil qiyamah.

Sehingga muncul jargon : ” Ribuan Rintangan, Jutaan Pertolongan, Milyaran Keberhasilan, Surga Menunggu”.

Mohon jargon di atas jangan di salah tafsirkan. Bukan merasa pol dan benar sendiri. Hanya penyemangat saja dan bukankah kita dalam ibadah harus YAKIN apa yang kita kerjakan sudah sesuai rule (aturan) yang digariskan Alloh & Rasul.  Kalau ibadah nggak yakin khan jadi ngambang dan tidak semangat ! 

Akhirnya, Lha kemudian kenapa LDII terus difitnah sesat, dirintangi, digegeri dsb. Sebenarnya sederhana saja, MEMANG SUDAH DALILNYA! Mari kita khidmati ucapan Bukhaira Sang Ulama Yahudi-Nasrani di dalam Hadits Shahih Bukhary,  : ” Lam ya’thi rojulun qottu bimitslima ji’ta illa uudiya” Tidak datang dikalangan kalian seorang laki-laki yang membawa (risalah kebenaran) seperti yang dibawa oleh engkau (Nabi Muhammad) kecuali akan digegeri/dirintangi.

Dalam Surah AlBaqarah : “Am hasibtum antadkhulul jannah walamma ya’tikum matsalulladziina kholau min qablikum, mattsathumul ba’tsa, wadhorro, wajulzilu, hatta yaquulaarasuulu wallaziina aamanu ma’ahu : ‘mataa nashrulloh’, alaa inna nashrolloohi qoriibb”

artinya: “janganlah kalian menyangka/mengira akan masuk surga, bilamana belum merasakan cobaan orang-orang sebelum kalian, yaitu mereka tertimpa bahaya, kemelaratan (kekurangan diri dan harta) dan digonjang-ganjingkan (digegeri, dimusuhi, difinah, dirintangi), sampai-sampai saking beratnya cobaan maka Rasul dan orang-orang beriman yang besertanya sambat “kapankah pertolongan Alloh akan datang”?. Alloh menjawab : ingatlah bahwa pertolongan Alloh itu dekat.

InsyaAllah saat ini sudah banyak pembaca yang cerdas dan tidak mudah termakan isyu menyesatkan yang dihembuskan dari orang-orang yang tidak memiliki wawasan kebangsaan dan ingin memecah belah umat Islam merobek ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariyah (kerukunan/persaudaraan sebagai sesama muslim, sebagai sesama anak bangsa dan sebagai sesama umat manusia.

Sejatinya, sebagai sesama muslim yang menjunjung tinggi ukhuwah Islamiyah dan tasammuh (saling menghormati/ toleransi)  terhadap keyakinan orang lain, maka pertanyaannya seharusnya apa persamaan LDII dan NU, apa persamaan LDII dengan Muhammadiyah, apa persamaan LDII dengan Persis ? dst. Bukan pertanyaan yang memecah belah umat seperti: Apa perbedaan LDII dengan NU, apa perbedaan LDII dengan Muhammadiyah, apa perbedaan LDII dengan Persis ?, dst.

Sekian, bila ada tambahan dan masukan positif tentang “Mengapa LDII Begitu Yakin Bukan Aliran Sesat” dari pembaca silakan tuliskan di kolom komentar.

Mohon maaf bila ada kalimat yang kurang berkenan…Kesalahan sangat mungkin terjadi dari keterbatasan penulis.

baca juga tulisan kami :  Bukti & Kisi-kisi LDII Tidak Sesat / Ketidak Sesatan LDII

: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

25 Comments

  • ade haris surya says:

    yang terpenting warga ldii jangan terpengaruh malah harus berpengaruh adapun hujatan cacian atau sebangsanya itu merupakan cara promosi yang tidak kita harus membayarnya,coba kalau bayar iklan di TV berapa rupiahnya, wassalam ajzkhoiro moga moga allah senantiasa paring aman lancar barokah

  • shamsul bahari says:

    Asalamualaikum ya akhi bagimana caranya untuk saya menghantar anak saya ke pasantren kediri indonesia untuk mengaji disana, disebab kan tiada ganguan seperti di malaysia, saya juga berrasa senang hati jika dapat dibalas komentarnya…

    Ajzkh ….

    • wa alaikumussalam wrwb akhi, berikut keterangan Pondok Pesantren Walibarokah Burengan Banjaran Kediri (termasuk no yg bisa dikontak) :
      YAYASAN WALI BAROKAH

      Informasi
      Didirikan 1950
      Jenis Pesantren
      Akreditasi Disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM tanggal 18 Oktober 2010 Nomor AHU.4294.AH.01.04 Tahun 2010
      Rektor H. MOH. TAUFIQUR ROHMAN, S.Pd.I
      Kepala Sekolah KH. Drs. SUNARTO, M.Si
      Komite KH. KASMUDI ASSIDIQI
      Program jurusan Dakwah
      Rentang kelas Cabe Rawit (usia 5-12 tahun), Menulis Arab, Bacaan Al Qur’an, Tafsir Lambatan Jawa, Tafsir Lambatan Indonesia, Tafsir Cepatan Jawa, Tafsir Cepatan Indonesia, Ujian/ Test, dan Lanjutan/ Terampil.
      Kurikulum tradisional plus
      Jumlah siswa 3000
      Status Yayasan
      Alamat
      Lokasi Jalan HOS Cokroaminoto 195, Kediri, Jawa Timur, Indonesia
      Telp./Faks. 081359455544 / 085749780007
      Koordinat 0,187283°LU 121,871234°BT
      Situs web Website Resmi : http://www.walibarokah.org/
      Afiliasi Islam

      Phone: +62 354 687367 , 681167
      Fax: +62 354 695436
      Mobile: +62 81 234 444 368
      Email: walibarokahorg@gmail.com
      Po Box: 195 Kediri – 64131

  • bobby says:

    aslkm…. ldii, sesat? itu tidak benar, saya yakin mottonya bagus, surat Ali Imron 3 ayat 104 tentang kebajikan, Surat Yusuf 12 ayat 108 tentang dalil/ hukum, Surat An Nahl 16 ayat 125 tentang penolakan dengan cara yang baik, Pak Kaji Nurhasan sudah ke madina utk mempelajari 3 landasan itu, ngaji nabi usia 12 tahun, ngamal usia 17 tahun, mbelo usia 25 tahun, dst, lan taat, sudah mulai lahir coi XD,ajkk, salam mbah man

  • buddi says:

    Assalamu’alaikum
    Maaf mau menanyakan perihal pernikahan, mengapa kebanyakan orangtua ldii lebih memilih pasangan anaknya dari kalangan ldii juga? Sukron :)

    • Wa alaikum salam akhi,
      Terima kasih sudah mampir di website kami.
      Perihal pernikahan sesama LDII bukanlah hal yang aneh, seperti juga terjadi di masyarakat umum, pernikahan sesama artis karena seringnya ketemu dan merasa cocok, di ormas lainpun tidak jarang terjadi pernikahan sesama aktivisnya karena seringnya ketemu dalam berbagai kegiatan, misalnya warga Muhammadiyah sering menikahkan putra/inya dengan sesama warga Muhammdiyah juga, faktor sering ketemu dan menemukan banyak kecocokan baik orang tuanya maupun anak2nya. Bukankah lebih baik menikahkah anak2nya dengan yg betul2 sudah kenal daripada dengan yg belum kenal?.ya apa iya?

      Kalau boleh pinjam istilah jawa: “witing tresno jalaran soko kulino”…sesama orang tua ldii merasa satu visi misi sehingga lebih senang menikahkan anaknya dengan sesama ldii, kebetulan anaknya juga terjadi cinlok alias cinta lokasi (kayak artis2 iaja ya..hehe)…apalagi intensitas acara dan pengajian di ldii yg cukup padat, sehingga pernikahan sesama ldii insyaAllah lebih mudah adaptasi dan tidak kaget lagi.

      Demikian Pak/ Kang/ Akhi Buddi penjelasan dari kami. Jadi tidak perlu heran dan dibesar2kan, itu mah hal yang wajar2 saja…

      Syukron juga..
      Salam Ukhuwah.

      • buddi says:

        Maap wan sebelumnya, jadi apakah ada anjuran secara resmi kepada orang tua ldii untuk menikahkan anaknya dgn orang ldii lagi?apakah ada syarat2 khusus misalkan harus masuk ldii gitu…

        • Bagaimana kalau pertanyaannya di balik, emang mau gitu menikah dengan warga LDII? karena, justru kenyataannya malah begitu tahu warga LDII malah takut/mundur karena sudah mendapat info yang keliru tentang LDII…. :-)

  • buddi says:

    Assalamu’alaikum
    Ingin menanyakan perihal pernikahan, ada anggapan orang ldii harus menikah dgn sesama warga ldii. Mohon penjelasannya. Jazakumullah

    • wa alaikum salam wrwb,
      Pertanyaan akhi yg lalu tentang kenapa para orang tua ldii suka menikahkan anaknya dengan sesama warga ldii sudah kami jawab.
      Sekali lagi perihal pernikahan adalah hak azasi setiap pribadi. Mengenai masalah anggapan tadi, ada benarnya, ada kelirunya. Benarnya, memang banyak terjadi seperti itu seperti kami jelaskan sebelumnya (bukankah lebih baik menikah dengan yg betul2 sudah kita kenal dengan baik dan satu visi misi dan sudah sama2 tahu kegiatannya). Kelirunya, banyak juga kok yang menikahkan anaknya/menikah dengan lintas ormas, bahkan bukan dengan aktivis salah satu ormas pun ada.

      Ya biasa2 sajalah dan bukan hal yg perlu diperdebatkan. Daripada pusing2 memikirkan itu, masih banyak kok pekerjaan rumah (PR) kita dalam membangun umat ini. Dan turut berkontribusi untuk kemajuan agama, bangsa dan negara.
      Terima kasih atas atensinya. Senang dapat berkenalan dengan akhi…

  • DEDI ALKHOER says:

    MENGAPA ORANG2 LDII KLAU ADA YG BKN LDII MASUK MESJIDNYA LANTAS BEKASNYA DIPEL, PAKAIAN KLAU KENA DI CUCI LAGI DAN BANYAK LAGI YG LAINNYA, ITU BARANG KALI YG TDK DISADARI,DAN MUSLIM YG LAIN JADI KECEWA DAN MERASA DTK ENAK BERARTI SUDAH DIANGGAP NAJIS/KAPIR, KARENA TDK BERBAIAT KEPADA IMAMNYA LDII, PADAHAL KALAU CARA PRAKTE DAN BERIBADAH SAMA DENGAN AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ITU SAJA MOHON TANGGAPANNYA TERIMA KASIH

    • Wilujeng sumping di web LDII Jabar akhi…maaf ikhwan Dedi menemui hal tersebut dimana ya? apakah menemui/melihat langsung atau katanya orang? itu mah isyu 10-15 tahun yang lalu, padahal coba ikhwan Dedi AlKhoer coba buktikan sendiri datang ke masjid yg dikelola LDII apakah seperti yang di isyukan tersebut? sebagai info, bahwa masjid-masjid yg dikelola LDII rata-rata lantainya sudah berupa karpet tebal lebar, kira-kira bagaimana cara ngepelnya ya? :-) atuuuh, repot amat Kang?apalagi masjid jami khan dipake umum, masa tiap ada yang datang harus di gulung karpetnya dan di banjuran, ah teu kaelmuan..hehe…tentang pakaian dicuci lagi, ah maenya kang?eta mah sanes doktrin LDII…daripada katanya-katanya orang lebih bijak bilamana dibuktikan langsung. Kalau sampai menemui hal tersebut, mohon beritahu kami dimana dan siapa, supaya bisa kami tindak lanjuti…

  • Rinie says:

    Adakah syarat2 untuk menjadi jamaah LDII….
    Jika ada apa itu syaratnya…..

    • sama sekali tidak ada syarat….mudah sekali bahkan tidak perlu pendaftaran dan membuat kartu anggota. Kami saja pengurus provinsi tidak punya kartu anggota LDII..hehe…silakan teh Rini bila mau mengaji di LDII bisa minta pengurus LDII di tempat terdekat teh Rini, minta privat didatangi mubaligh/ mubalighot LDII atau mendatangi langsung acara pengajian/kegiatan yang diadakan LDII.

  • asafety beltrand says:

    NU. Ldii. Muhammadiyah. Persis dsb. Smua satu tujuan. Islam.
    Mukminin mukminat saudaraku.

  • resty says:

    Assalamu’alaykum,

    Saya sampai pada artikel ini karena tahun depan saya berencana menyekolahkan anak saya di TK berbasis islam. Namun ada sedikit keraguan saat orang-orang dekat saya mengatakan bahwa TK tsb dikelola oleh LDII. Saya jadi bertanya-tanya, bukankah LDII itu organisasi?apa perbedaannya dengan islam?dan isue-isue yang berkembang di masyarakat mengenai kesesatan LDII, bagaimana? Mohon diluruskan dan tolong sertakan referensinya. Terima kasih.

    • Wa alaikum salam wrwb,
      Tidak perlu takut menyekolahkan anak di sekolah yang dikelola LDII dan tidak perlu mempercayai isyue-isyu/fitnah yang menyesatkan yang berkembang yang dihembuskan orang-orang yang tidak memiliki wawasan kebangsaan yang sadar atau tidak justru mengadu domba/memecah belah sesama umat Islam…

      Malah insyaAllah ibu akan sangat bersyukur karena anak ibu akan diajari akhlaqul karimah dan ilmu-ilmu agama yang berpedoman Al-Quran dan Al Hadits..

      Betul LDII hanya lah organisasi sama halnya dengan organisasi Muhammadiyah, Nahdlotul Ulama (NU), Persis, Mathlaul Anwar dll. Sama-sama ormas Islam, kalau ibu tanya perbedaan, bagaimana kalau pertanyaannya “apa persamaannya”? Kami sama-sama beragama Islam, Tuhannya Allah SWT, Nabinya Nabi Muhammad SAW, Pedomannya Al Quran dan Al Hadits, kami sama-sama mengamalkan rukun Iman dan rukun Islam.

      Agar ibu yakin dengan tabayyun ini, tentu ibu perlu membuktikan sendiri bagaimana sebenarnya LDII dan ajaran tauhidnya, ibu bisa mengikuti kegiatan pengajian kami dan mendatangkan mubaligh/mubalighot ke rumah ibu (free or charge) dan bisa mengetahui langsung apa yang disampaikan.

      Demikian tanggapan dari kami. Semoga putra/i kita menjadi anak yang shalih dan shalihat. aammiin

  • tifal says:

    Assalamu’alaikum wr. wb.
    sya hendak menikah dgn slah seorang anggota ldii,, sya sendiri bukan dr ldii.. sya mengalami kesulitan untk meyakinkan orangtua sya,, karna orangtua sya telah trpengaruh isu2 buruk yg tersebar tntang ldii.. bgaimana sebaiknya..?

    • Wa alaikumussalam wrwb,
      wilujeng sumping di website LDII Jabar. Memang tidak mudah memberikan tabayyun isyu-isyu yang terlanjur berkembang. Tentu diperlukan pembuktian bahwa komunitas LDII adalah komunitas orang yang baik, berbudi pekerti yang luhur serta tuduhan-tuduhan miring itu hanyalah fitnah belaka.

      Dan, itu menjadi tantangan dan amal shalih Dik Tifal untuk meyakinkan orang tua bahwa pilihan Dik Tifal tidak salah dan tentu juga dibuktikan dengan perilaku adik kepada orang tua. Setelah mengikuti pengajian di LDII, seharusnya adik menjadi insan yang berbudi pekerti luhur, memberikan penjelasan dengan cara yang baik, kalau perlu minta pengurus LDII setempat untuk memberikan penjelasan kepada orang tua adik. Adik juga dapat mengajak orang tua melihat dan mengikuti secara langsung kegiatan dan pengajian LDII. Hingga bisa dibuktikan sendiri, misal fitnah bekas shalat di pel. Buktikan sendiri benarkah demikian? bersalaman dengan selain anggota LDII di cuci kembali, benarkah demikian? dsb.

      Smg sedikit penjelasan ini bisa bermanfaat.
      Wslkm wrwb

  • Hanif Farid says:

    Assalamu’alaikum WrWb.
    Saya ingin mempelajari tentang LDII dan saya membaca review di website, terdapat bnyak referensi negative di LDII.
    sy sendiri ada di luar jawa (papua). daripada timbul fitnah. alangkah baiknya saya minta penjelasannya disini.

    1. Setiap orang yang keluar dari jamaah LDII itu halal dibunuh, diejek “Kamu gak usah shalat lagi, kamu kan sudah kafir.” why?
    Apakah LDII (Islam Jama’ah) itu yang paling pinter dan yang paling mengerti Qur’an dan hadis?
    2. Mengenai paradigma baru! sy tidak melihat orang-orang LDII yang tinggal di sekitar mesjid umum? Mereka shalat dimana? katanya sudah tidak mengkafir-kafirkan?
    3. Dalil “Wa mimma rozaqnahum yunfiqun” artinya supaya menyetor 10 persen uangnya ke imamnya. dan kalau tidak baiat maka kafir.
    4. Ajaran LDII tidak mau menerima kebenaran dari orang lain, baik itu ulama Mekkah, Medinah atau ulama manapun!
    5. LDII boleh berdusta demi LDII (Islam Jama’ah) itu sendiri.

    Demikian pertanyaan sy, dan tidak ada unsur menghina atau melecehkan ormas manapun.

    • Waalaikum salam wrwb,
      Dengan senang hati bila ingin mempelajari tentang LDII… dan terimakasih telah melakukan klarifikasi langsung kepada pihak kami atas berita miring yang beredar tentang LDII dan alhamdulillah bapak tidak mudah termakan isyu.

      Baik kami jelaskan sbb:
      1. Anggapan setiap orang yang tidak aktif lagi di LDII halal dibunuh dsb…mari kita lihat faktanya : apakah ada terjadi seperti yang disangkakan, dibunuh karena keluar dari LDII? tidak khan! Itu fitnah mengada-ada apalagi sesuatu yang melanggar hukum, insyaAllah kami selalu berusaha menjadi warga negara yang baik.

      2. Mohon difahami mengenai paradigma baru, bukan berarti dulunya mengkafir-kafirkan sekarang tidak, dulunya sesat sekarang tidak…ooh bukan begitu saudaraku. Paradigma baru artinya LDII mengevaluasi dan berbenah diri, LDII lebih terbuka, yang dulunya tidak memiliki visi misi yang jelas, sekarang kami memiliki visi misi yang jelas, serta kami terus membangun 3K : Komunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat, Karya nyata dan Kontribusi terhadap negara, bangsa dan agama.

      3. Struktur Pimpinan LDII adalah Ketua Umum di tingkat Pusat, Ketua DPW di tingkat provinsi, Ketua DPD di tingkat Kota/Kabupaten, Ketua PC di tingkat Kecamatan, Ketua PAC di tingkat kecamatan. Warga kami mengikuti instruksi Ketua sesuai jajaran. Mengenai Infaq dan Shodaqoh dimanapun tentu sebuah kewajaran dan perolehannya secara sukarela dari warga dan simpatisan.

      4. Warga/ulama LDII belajar di Mahad Mekah-Medianah, termasuk shalat di belakang para Imam Shalat di mekah, Madinah dll saat ibadah haji, Warga LDII banyak yang bergelar S.Pdi, S.Ag, M.Ag…bukankah gelar tsb dikeluarkan dari perguruan umum seperti UIN SGD, dsb. Artinya : warga kami menerima ilmu dari para ulama selain ulama LDII.

      5. Kita sama-sama tahu bagaimana dosanya berdusta.
      Mohon dikoreksi point 5, LDII BUKAN ISLAM JAMAAH! Justru LDII membinan orang-orang mantan Islam Jamaah.

      Demikian penjelasan dari kami, bilamana dirasa kurang memuaskan, dengan senang hati bapak dapat berdiskusi dengan para pengurus LDII sesuai tingkatannya yang terdekat dengan kediaman Bapak dan lebih baik membuktikan langsung daripada dapat info yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

      Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membangun bangsa tercinta kita ini, daripada mengurusi khilafiah/perbedaan. Tuhan kita sama, Nabi kita sama, tujuan ibadah haji kita sama, kitab kita sama, dst. Indahnya Kebersamaan dalam persatuan dan kesatuan NKRI…salam ukhuwah!

  • Rizqi Taqwa says:

    . Lalu apa yang membedakan adanya LDII dengan ormas lain … ?

    . Ada juga seperti ketika di suatu kota/desa bermaulidan membaca banyak kalimat” pujian yang di iringi dengan rebana , apakah LDII tidak menyukainya ? Padalah itu pujian untuk Nabi muhammad Shalallahu ‘alaihi Wasallam agar suatu sa’at di akhirat mendapat syafa’at Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam .

    . Dan ada pula di LDII mengharamkan merokok yang dimana merokok itu hukumnya makruh , apa sebebnya ?

    . Mohon penjelasan ^_^ .

    • Mari kita bicara “persamaan” jangan bicara “perbedaan”…persamaannya kalau ormas tsb ormas Islam…kita sama2 Islam, berpedoman pada Kitabillah Al Quranul Karim serta AlHadits Sunnah Rasulullah SAW, hajinya ke Mekah Al Mukaromah, Qiblatnya sama ke Baitullah, dsb…artinya selama dalam koridor tsb maka kita adalah saudara muslim.

      Masalah lain2 seperti rebana.an silakan sae…kita saling menghormati dan tidak saling ganggu…termasuk urusan merokok juga silakan kami tidak ganggu mengganggu…

      Urusan keyakinan tidak bisa dipaksakan, kita saling tasamuh saja…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eXTReMe Tracker