LDII Jabar| Lembaga Dakwah Islam Indonesia Jawa Barat

Apakah LDII Termasuk Aliran Sesat?

author:
DPW LDII Jawa Barat

Reviewed by:
Rating:
5
On April 21, 2013
Last modified:June 23, 2014

Summary:

LDII Bukan ALiran Sesat/Tidak Termasuk Aliran Sesat, Berdasarkan Pedoman Identifikasi Aliran Sesat "10 KRITERIA ALIRAN SESAT"FATWA MUI PUSAT, 25 Syawal 1428H /6 November 2007.

Apakah LDII Termasuk Aliran Sesat?

Jawab:  TIDAK! Berdasarkan Keputusan MUI tentang Pedoman Identifikasi Aliran Sesat MUI tanggal 25 Syawal 1428 H / 6 November 2007 tentang:

10 KRITERIA ALIRAN SESAT :

FATWA MUI PUSAT (25 Syawal 1428 H / 6 November 2007)

1.Mengingkari salah satu dari RUKUN IMAN yang 6: iman kepada Alloh, , Malaikat, Kitab, Rosul & Hari Akhir, kepada Qodlo & Qodar, dan RUKUN ISLAM yang 5: Syahadat, Sholat, Zakat, Puasa, Haji
2.Meyakini dan/atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan dalil SYAR’I (Al-Quran & A&#1109-Sunnah)
3.Meyakini turunnya wahyu setelah Al-Quran
4.Mengingkari otentisitas dan/atau kebenaran isi Al-Quran
5.Melakukan penafsiran Al-Quran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir
6.Mengingkari kedudukan hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam
7.Menghina, melecehkan dan/atau merendahkan para Nabi dan Rosul
8.Mengingkaari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi & Rasul terakhir
9.Merubah, menambah dan/atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh Syariah seperti haji tidak ke Baitulloh, shalat fardlu tidak 5 waktu
10.Mengkafirkan sesama Muslim tanpa Syar’I seperti mengkafirkan Muslim hanya karena bukan kelompoknya.

LDII TIDAK TERMASUK DALAM 10 KRITERIA DI ATAS

MAKA:

Maka untuk pertanyaan Apakah LDII termasuk Aliran Sesat? dengan tegas dijawab :

LDII TIDAK TERMASUK ALIRAN SESAT..!!!

ldii bukan aliran sesat 264x300 Apakah LDII Termasuk Aliran Sesat?

Alhamdulillah LDII tidak termasuk 10 kriteria di atas.

Tuhannya LDII yaitu ALLAH SWT, Nabinya yaitu Nabi Muhammad SAW, Pedomannya hanya Alqur’&#1072n dan Al-Hadits, Hajinya ke Baitullah, LDII juga mengamalkan Rukun Islam dan Rukun Iman. Adapun tuduhan yang sering di alamatkan kepada LDII yaitu dianggap mengkafirkan orang lain yang bukan kelompoknya. Hlalah saudaraku..bukankah urusan menilai Kafir & Iman hanya otority (kewenangan) Alloh SWT seperti yang difirmankan-Nya dalam Kitab Suci Alquran, manusia tidaklah berhak memvonis orang lain kafir. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW : “Barangsiapa yang menuduh kafir pada orang lain dan ternyata ia tidak seperti yang dituduhkan, maka tuduhan tersebut akan berbalik padanya..(Al-Hadits)

Jadi Mengkafirkan orang lain bukanlah produk dan doktrin LDII

Ketua Umum DPP LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), Prof. DR. Ir. KH. Abdullah Syam, M.Sc menegaskan, keberadaan LDII bukan aliran atau ajaran sesat sebagaimana anggapan yang bergulir di tengah masyarakat,.

Hal ini dikarenakan masyarakat tidak tahu LDII yang sebenarnya, sehingga muncul anggapan LDII aliran sesat dan shame negatif lainnya.

Untuk itu, LDII telah memberi klarifikasi ke MUI Pusat tentang shame (anggapan) yang bergulir di tengah masyarakat. Tentu dalam hal ini banyak orang tidak senang, bukan karena segi pemahaman ajaran, tetapi ada kesalahpahaman komunikasi saja, juga kadang-kadang karena kecemburuan sosial saja.

Ditegaskannya, perlu diketahui LDII dalam dakwahnya tidak mengkafir-kafirkan dan menajiskan orang. LDII bukan penerus atau ajaran Islam jamaah, tetapi LDII berada untuk memperbaiki akhlak masyarakat dengan dakwah.

LDII Bukan ALiran Sesat/Tidak Termasuk Aliran Sesat, Berdasarkan Pedoman Identifikasi Aliran Sesat "10 KRITERIA ALIRAN SESAT"FATWA MUI PUSAT, 25 Syawal 1428H /6 November 2007.
pixel Apakah LDII Termasuk Aliran Sesat?

Incoming search terms:

: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

27 Comments

  • Hadi Mulyono says:

    Mohon Maaf ama orang orang yg suka MENUDUH LDII SESAT…..sekali lagi mohon maaf …Bukanya sombong, saya kebetulan warga LDII akhir desember tahun lalu diwilayah domicili saya diadakan pemilihan RT secara langsung dan saya yg kbetulan orang LDII terpilih menjadi ketua RT dari 96 suara saya mendapatkan 72 suara walaupun saya tak pernah mencalonkan diri sbg ketua RT namun nyatanya dipilih oleh warga…..KESIMPULANYA Mana mungkin orang yg SESAT terpilih menjadi ketua RT dg mendapat surat suara yg signifikan…..ini bukti bahwa LDII bukanlah seperti yg mereka fitnahkan……untuk semua warga LDII jangan kecil hati kalo ada yg memfitnah seperti itu tapi kita harus terus dan terus TABAYYUN…..

    • Warga LDII terpilih sebagai tokoh masyarakat saat ini banyak sekali, padahal mayoritas pemilih bukan warga LDII. Apa artinya itu ? masyarakat memiliki kepercayaan tinggi pada warga LDII yang memang amanah, jujur dan yang jelas TIDAK SESAT.

  • NIK says:

    gua benci bgt sama LDII karna grgr ini gua selalu berantem sama nykp gua.

    • @NIK : MasyaAllah…saudariku, sepertinya ada yang salah deh?! Seharusnya setelah mengaji di LDII, saudariku menjadi lebih baik budi pekerti dan budi luhurnya, bukankah di LDII diajari ajaran suri tauladan Rasulullah SAW dalam Buku Bab Tatakrama (satu buku khusus) dan diajari Himpunan Kitabu Adab/budi pekerti (bagaimana adab kepada orang tua, kepada suami, kepada tetangga dsb). Contoh praktek, yang tadinya (sebelum ngaji) tidak pernah cium tangan kepada nyokap, ya lakukanlah! &#1112&#965&#1109t d&#959 &#1110t please! karena memang seharusnya demikian. Kalau tadinya (sebelum ngaji) tidak pernah berbicara yang baik (boso), yaa lakukanlah! karena memang seharusnya demikian.Kalau tadinya (sebelum ngaji) datang dan pergi tidak pernah mengucapkan salam, yaa lakukanlah!karena memang seharusnya demikian.

      Ini bukan tujuan menarik simpati, tapi itulah yang seharusnya saudari lakukan bertatakrama dan berbudi pekerti kepada orang tua seperti ajaran dan suri tauladan Rasulullah SAW. Jadi sebenarnya yang salah bukan LDII nya tapi saudariku yang tidak mempraktekkan apa yang diajarkan di LDII. Darimana saudariku dapat ajaran untuk berantem dengan nyokap padahal tidak ada dalam ajaran kami? Rasulullah saja setelah jadi Rasul tidak pernah diceritakan berantem dengan pamannya (Abu Thalib), malah pamannya tersebut yang membela Rasulullah walaupun tidak mau beriman. Rasulullah juga mengajarkan bagaimana berbuat baik kepada tetangga tidak peduli tetangga tersebut beriman atau tidak.

      Coba instrospeksi lagi deh kenapa ada statement “gua benci bgt sama LDII karna grgr gua selalu berantem sama nykp gua” kok ini bisa terjadi??? pasti ada yang salah deh! Biasanya ini kefahaman orang yang “kejeron” atau over acting, padahal tidak diberi tuntunan seperti itu. Sekarang kita tidak usah cerita ajaran agama, kita cerita tentang hal etika saja deh? pantaskah berantem sm nyokap? Jadi nemu ajaran berantem sm nyokap dari mana??? geleng-geleng kepala mode:ON

  • hendra nugraha says:

    assalammualaikum …
    maaf sebelumnya ada yg saya mau tanyakan, knp setiap jamaah LDII harus menikah dengan sesama jamaah LDII, trs knp org yg di luar organisasi LDII apabila mau menikah dengan salah satu jamaah nya org yg akn menikahinnya atau di nikahin nya harus wajib masuk terlebih dahulu ke organisasi LDII tolong jelas kan

    semoga bpk/ibu bisa menjelaskan lebih rinci dan saya juga bisa memahami nya…

    wasalam..

    • Wa alaikum salam wrwb,
      Saudaraku Kang Hendra Nugraha, logis toh ldii menikah dg ldii lagi..Seperti halnya, warga Muhammadiyah tentu kalau cari pasangan hidup biasanya mencari dari kalangan Muhammadiyah,warga NU tentu cari pasangan hidup biasanya dari kaum nahdliyyin, begitu khan? apalagi sering ketemu dalam berbagai acara/kegiatan, biasanya terjadi cilok alias cinta lokasi, kayak aktor dan artis gitu lho..hehe..

      Jangankan ldii, skrg coba suruh org muhamadiyah menikah dg org nu, mereka akan timbang-timbang/pikir-pikir dulu hehehehehe atau org persis menikah dg org nu tentu akan timbang-timbang/pikir-pikir. Apalagi dengan seringnya intensitas pengajian/acara di LDII akhirnya sering di LDII terjadi cinlok tadi sehingga kesannya LDII hanya menikah dengan LDII lagi…..

      logikanya begini: menikah itu kan menyatukan dua hati. sementara, seseorang berumah tangga itu bertujuan untuk membina hubungan agar menjadi rumah tangga yg sakinah mawaddah wa rohmah sampe kaken2 ninen2. dalam hal ini kalau ada perbedaan cara berfikir yg dipegang dari masing2 suami istri, mustahil hal tsb bisa terwujud.

      Perceraian yg terjadi diantara pasangan suami istri ldii sendiri banyak terjadi padahal mereka sdh sama2 sepaham satu cara berpikir. lalu bagaimana kalo tdk sepaham, sehati? tentu akan sangat sulit utk mewujudkan tujuan dr berumah tangga, ya nggak ya nggak?

      Bila jawaban ini kurang memuaskan, lebih baik ikuti aja deh pengajian LDII tapi ngajinya betul-betul cari kefahaman ya, nanti juga bisa terjawab dengan sendirinya sampe puas banget…

      Sekian semoga bermanfaat

      salam

      • hendra nugraha says:

        tanggapan paragraf ke 3 logikanya
        tidak juga org yg berbeda pendapat malah ada yg langgeng ampe kakek nenek, jd pernikahan itu terwujud krna pemahaman agama atau cara berfikr tpi ke ikhlasan dan niat membangun suatu hubungan rumah tangga karena ibadah kepda Allah swt bukan karna nafsu

        nah skrg kan posisi saya sebagai umat islam juga toh knp harus ada perbedaan atau peraturan itu padahal saya gak menilai org dari agama apa yg dia pegang trs menimbang nimbang dia Persis, NU LDII dll
        dan pada akhirnya kita sma2 ciptaan alla swt

        maaf kalo &#1109&#1072&#1091 terlalu banyak bertanya dan agak sedikit curhat hehehe

        • hehe..ok saudaraku kang Hendra..setuju kang,pernikahan harus dilandasi keikhlasan dalam membangun suatu hubungan rumah tangga karena ibadah kepada Alloh, bukan karena hawa nafsu, tidak ada perbedaan dan peraturan pengkotak-kotakan golongan. btw, rasanya kami hanya menjelaskan bahwa lumrah-lumrah saja toh warga ldii suka menikah lagi dengan ldii, demikian juga di organisasi lain, mungkin karena faktor kenyamanan (comfort) saja karena sudah sama-sama berkegiatan di majelis yang sama dan karena seringnya ketemu sehingga terjadi “witing tresno jalaran soko kulino” ya itu karena faktor sering ketemu saja dalam acara dan sudah sama-sama terbiasa dengan kegiatan yang digeluti. Seperti di LDII, intensitas pengajian di LDII yang cukup padat, kalau sama-sama dari LDII khan nggak kaget lagi, sudah biasa, tinggal nerusin kegiatan dan adaptasinya lebih mudah, insyaAllah. Sebagai gambaran kegiatan di LDII sbb:

          Pengajian di LDII sangatlah intensif, (maaf ini tidak bermaksud merasa pol sendiri lho ya, ini cuma penjelasan,kami kira di tempat lain pun ada yang lebih padat kegiatannya dari kami). Sebagai contoh, di salah satu majlis ta’lim yang dikelola oleh LDII jadwalnya adalah :

          * Pengajian umum, seminggu 3x @ 2 jam
          * Pengajian cabe rawit (anak umur 5 tahun s/d akhir SD), seminggu 2 kali @ 1,5 jam
          * Pengajian remaja tanggung (sekitar SMP), seminggu sekali @ 2 jam
          * Pengajian remaja (SMU ke atas), seminggu sekali @ 2 jam
          * Pengajian lansia (umur 60 tahun ke atas), sebulan sekali
          * Pengajian mubaligh/mubalighot, seminggu 2x
          * Pengajian pengurus, yang rutin sebulan sekali, selain itu tergantung musyawaroh masing-masing team pengurus, ada lagi.
          * Pengajian manasik haji. LDII adalah salah satu organisasi yang mengadakan pengajian manasik berkali-kali tiap tahun, dan dalam setahun setahu saya
          tidak kurang dari 20x pertemuan.
          * dll

          nah, ini alasan kenapa kami bilang bila satu pemahaman insyaAllah tujuan mewujudkan keluarga sakinan, mawaddah, warohmah dapat terwujud, paling tidak sebuah upaya.

  • ndoro says:

    ya pada akhirnya orang selalu mengklaim tidak sesat dengan berbagai cara. kalo sekarang LDII mengklaim tidak sesat dengan dasar2 yang disebut diatas y itu mah permukaannya doang, seperti mas2 tadi bilang harus tabayun dulu..saya setuju untuk itu, cuma yang harus dipahami klaim sesat ini khan tidak terjadi serta merta dan dalam hitungan bulan dan hari..masyarakat tentu ingat bagaimana perlakuan Oknum LDII diluar jamaahnya dulu..kalo skarang mengklaim tidak tentunya harus dibuktikan dulu apakah masih menganggap najis orang diluar kelompoknya..apakah mereka mau sholat dimesjid lain…ya dua hal simple yang sangat sulit untuk dijawab tentunya. karena sampai saat ini disekitar rumah saya orang LDII selalu menghindari 2 hal tersebut…&#1109&#959 buktikan dulu pada hal2 sepele baru kemudian anda bisa memproklamirkan kebenaran anda.

    • Ikhwan ndoro, Terima kasih telah mampir dan memberikan comment di website resmi LDII Jabar…
      Sebelum kami memberikan penjelasan berkaitan statement akhi, mudah2an akhi berkenan membaca artikel kami :

      1. http://www.jabar.ldii.&#959r.id/ldii-sesat-berbahaya-wuidih-serem-amat/
      2. http://www.jabar.ldii.&#959r.id/mengapa-ldii-begitu-yakin-bukan-aliran-sesat/
      3. http://www.jabar.ldii.&#959r.id/mengungkap-fakta-sosok-kh-nurhasan/
      4. http://www.jabar.ldii.&#959r.id/benarkah-sholat-di-tempat-ldii-salaman-dengan-warga-ldii-bekasnya-dicuci/

      Sebenarnya kriteria “SESAT” sudah dijelaskan dalam Sabda Rasulullah SAW :
      “Taroktu fiikum amroini, lan tadhillu maa tamassaktum bihima, kitaabillahi wasunnati nabiyyihi”
      artinya : Telah kutinggalkan dua perkara, selama kalian pegang teguh keduanya, maka kalian “TIDAK AKAN SESAT” selama-lamanya, dua perkara (yang dipegang teguh itu) yaitu Kitabillah (Al Quran) dan Sunnati Nabiyihi (AlHadits).

      Naah, siapa saja yang hanya berpegang teguh kepada Al-Quran & Al-Hadits TIDAK AKAN SESAT! Setuju!?
      Sepengetahuan kami, kami LDII hanya berpegang teguh pada pedoman tersebut. Kalau Anda sama, tentu bisa dipastikan juga TIDAK SESAT!

      Dalam Hadits lain Rasulullah SAW bersabda: “Inna Hadzihilmillata sataftariqu ala tsalatsin wasab iina, tsintani wasab’uuna finnar, wawahidatun fil jannah, qolu : “Waman hiya yaa rosululloh?” Qola : “maa ana alaihi wa ashhabihi”.
      artinya : Sesungguhnya Agama (Islam) ini akan berpecah menjadi 73 golongan, yang 72 (golongan) ke neraka dan yang 1 golongan ke Surga. Shahabat bertanya : Siapakah yang 1 itu wahai Rasulullah? Rasul menjawab : Apa-apa yang bersama saya dan shahabat saya (yang mengikuti ajaran & sunnah Rasulullah SAW dan Shahabatnya).

      Kalau antum sudah pas mengamalkan ajaran “Maa ana alaihi wa ashhabihi”, ya tentu sudah pas & beryukur pada Alloh SWT…golongan yang satu tersebut.

      S&#959, kita tidak perlu membahas definisi Sesat atau tidak sesat golongan tertentu karena sudah jelas toh rule (aturan)nya. Mari Kita instrospeksi masing-masing saja dan jangan menganggap LDII merasa pol sendiri, ini berkaitan keyakinan dan masing-masing punya hujjah, monggo sesuai keyakinan dan hujjahnya saja. Dalil-dalil di atas kadang dipakai alasan seolah LDII merasa pol sendiri, nggak kok, ini hanya mengenai keyakinan. Dalil di atas memang mungkin pahit tapi urusan haq kita harus tegas “Qulil haqq wa ingkana murron”.

      Nah, tibalah saatnya yang berbahagia (kayak pidato aja ya..hehe), kami menjelaskan kembali bab kefahamam najis bahkan dari fakta ulama besar H. Nurhasan tentang bab najis pada posting artikel http://www.jabar.ldii.&#959r.id/mengungkap-fakta-sosok-kh-nurhasan/ cermati pada kalimat :

      “Contoh fakta lagi adalah masalah bab najis yang sering difitnahkah kepada LDII bahwa LDII menajis-najiskan selain warganya, bekas sholat yang selain warga LDII langsung di pel, bekas salamanan dengan selain warga LDII di cuci. Padahal setelah ditelusuri dari ajaran H. Nurhasan pun dahulu tidak ada kefahaman seperti itu (justru ditengarai/jangan-jangan ini adalah kefahaman pendamping H. Nurhasan yang akhirnya menyatakan keluar dari LDII). Salah satu ulama LDII KH. Kasmudi pernah menelusuri para sesepuh, keluarga dekat H. nurhasan, Putra H. Nurhasan, bagaimana sih prakteknya H. Nurhasan tentang urusan najis. Ternyata tidak “kejeron“.

      Salah satu kyai di LDII KH. Solihun pernah mendampingi H. Nurhasan di kapal laut selama 21 hari saat perjalanan haji. Melihat dengan mata kepala sendiri bahwa H. Nurhasan kalau sholat kalau saatnya sholat tidak selalu sholat di musholla, namun di tempat yang layak dan beliau yakin suci untuk sholat tanpa alas/lemek ya ndeprok saja sholat di situ, walaupun menurut akal mungkin tempat itu pernah dilewati orang yang baru keluar dari jeding (kamar mandi,red). Karena ternyata beliau mempraktekkan hukum Alloh dan Rasulullah tentang masalah/bab najis yaitu “idza roaitum binajasatin tahdutsu fiihi” ketika kalian melihat dengan jelas ada najis jatuh di situ, melihat dengan jelas ada kencing atau najis lainnya di situ, bukan “idza dzonantum binajasatin tahdutsu fiihi” (ketika kalian menyangka/mengira ada najis jatuh disitu”. Jadi bukan ro’yi/dzon/persangkaan. Rasulullah saja satu rumah dengan pamannya Abu Thalib dan tidak pernah diceritakan gantarnya/tempat cuciannya misah.

      Nah, apalagi cuma salaman dan ada orang mampir sholat di tempat LDII, ngapain juga harus di cuci, itu hanya memberat-bertakan agama, padahal “addinu yusrun”. Jadi kalau ditelusuri fakta yang sebenarnya, ulama besar yang dihormati LDII tidak pernah memberikan ajaran yang aneh-aneh yang menyimpang dari Kitabillah wasunnati Nabiyihi (Al-Quran dan Al-Hadits).

      Jadi kefahaman bab najis yang dituduhkan ikhwan ndoro : “ya dua hal simple yang sangat sulit untuk dijawab tentunya. karena sampai saat ini disekitar rumah saya orang LDII selalu menghindari 2 hal tersebut…&#1109&#959 buktikan dulu pada hal2 sepele baru kemudian anda bisa memproklamirkan kebenaran anda.”

      Saudaraku ndoro (entah asmo aslinipun sinten niki), dua hal simple itu mudah sekali kok di jawabnya..hehe mengingat selama ini kami TIDAK MENGANGGAP NAJIS ORANG DI LUAR KELOMPOKNYA dan SUDAH BIASA SHOLAT DI TEMPAT SELAIN MASJID YG DIKELOLA LDII, kami sudah terbiasa sholat di manapun tempat ibadah milik organisasi apapun, penulis sendiri sering kok saatnya waktu sholat sering sholat di masjid-masjid selain milik warga LDII, nggak kami anggap najis kok, karena Rumah Alloh itu semuanya juga dihukumi suci. Kenapa mereka (warga LDII) sering mencari masjid LDII dulu karena biasanya faktor air yang banyak/turah-turah di jeding/kamar mandi LDII termasuk bak airnya tinggi mengingat biasanya kami kalau buang air kecil apalagi besar mensucikannya dengan cara disiram dan buka celana diperosotkan full (porno nggak ya,hehe). kadang-kadang di tempat lain suka airnya nggak ngocor, bak nya rendah hawatir terjadi cipratan najis yang resikonya kena siksa kubur. Hanya faktor wira’i saja. Namun kalau tidak menemukan masjid yang dikelola LDII, biasanya warga LDII sholat bebas-bebas aja di mushola/masjid yang ditemui. Kami malah curiga ajaran bab najis yang berlebihan, justru itu ajarannya “BI” yang katanya pendamping ulama KH. Nurhasan dan menyatakan keluar dari LDII, karena faktanya bab najis itu praktek Ulama besar KH. Nurhasan tidak seperti itu kok, silakan baca dan cermati : http://www.jabar.ldii.&#959r.id/mengungkap-fakta-sosok-kh-nurhasan/ .

      Oh, ya…kalau ada hal yang tidak sesuai pernyataan kami, ingatkan saja lah pengurus atau warga LDII di tempat saudaraku tinggal, mereka mengamalkan ajaran siapa? Yah, namanya juga orang kadang-kadang suka ada yang nyeleneh (di organisasi manapun). Kami Pengurus DPW LDII Jabar berulang-ulang memberikan pemahaman ini kepada warga kami dan kami tatap muka dengan mereka, sengaja mengunjungi DPD Kota/Kab dan minta digetok tularkan kepada grass root di tingkat PC/PAC mengenai temuan-temuan ini dan melakukan pembinaan pada mereka, kalau ada yang kelewat, mohon dimaafkan dan ayo kita bina sama-sama. Maslah hablum minannas memang menjadi topik tatap muka kami karena mungkin selama ini intensitas pengajian kami terlalu padat sehingga lupa bersosialisasi, bukti kami konsen yaitu LDII mengeluarkan satu buku pegangan BAB TATAKRAMA. Yuk kita bina & sosialisasikam sama-sama.

      Terakhir, kami bukan memproklamirkan kebenaran, itu urusan Alloh SWT semata. Kami hanya memberikan tabayyun, ini lho LDII yang dianggap SESAT selama ini! Moso sih yang berpedoman Al-Quran dan Al-Hadits sesat sih, Tuhan kita sama yaitu Alloh SWT, nabi kita sama Nabi Muhammad SAW, Rukun Iman & Rukun Islam kita sama, ya toh! jadi jangan takut ngaji di LDII.

  • nining says:

    blhkah saya bertanya,apakah memang harus orang luar LDII jika akan menikah dengan orang LDII harus masuk LDII terlebih dahulu?krn maaf untuk di Muhammadiyah sendiri jika mmang mau menikah dengan org luar muhammadiyah itu tdk diharuskan msuk muhammadiyah..kbetulan keluraga saya seperti itu,ibu saya NU tapi ayah saya muhammadiyah,nyatanya hingga sekarang 25tahun pernikahan ayah ibu saya langgeng..terimakasih…

    • saudariku akhwat Nining, warga LDII tidak punya/tidak diberi kartu anggota sebagai TANDA MASUK menjadi anggota LDII, asal aktif dalam kegiatan LDII (mengaji,beramal,dst) sudah MASUK jadi warga LDII kok…naah kalau pertanyaannya kedua belah pihak harus adaptasi menyamakan frekuensi dahulu, itu baru cocok (ini mah wajar kali ya dimana-mana juga, sang calon khan harus saling adaptasi). Tentunya dengan beradaptasi yaitu mengenal kegiatan LDII baik pengajian dan acara-acara lainnya, akhirnya tidak akan kaget bila ternyata berjodoh. Di LDII para pemuda/pemudi & calon pengantin, biasanya akan dibekali dengan dikajikan dulu kitabu nikah,kefahamanan2 agama,nasehat-nasehat, dll.

      Akhwat Nining kalau berminat mengaji di LDII silakan terbuka lebar kok, siapa saja boleh, dari kalangan dan suku manapun bebas-bebas saja yang penting cari kefahaman (bukan niat cari-cari kesalahan/kekurangan). Nanti akhwat akan mengenal lebih dalam bagaimana sesungguhnya LDII yang diisyukan macam-macam itu, syukur-syukur kalau belum menikah, Alloh SWT memberikan jodoh dengan salah satu joko/pemuda LDII…hehe..&#1112&#965&#1109t kidding sis!

      Biasanya karena intensitas pengajian & kegiatan LDII cukup padat, yaa sering terjadi cinlok (cinta lokasi) sehingga kesannya LDII hanya menikah dengan LDII lagi.

  • hilman says:

    Assalamualaikum Wr.Wb

    Sebelum nya saya mau bertanya,qt tau sendiri kan bahwa banyak oknum2 di luar yang mengatas namakan LDII tetapi mereka tidak sesuai dengan ajaran Al-Qur’&#1072n dan Al-Hadits atau ajaran dari pusatnya seperti contoh beberapa komentar di atas yang di tanyakan.
    Nah kalo memang ajaran LDII tidak menyimpang atau sesuai syariah islam? Apa tindakan2 tegas dari orang2 pusat kepada oknum2 yg mengatas namakan LDII dan membuat peraturan2 seperti yang para komentar tanyakan.
    Di karna kan sudah banyak sekali oknum2 seperti itu menjamur di masyarakat kita.
    Bukan nya apa2 ya bapak, saya bukan orang NU Muhamaddiah ataupun LDII tapi saya hanya ingin agama kita itu rukun tentram dan damai tanpa ada nya perpecahan2n atau pun penyelewangan yg di lakukan oknum yang mengatas namakan LDII.
    Insya Allah saya percaya LDII tidak sesat. Hanya saja banyak sekali orang2 yang mengatasnamakan LDII dan oknum2 yg merusak nama LDII.

    Terima kasih sebelum nya,
    Mohon maaf bila ada kesalahan dalam pengetikan saya.

    Wassalamualaikum wr.wb

    • Wa alaikum salam wr.wr,
      Pak Hilman ysh,

      Sebelumnya kami haturkan terima kasih atas atensi Bapak..jazaakallaahu khoiro.

      Sepakat dengan Bapak bahwa kerukunan beragama tentu akan membuat kita tentram dan damai tanpa ada perpecahan-perpecahan, namun memang selalu saja ada oknum yang tidak memiliki wawasan kebangsaan yang karena dendam pribadi, sakit hati dll yang tidak sadar tindakannya akan mengoyak persatuan, kesatuan bangsa, negara dan beragama. Mereka lupa bahwa negara kita adalah negara yang menjamin pemeluk-pemeluk agama untuk beribadah sesuai keyakinan dan kepercayaannya.

      Dari sisi kami sebenarnya sudah berusaha mencegah,memperingatkan bahkan mensomasi khususnya bila ada yang mengatas namakan LDII dan akan memfitnah kami di muka umum baik kepada pelakunya maupun kepada panitia penyelenggara bahkan memperkarakannya secara hukum seperti kasus sebelumnya dan sampai yang bersangkutan dipenjara. Langkah memperkarakan secara hukum juga bukan tanpa serangan lagi. Orang-orang yang memang dasarnya penuh kebencian tersebut malah memelintir berita katanya LDII memenjarakan para ustadz, jadi serba salah lagi khan? Seperti kejadian di Bogor kemarin, Ada yang menyatakan dirinya mantan LDII, akan memfitnah kami di Kampus UIKA Bogor, sehari sebelum acara kami sudah memperingatkan panitia bahwa ini berpotensi memecah belah umat dan membuat resah warga LDII karena dari judulnya saja sudah sangat tendensius dan berisi kampanye negatif tentang LDII. Pihak yang mengatakan panitia berpesan agar warga LDII beretika saat menghadiri acara kampanye negatif tersebut dan mereka tidak sadar dari judulnya saja acara tersebut sebenarnya tidak beretika.
      silakan baca artikel : http://www.jabar.ldii.&#959r.id/rilis-dpp-ldii-atas-keributan-yang-terjadi-di-uika-universitas-ibnu-khaldun-bogor/

      Kejadian tersebut dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak senang terhadap LDII dan memelintir berita fitnah katanya LDII arogan tanpa melepas alas kaki menginjak-nginjak Masjid, melakukan pemukulan dan perusakan masjid.

      Sebenarnya kami lebih senang membalas kelakuan mereka dengan karya nyata saja, daripada terus menerus mengurusi yang demikian, lebih baik kami terus beramal shalih dan berkarya nyata yang bisa dirasakan manfaatnya baik bagi warga LDII sendiri maupun bagi masyarakat luas dan terus tabayyun dalam berbagai media bahwa kami tidak seperti yang diisyukan selama ini. Langkah ini insyaAllah lebih efektif.

      Oh ya kalau pak Hilman berkenan mengaji di LDII, monggo silakan kami sangat terbuka.. tidak perlu menjadi anggota LDII (dan memang tidak ada kartu anggotanya kok..hehe).

      Wassalamualaikum wr.wb

      Salam Ukhuwah

  • hilman says:

    Wa’alaikum salam wr.wb bapak
    Jangan sebut saya bapa atuh da umur saya mah masih 20 taunan.hehe
    Saya sebenernya sedang ber adu pendapat dengan para orang2 LDII dan non LDII di salah satu forum. Mungkin bapak tau kaskus? Nah di situ saya buat posting tentang agama islam yang di kategorikan sesat,namun ada kesalahan yang saya buat karna mencantum kan nama LDII di situ [mohon maaf atas kesalahan saya ini].
    Lalu beberapa orang meminta saya mengedit LDII untuk di hapus dari daftar itu,tapi ada beberapa orang yang juga berkomentar kenapa LDII tidak di masuk kan. Nah di sini letak ke bingungan saya, ada apa sebenarnya?

    Beberapa komentar yang saya rangkum:

    Di satu sisi LDII itu sesat karna mereka menganggap orang non LDII itu *****, karna di setiap kita orang non LDII tiap solat di mesjid LDII bekas solat nya kita ini langsung di pel lah atau apalah. Apa ia seperti itu atau hanya orang yang mau ngerusak LDII dan islam? Kalo LDII seperti itu saya rasa mungkin di tiap2 daerah itu masjid udah pada di rusak masa seperti kasus nya ahmadiyah tempo lalu.
    Tetapi kalo nggak, kenapa koq udah banyak banget yang menjamur ini orang2 yang kira nya gak sesuai dengan ajaran Islam sama LDII asli.

    Ada lagi yang komentar katanya di daerah dia banyak juga koq orang2 LDII tapi gak gitu juga tuh mereka menerima kita yang non LDII koq gak pake acara pel2 &#1072n.

    Mohon bantuan nya ya pa,saya gak mau di cap sok tau dan memfitnah LDII. Saya hanya ingin meluruskan apa yang salah, mengingat orang2 indonesia ini mudah sekali terpancing dan tersulut dengan omongan2 orang yang gak jelas.

    Emang bener kata kake saya dulu Iman kita itu harus di kuatkan, jangan sampai lemah. Sedikit saja Iman kita lemah, setan merasuki dan membuat kebimbangan seseorang [hehe ceramah deh gw]

    Mohon maaf bila ada kesalahan dalam kata2 saya.

    Wassalamualaikum wr. Wb

    • Hehe masih muda ya, ok deh kang Hilman nu kasep dan bageur…

      memang banyak yang menghujat LDII tanpa tahu yang sebenarnya tentang LDII, hanya menebar katanya katanya..cenah..cenah…seperti isyu bekas sholat di Masjid yang dikelola LDII bakalan di pel, lha gimana mau di pel lha wong rata-rata masjid yg dikelola LDII lantainya KARPET! isyunya katanya (ini katanya lagi lho ya..katanya LDII menganggap orang lain selain kelompoknya NAJIS! wuidih edun nya kang…atuh repot amat ya jadi warga LDII, kalau orang lain dianggap najis, kalau beli martabak atau cendol, atau goreng bebek, harus dicuci dulu dong, khan katanya najis), aneh ya? itulah kenyataannya…

      Baca juga tulisan kami :

      http://www.jabar.ldii.&#959r.id/benarkah-sholat-di-tempat-ldii-salaman-dengan-warga-ldii-bekasnya-dicuci/

      Yah, demikianlah kang, nyatanya LDII dengan berbagai hujatan dan fitnahan malah tambah berkembang karena jadi promosi gratis orang jadi penasaran, malah jadi ikut ngaji dan keterusan deh (tapi ini haqqul yakin nggak pake pelet pengasihan lho ya. Bahkan banyak intel yang ditugaskan meneliti LDII, eh malah jadi penggemar LDII…ciyus nih kang, masa kami bohong sih…

      Nah, pada akhirnya ibadah silakan dengan keyakinan masing-masing, tidak usah saling ganggu, urusan Hidayah itu otority Alloh SWT semata…kita tidak bisa memaksakan keyakinan kita dan sebaliknya.

      Salam hangat dari warga LDII…Pesan kami, pelajari AlQuran dan AlHadits baik bacaan. makna dan keterangannya, insyaAllah semua pertanyaan hidup ini akan terjawab..

      Saran kami, berhati-hatilah dengan pelabelan SESAT kepada pihak lain kalau kita sendiri tidak mengetahui pasti kebenaran beritanya, khan jadi ikut2an menebar fitnah dan kebencian..apa nggak takut dosa nih? Posting yang berpotensi perpecahan sebaiknya dihapus saja biar dapet cendol gan..! ntar bisa2 di LAPORKAN HANSIP atau kena BATA…

      Satu hal lagi, apa manfaatnya beradu pendapat…?? menang nggak dapet cendol, kalah malah dapet bata…

  • cakiusbagurduk says:

    mau tanya aja, bagaimana pendapat anda tentang tulisan ini, benar atau tidak :

    Bukti-bukti kesesatan LDII, Fatwa-fatwa tentang sesatnya, dan bla…blaa…blaa….(mohon maaf tulisan berikutnya tidak kami tampilkan mengingat berupa tulisan tidak menyenangkan baik bagi para pembaca apalagi bagi warga LDII,yaitu tuduhan2/fitnahan tanpa bukti ilmiah,red)

  • Ukhti says:

    assalamuaLaikum..
    yth , akang/teteh admin :)

    sebelumya, saya ingin menyampaikan salut untuk para pengurus LDII
    ga ada gentar ga ada pantang mundur..terus berjuang di jalan Allah apapun kondisinya..

    menyimpang dari pertanyaan2 teman2 semua .
    yang mau saya tanyakan .
    saya tertarik dengan LDII [meskipun sebelumnya tertarik pada LDII krna suatu hal :)]
    semakin sering saya baca ttg LDII semakin saya kagum

    Amsol, kalo boleh saya dapat informasi bisa saya ikut pengajian kalian ??
    karena selama ini saya dan teman saya cari2 n&#959 MT yang terdekat belum dapat

    sekian .
    kalo bisa ga usah di jawab di sni
    via emailpun boleh min :)
    Ajzkh

    Salam hangat dari kota hujan
    Wasallam,,

  • yahyaa says:

    Ayah saya,Om, ikut LDII,sementara ibu saya Islam tapi tidak ikut salah satu organisasi islam tertentu ex: NU,Muhammadiyah. Tapi terkadang ibu saya juga ikut mengaji di LDII (meski tidak rutin). Ya menurut saya LDII baik,tidak ada ajaran yang menyesatkan.

  • Dini says:

    Assalamualaikum
    Yth Akang dan Teteh admin…

    Sebelumnya saya mohon maaf apabila ada perkataan yg menyinggung…
    Terus terang saya sama sekali bukan jamaah LDII, tp saya menjalin hubungan dengan pemuda yg kebetulan mengikuti LDII, setelah 6 tahun bersama, akhirnya pemuda tersebut memberanikan diri utk melamar saya, tp sebelumnya dia mengakui bahwa bapak nya LDII, terang saja org tua saya menolak lamaran tersebut karena dia dari golongan LDII, LDII di mata org tua saya sebuah ajaran yg sesat, mengkafirkan org2 diluar golongan LDII, tetapi saya tidak pernah merasa disesatkan selama bersama dengan calon saya, saya kebetulan selalu mengikuti pengajian dari Daarut Tauhid, saya sampai tidak jadi menikah dengan calon ini karena dia dr golongan LDII, mkgn perlu ada yg diluruskan atau semacamnya.

    Terima Kasih
    Wassalamualaikum Wr. Wb

  • ajzkh atas amal sholihnya, semoga Alloh SWT paring aslbb..aamiin

3 Trackbacks / Pingbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eXTReMe Tracker