LDII Jabar| Lembaga Dakwah Islam Indonesia Jawa Barat

Islam Bermula Asing & Akan Kembali Asing

Islam Bermula Asing & Akan Kembali Asing

Fakta perjalanan sejarah Islam mencatat bahwa Islam hadir dalam keadaan asing (tidak umum). Bagaimana tidak? Saat Islam datang di bawa oleh Rasulullah SAW, keadaan Mekah dalam keadaan umumnya penduduk Mekah dalam keadaaan jahiliyyah menyembah berhala dan menyembah banyak Tuhan. Mereka memang mengenal Alloh, namun mereka juga menyembah berhala berupa patung-patung yang mereka sembah. Lalu, Islam datang dengan seruan mengajak menyembah satu Tuhan yaitu Allah Yang Maha Esa. Asing khan? aneh khan? tidak umum.

Bahkan Rasulullah SAW yang notabene membawa risalah kebenaran/ dienul haq malah dikatakan orang gila “majnun“, tukang syair (tukang lagu),  dsb julukan jelek, hanya gara-gara tidak umum, aneh, seolah agama baru yang menyalahi agama nenek moyang mereka.

Mereka (kaum jahiliyah, kaum musyrikin penyembah berhala) begitu yakin dengan ritual ibadah mereka dan mantap bahwa kebenaran ada di pihak mereka, mereka begitu yakin bahwa mereka lah yang benar, buktinya mereka sampai mau mempertaruhkan jiwa raganya menyerang dan berperang melawan Rasulullah SAW dan orang-orang yang beriman, karena mereka begitu meyakini apa yang mereka anut adalah kebenaran.

Begitulah Islam yang original hadir di tengah-tengah masyarakat umum yang jahiliyyah. Islam bermula dalam keadaan asing, aneh & tidak umum.

رواه مسلم (145) عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : بَدَأَ الإِسْلامُ غَرِيبًا ، وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا ، فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

Dari Abi Huroiroh, Rasulullah SAW bersabda : Islam bermula keadaan asing dan akan kembali seperti bermula yaitu asing. Maka bergembiralah orang-orang yang asing (HR. Shahih Muslim).

Dalam riwayat lain bagi Imam Ibnu Wahab mengenai orang asing, beliau Rasulullah SAW bersabda :

طُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ الَّذِيْنَ يُمْسِكُوْنَ كِتَابَ اللهِ حِيْنَ يُتْرَكُ وَ يَعْمَلُوْنَ بِالسُّنَّةِ حِيْنَ تُطْفَى

“Berbahagialah orang yang asing yaitu orang-orang yang berpegang teguh kepada Kitabillah (Kitab Allah yaitu Al Quran) sementara orang-orang banyak meninggalkannya, dan mereka mengamalkan sunnah (hadits) ketika sunnah tersebut umumnya orang banyak memadamkannya”

Sesuai Sabda Rasulullah di atas, Islam juga akan kembali dalam keadaan asing, aneh, tidak umum, bahkan akhirnya menjelang mendekati kiamat, Islam hanya dikenal namanya saja, tempat ibadah hanya dipakai tempat rekreasi, study tour, napak tilas, tinggal kenangan sejarah, dongeng sebelum tidur,  dsb.

ilustrasi, masjid tinggal peninggalan sejarah hanya dipakai melancong bukan untuk ibadah

ilustrasi, masjid tinggal peninggalan sejarah hanya dipakai melancong bukan untuk ibadah

Saat ini saja, banyak hal-hal wajib yang seharusnya dilakukan seorang Muslim namun sudah ditanggalkannya, seperti menutup aurot bagi kaum perempuan, cara berpakaian kaum lelaki yang di atas mata kaki, cara mandi junub yang benar, dsb.

Sebaliknya muslim yang berpedoman Quran Hadits dan istiqomah menjalankan syariat ibadah sesuai pedoman AlQuran dan Al hadits, dianggap aneh, tidak umum, bahkan dikatakan SESAT! hanya gara-gara tidak umum. Padahal kalau mereka mau membuka Quran Hadits, bukanlah sesuatu yang aneh..akan ketemu dalilnya, akan dijumpai bagaimana yang seharusnya.

Pedoman umat Islam adalah A lQuran dan Al Hadits. Semua hal ada kok dibahas, sampai hal sunnah adab/cara memakai sandal pun dijelaskan dalam hadits yaitu duduk dulu. Kalau ada sesuatu pertanyaan atau hukum, mari kita kembalikan pada Al Quran dan Al Hadits.

Mungkin ada yang bertanya, misal :  “itu istri ulama tidak berjilbab, itu wanita Saudi bahkan putri pangeran di Saudi tidak berjilbab??” berarti tidak wajib dong berjilbab.

Saudariku, “lha, istri ulama itu BUKAN DALIL lho ya, putri pangeran Saudi itu  BUKAN DALIL!”.  Coba buka kembali ayat-ayat dalam Al Quran dan diperkuat dalam Al Hadits bagaimana ancamannya perempuan yang tidak menutup aurotnya.  Apakah kita mau ngikuti yang umum kemudian celaka di akherat, apa tetap istiqomah dengan cemoohan tidak umum namun justru selamat dari api neraka yang selama ini kita berdoa kepada Alloh agar dijauhkan dari adzab siksa neraka? “….waqina adzabannar”.

DALIL itu ya sesuai pedoman kita yaitu AlQuran dan AlHadits.

FATUBA LILGHUROBA (BERGEMBIRALAH ORANG YANG ASING)

Jangan kecil hati, bergembiralah….dan tetaplah shabar istiqomah mengamalkan isi Al Quran dan Al Hadits agar kita selamat dunia akhirat. Untuk Masuk surga selamat dari neraka memang sudah pembawaannya dicemooh, dirintangi dsb. Bukankah yang kita kejar ridho Alloh yaitu dimasukkan SURGA sesuatu yang POL tidak ada bandingannya. Mendapatkan sesuatu yang besar tentu perjuangannya juga besar. Ibarat memancing ikan Paus, masa pakai umpan ikan teri?”

Untuk masuk surga Alloh selamat dari neraka Alloh, “tidak dengan satu langkah besar, namun dengan ribuan langkah kecil yang harus kita lewati”, shabarlah walaupun dianggap  asing tidak umum seolah terasing di kalangan umat Islam sendiri.

“Rabbana aatina fiddunya hasanah, wafil aakhirati hasanah, waqinaa adzaabannar”

 

: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eXTReMe Tracker